
Seira sedang sibuk menyiapkan koleksi terbaru yang akan ia di jual di cabang outlet barunya.
Beberapa tawaran yang datang kepadanya untuk menjalin kerja sama.
Di tengah aktifitasnya yang lumayan sibuk. Ia di kaget kan dengan kedatangan Maira kakaknya.
Setelah bersalaman keduanya kemudian ngobrol di ruang kerja Seira.
Tampak Athar dan baby Alea sedang tidur siang.
"Seira bagaimana persiapan barang yang akan di jual di store baru nanti."
"Suda 90 persen kak.
Semua barang suda aku pesan. Jadi untuk bayi dan anak anak semua suda komplit. Nanti beberapa aku isi dengan boneka dan mainan anak serta aksesoris anak kak." Jawab Seira, sambil meraih snack kesukaannya.
"Baiklah. Kerja yang bagus Seira. Itu Tika dan Aira nanti di pisah aja. Bisa jadikan mereka Leader. Jadi hanya perlu kamu pantau sesekali. Kasihan Alea sama Athar kalo kamu sibuk terus.
Kerjanya dari rumah aja ya"...
Seira mengangguk senang.
"Oke kak"...
Setelah membicarakan banyak hal bersama Seira, Maira kemudian pamit untuk pulang.
***
Seira berjalan sambil menggendong baby Alea dan menuntun Athar.
Athar merengek minta di belikan mainan.
"Seira, tunggu"..
Teriak Fahri.
Ya... Fahri adalah teman Seira sewaktu masi SMP dulu.
"Aku bantuin ya"... Tawar Fahri pada Seira.
"Tidak perlu Fahri, ini suda dekat rumah ko."
"Ayolah Seira, kasihan Athar kelihatan ngantuk banget."
__ADS_1
Seira pun akhirnya menyetujuinya.
Karena merasa tidak enak hati, Seira mengajak Fahri masuk. Berniat untuk berterimakasih dengan menyuguhkan minuman hangat.
Fahri duduk bersama Randy dan Rangga.
Tiba tiba mendengar suara keributan di luar rumahnya.
"Seira keluar kau !
Dasar ****** !
Apa kau tidak malu punya dua anak tapi tanpa bapak !
Keluar kau Seira ."
Bu Hilda melempar pintu rumah Seira dengan sandal jepitnya.
Mendengar suara ibunya, Fahri pun keluar dari dalam rumah.
"Ada Apa ma ?."
"Kamu tu ya, dasar anak tak tahu di untung. Suda di jodohkan dengan perempuan baik baik, berpendidikan tinggi, malah terus saja ngejar ****** sialan itu."
"Di kasih apa kamu sama ****** itu. Berani kamu menjawab mama sekarang Fahri."
Terjadi perdebatan panjang antara Fahri dan ibunya. Fahri terpaksa menahan malunya. Melihat orang banyak yang menyaksikan perdebatan mereka.
"Keluar juga kau ******. Oh aku tahu, kau mencoba menggoda anak ku hahh."
"Maaf ya Bu, sy tidak ada kepikiran sama sekali menggoda siapa pun di sini. Jadi berhenti berteriak teriak depan rumah ini."
"Dan satu lagi yang perlu ibu tau. Saya memang tidak punya suami. Dan hingga saat ini sy tidak pernah meminta bantuan orang lain seperti ibu untuk membesarkan kedua anak saya. Hanya pada keluarga saya, mereka saja menerima saya dengan baik. Kenapa ibu yang permasalahkan status saya.
Ibu juga punya anak perempuan. Semoga anak ibu takdirnya tidak seperti saya. Terimakasih ya bu untuk hinaannya. Silahkan jika suda selesai tinggalkan rumah ini. Kasihan para tetangga yang suda tidur terganggu karena teriakan ibu."
Sontak saja para tetangga riuh.
"Pulang sana.
Dengar tu baik baik, dia tidak minta makan sama kau.
Mau statusnya apa, itu hidup dia. Dasar miskin nurani. "
__ADS_1
Teriak salah satu dari kerumunan para tetangga, Seira tidak tau persis siapa. Namun Seira bersyukur semua tetangganya menerimanya dengan baik.
***
Di dalam kamar Seira sedang berbaring, ia merasa sedih dengan hinaan tadi.
Mengapa tega sekali menghinanya. Bagaimana jika mereka atau anak mereka berada di posisiku.
Seira menyeka air matanya dengan sehelai tisu.
Melihat pintu kamar Seira yang masi terbuka. Bu Aisya pun masuk.
"Mama boleh masuk Seira?."
Tanya Bu Aisya.
Seira mengangguk.
"Jangan sedih. Tidak perlu memikirkan perkataan buruk dari orang lain. Setiap ujian yang di berikan pada kita, yakin bahwa kita bisa melewatinya. Selalu andalkan Allah dalam hal apa pun. Serahkan semua pada Allah ya nak."
Seira memeluk erat Bu Aisya.
"Terimakasih mama. Mama hadir seperti malaikat bagi Seira. Kasih sayang tulus dari mama dan nenek tidak akan pernah Seira lupakan. Maafkan Seira jika belum bisa buat mama bahagia." Cicit Seira sambil menangis dalam pelukan Bu Aisya.
Randy dan Rangga yang menyaksikan itu ikut meneteskan air mata.
"Mama akan selalu menyayangi ke empat anak mama. Kata siapa mama tidak bahagia. Mama sangat bahagia. Hadirnya kalian berempat bagai permata untuk mama."
Randy dan Rangga masuk ke kamarnya Seira.
"Kakak jangan sedih ya. Kami berdua akan selalu sayang dan menjaga kakak sampai kapan pun." Lirih Rangga.
"Iy kak Randy juga akan selalu ada untuk kakak."
Hati Seira menghangat mendengar perkataan Randy dan Rangga. Sangat berbeda dengan adik adik angkatnya di Batam.
"Terimakasih ya adik adik ku. Sini peluk kakak."
Seira bahagia. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Jika Seira kehilangan kasih sayang dari keluarga angkatnya dan orang tua kandungnya, kini Seira bahagia karena Allah menggantikan dengan orang yang berhati tulus luar biasa.
Alhamdulillah ya Allah atas nikmat, rahmat dan karunia yang di berikan kepada ku.
Masalah datang meluruskan hidup kita. Masalah mendewasakan kita, jangan pernah mengeluh jika Allah menguji kita. Ujian adalah tanda cinta Allah terhadap hambaNya. Agar mengetahui seberapa taat kita kepadaNya.
__ADS_1