Seira , Belenggu Cinta

Seira , Belenggu Cinta
Mencari Seira


__ADS_3

Qaid masi berusaha terus mencari Seira. Lewat teman teman Seira yang dulu, namun satu pun tak ada yang tau di mana Seira berada.


Seira pulang ke Flores, sehari setelah sidang putusan perceraian kalian. Aku tidak ingin memberitahu mu di kota mana Seira tinggal. Flores sangat luas. Jika kau mencintainya carilah ke sana.


Begitulah jawaban dari Arif, salah satu kerabat Pamannya Seira yang ia kenal.


Arif sengaja tidak memberitahukan keberadaan Seira, hanya memberitahukan di Flores. Biar saja Qaid mencarinya.


Flores itu luas Bang, ada belasan Kabupaten di sana.


Begitu jawaban salah satu teman kerjanya asal Flores juga.


Melihat kesedihan yang terpancar di wajah sang suami, hati Meylani terasa sakit.


Sejak awal menikah suaminya selalu bersikap dingin terhadapnya, bahkan sampai saat ini mereka belum di karuniai anak.


Rasanya Meylani ingin menyerah, namun ia masi sangat mencintai suaminya itu.


Meskipun cintanya bertepuk sebelah tangan, nyatanya Qaid tidak pernah mencintainya. Meylani tetap melayani Qaid sebagai seorang istri.


Terkadang Qaid menangis meminta maaf terhadapnya, karena belum bisa mencintainya dan melupakan Seira.


Meylani juga berusaha mencari keberadaan Seira, namun tak kunjung ia temukan. Seira menghilang bak di telan bumi.

__ADS_1


***


Qaid yang sedang duduk di balkon kamarnya, menatap rembulan malam. Ia teringat kebersamaannya dengan Seira saat mereka masi pacaran dulu.


Seiranya yang selalu terlihat cantik, dengan senyum manis yang selalu terpancar dari bibir tipisnya. Ingin Qaid melihatnya lagi, ia sangat rindu dengan senyum itu.


Qaid mengeluarkan selembar foto dari dompetnya. Itu adalah foto dirinya dan Seira yang ia ambil sehari sebelum berangkat ke Singapura.


Nyatanya kepergiannya waktu itu merenggut Seira darinya. Ia masi belum bisa memecahkan semua yang Seira alami.


Bahkan tentang Ayah Athar. Apakah benar yang di katakan Seira. Atau ada yang Seira sembunyikan darinya. Ataukah mungkin Seira menjalin hubungan dengan banyak laki laki hingga ia bingung siapa Ayah dari anaknya. Entahlah...


Qaid teringat akan tes DNA yang suda ia lakukan, namun hasilnya tak urung ia buka. Ada rasa takut di hatinya, ia takut terluka mengetahui Ayah Athar yang sebenarnya.


Berbagai pertanyaan muncul di benaknya. Apa yang terjadi dengan Seira sebenarnya.


Qaid Masuk ke kamarnya dan meraih tas kantornya. Ia lalu mengambil amplop yang masi tersegel rapi.


Ia terus menimbang nimbang, ingin segera membukanya namun ia masi sangat takut.


Qaid memutuskan untuk berkunjung ke rumah orang tuanya terlebih dahulu. Mungkin ia bisa membagi semua keluh kesahnya , rasa penyesalannya pada sang Ibu. Hanya Ibunya lah tempat ternyaman selain Seira.


Sesampainya di rumah orang tuanya, Qaid lalu menceritakan semua yang selama ini ia pendam. Berpura pura bahagia dengan pernikahannya. Membohongi Ibunya, sungguh Qaid merasa malu, karena mengabaikan nasihat Ibunya dulu.

__ADS_1


Hanya seorang Ibu yang selalu peka terhadap anaknya. Mama tau Siapa yang bisa membuat mu bahagia, yang jelas bukan Meylani. Hanya Seira satu satunya wanita yang kau cintai meskipun kau terus menyangkalnya.


Saat itu ego mu terlalu tinggi, kau merasa hina, hanya karena fitnah yang Seira lakukan. Apa kau tau penyebab dari Seira melakukan itu?. Ia hanya ingin di lindungi.


Sekarang lihatlah dirimu. Kau bahkan sangat menyedihkan tanpa Seira di sisi mu.


Lalu bagaimana dengan Meylani yang suda kau nikahi. Lupakan Seira jika kau bisa, biarkan orang yang lebih layak membahagiakannya. Dia dan anaknya juga berhak untuk bahagia.


Mama tidak bisa membantu masalah mu kali ini. Kau suda cukup dewasa untuk bersikap.


Begitulah jawaban yang ia dapatkan dari Ibunya sendiri.


Qaid lalu meminta Ibunya untuk membuka amplop tersebut dan membacanya.


Bu Safina lalu membuka amplop tersebut dan membacanya dengan saksama.


Ia lalu beranjak memanggil suaminya, tangisnya pecah saat membaca hasil tes DNA itu.


Membuat Qaid langsung memutuskan untuk pergi, entah apa hasilnya.


Qaid tidak ingin mengetahuinya. Ia mempercepat laju mobilnya, ia tak tahu ke mana arah tujuannya. Ia hanya pergi untuk menenangkan dirinya.


Sepanjang perjalanan dering ponselnya terus berbunyi. Panggilan dari ibunya. Namun tak kunjung Qaid mengangkatnya.

__ADS_1


__ADS_2