
Athar Ayo pulang sayang.
Teriak Seira
Sedangkan anaknya itu sedang asyik main bersama Chaira.
Sedikit lagi Bunda. Lagi seru ni...
Jawab Athar yang sedang membidikkan pistolnya ke arah Chaira.
Angkat tangan dan jongkok.
Perintahnya pada Chaira.
Membuat Maira dan Seira tertawa.
Bunda ayo pulang. Misi suda selesai, penjahatnya suda di tangkap.
***
Di tempat yang berbeda.
Reza lalu membuka Amplop yang di berikan Bu Safina dan membacanya secara saksama.
Athar anak kandungnya Qaid Pak Reza. Hasil tes DNA itu menunjukan 90 persen cocok.
Reza tidak bisa berbicara apa apa. Ia hanya diam memikirkan, apa yang akan terjadi ke depannya. Posisi Seira akan semakin salah di mata kakaknya.
Aku malah berharap Dika adalah ayah biologis anak itu. Ucap Reza membuat Qaid dan kedua orangtuanya menatap tajam ke arahnya.
Alhamdulillah jika Qaid adalah ayah kandung Athar. Kami sebagai orang tua tidak ingin mencampuri terlalu dalam urusan anak anak. Semua ini kami kembalikan pada Seira. Jika Seira ingin Qaid tetap bertanggung jawab atas kehidupan dan masa depan Athar kami pun akan mendukungnya. Jika tidak kami juga tidak ingin memaksakan.
Ucap Farah tenang.
Reza sang suami pun menyetujuinya. Hanya Seira yang berhak mengambil keputusan dari anaknya.
__ADS_1
Qaid menanyakan alamat lengkap tempat Seira dan Athar tinggal. Namun Reza hanya memberikan nama kota tempat Seira dan Athar berada.
Ende adalah kota kecil tempat Seira dan Athar tinggal. Disana juga Seira di besarkan oleh kedua orang tua saya. Jika kamu ingin bertanggung jawab atau sekedar meminta maaf maka carilah Seira di kota itu. Tidak sulit untuk menemukan seseorang di kota kecil itu. Jawab Reza.
***
Setelah dari kediaman Reza pamannya Seira. Qaid kembali ke rumahnya.
Nampak Meylani sedang menyiapkan makan malam. Qaid langsung beranjak membersihkan diri. Dan beristirahat, rasanya ia sangat lelah memikirkan kebodohan demi kebodohan yang ia lakukan di masa lalu.
Meylani masuk ke kamar berniat mengajak suaminya itu untuk makan malam.
Mas...
Namun yang ia dapat suaminya sedang tertidur.
Ia melihat sebuah amplop putih yang di tinggalkan Qaid di atas meja.
Meylani lalu mengambilnya. Ia ingin membacanya namun suara ponsel menghentikan aktifitasnya itu.
Meylani pun segera bersiap. Ia membangunkan suaminya untuk meminta izin.
***
Pukul 20:00 Qaid terbangun dari tidurnya. Ia memimpikan dua orang anak, laki laki dan perempuan memanggilnya dengan sebutan ayah.
Qaid membuka galeri foto yang ada di ponselnya, foto pernikahan nya dengan Seira. Tampak Seira sangat bahagia. Andai saja saat itu Qaid menerima pernikahan itu dengan ikhlas tanpa ada dendam terhadap Seira, mungkin saat ini ia tengah berbahagia.
Di tengah lamunannya datang Meylani. Qaid tidak menyadari kedatangan Meylani. Hati Meylani hancur ketika tau Qaid ternyata masi menyimpan foto mantan istrinya.
Meylani suda tidak bisa sabar lagi.
Mas...
Qaid bahkan tidak mendengarnya.
__ADS_1
Mas !!. Teriak Meylani.
Ada apa Meylani. Jawab Qaid sedikit kaget.
Mas...
Apa tidak bisa kau melupakan mantan istri mu itu.
Sakit hati ku mas... Kau bersama ku tapi aku tak bisa miliki hati mu.
Tolong hargai kehadiran ku mas.
Aku menyiapkan mu makan tapi beberapa hari ini kau mengabaikan masakan ku. Apa yang terjadi dengan mu mas. Tanya Meylani lirih.
Meylani mengertilah, sekuat apapun aku berusaha mencintai mu, tetap tidak bisa. Aku suda mencobanya. Aku juga merasa bersalah pada mu. Aku tidak bisa melupakan Seira, dia terus hadir dalam ingatan maupun mimpi ku. Bagaimana bisa aku melupakannya.
Meylani jika di luar sana kau menemukan kebahagiaan dengan orang lain. Maka tinggalkan aku, aku juga ingin kau bahagia. Jawab Qaid lirih.
Tidak mas. Aku mencintai mu. Aku tidak akan kemanapun. Aku akan tetap bersama mu.
Aku tidak memaksa mu. Jika kau merasa itu yang terbaik. Jawab Qaid lalu meninggalkan Meylani ke kamar mandi.
Tidak, aku tidak bisa kehilangan Qaid. Aku mencintainya. Tidak akan ku biarkan dia pergi dari ku. Sekalipun itu Seira.
Istri mana yang tidak sedih jika suaminya memikirkan dan mencintai wanita lain. Meylani memilih mempertahankan cintanya terhadap Qaid. Meski ia tahu Qaid tidak mencintainya sama sekali.
Ia terus berdoa semoga suatu hari, ia menemukan kebahagiaan yang di impikan selama ini.
Meylani tidak pernah menyesal menikah dengan Qaid. Itu adalah keputusannya. Saat ini mungkin Qaid tidak mencintainya karena belum memiliki keturunan.
Ia berpikir untuk memeriksakan kesuburannya secara terperinci. Agar bisa mengetahui penyebab ia belum hamil.
Mas aku berencana untuk memeriksa kesuburan ku besok. Apa mas ingin menemani aku, atau mau sekalian di periksa mas ?.
Baik lah, aku akan mengantar mu besok. Jawab Qaid lalu menarik selimutnya bersiap untuk tidur.
__ADS_1