
Sabar ya nak, mungkin mama mu sedikit kaget dengan keputusan kalian.
Meylani melangkah menuju kamar mertuanya.
Tok tok tok
Bu Mey boleh masuk.? Teriak Meylani yang berdiri tepat di depan pintu kamar mertuanya.
Merasa tak ada jawaban dari ibu mertuanya Meylani memutuskan untuk mendorong handle pintu, ternyata tidak terkunci.
Meylani melangkah masuk dan duduk di samping kanan ibu mertuanya, lalu menggenggam tangan mertuanya.
Bu, Meylani mohon kali ini izinkan Meylani untuk berpisah dengan mas Qaid. Meylani ingin mencari laki laki yang benar mencintai Meylani dengan tulus. Meylani tidak punya tempat di hati mas Qaid. Hatinya hanya milik Seira. Jika tidak segera berpisah, mau sampai kapan hidup kami akan seperti ini. Belum selesai berkata kata. Bu Safina suda meraih Meylani dalam pelukannya. Ia menangis mengeluarkan semua rasa sedih di hatinya.
Maafkan anak ibu Meylani. Ibu doakan semoga ke depannya kamu menemukan laki laki yang baik , yang mencintaimu dan menyayangi mu dengan tulus. Jangan lupakan ibu ya nak. Tetap main ke rumah ini meskipun status kamu bukan istri Qaid lagi. Ibu akan sangat senang jika anak ibu berkunjung. Kamu suda ibu anggap anak sendiri. ibu menyayangi mu sama seperti ibu menyayangi Qaid.
Seketika hati Meylani menghangat, di iringi Isak tangis karena terharu akan ungkapan hati ibu mertuanya yang sangat menyayanginya.
Setelah selesai membicarakan perceraian mereka, keduanya berpamitan menuju rumah orang tua Meylani.
Kini keduanya duduk di ruang keluarga yang berada di kediaman kedua orang tua Meylani.
__ADS_1
Setelah selesai cipika cipiki dan saling menanyakan kabar, dan saat ini mereka sedang bercerita penuh canda tawa.
Ma, Pa Panggil Qaid pada orang tua Meylani yang bernama pak Robby dan mama Maya.
Kedatangan Qaid dan Meylani ke sini bermaksud. belum selesai Qaid berbicara namun Meylani memotongnya.
Mas ikut aku sebentar, ada yang mau aku omongin sama mas.
Meylani menarik tangan Qaid menuju ke kamarnya.
" Ada apa .? " Tanya Qaid sedikit heran dengan sikap Meylani.
Tapi Meylani aku ini laki laki. Biar aku saja yang bicara.
Mas dengarkan aku, aku ini anaknya jadi aku tahu, bagaimana karakter orang tua ku.
Ya suda terserah kamu saja mana yang terbaik. Aku menurut saja, semoga semuanya berjalan lancar.
Qaid dan Meylani memutuskan untuk kembali duduk bersama orang tua Meylani.
"Ma, Pa kedatangan Meylani kesini mau membicarakan hal penting sama mama dan papa. Meylani suda memutuskan untuk bercerai dari mas Qaid.
__ADS_1
Apa...?
Apa kamu suda gila Meylani.!
Kenapa dengan kalian berdua hah ?.
suara pak Robby mulai meninggi dan mama Maya menagis histeris mendengar pernyataan dari putrinya, bahwa ia akan bercerai dengan sang suami.
Pa Meylani tidak mencintai mas Qaid, begitu sebaliknya mas Qaid tidak mencintai Meylani. Pa, Ma Meylani hanya ingin menuntaskan penderitaan ini. Ada hati yang suda Meylani sakiti dulu, bahkan hingga sekarang mungkin dia hidup dalam penderitaan. Suda cukup Meylani tidak kuat lagi. Pernikahan ini hanya membuat Meylani banyak meneteskan air mata.
Ini ulah suami mu, dia tidak becus menjadi imam dalam rumah tangga.
Maafkan Qaid papa.. Qaid memang laki laki tidak becus. Laki laki macam apa yang kamu pilih Meylani. Kata pak Robby lalu mengayunkan tangannya..
Plak. Plak.
Dengan tangan gemetar disertai emosi yang memuncak, dan menampar Qaid yang berdiri tepat di depannya.
Seketika pria paru baya itu memegang dadanya dan mengeluhkan rasa sakit yang luar biasa.
Ia lalu pingsan seketika.
__ADS_1