Seira , Belenggu Cinta

Seira , Belenggu Cinta
Pertemuan Karan Qaid


__ADS_3

Masi dalam dekapan Karan Meylani terus menangis.


"Menangis lah setelah ini ceritakan pada ku apa yang terjadi pada mu." Bisik Karan di telinga Meylani.


"Suami ku dia tidak mencintai ku, dia mencintai mantan istrinya dan ternyata dari hubungan masa lalu mereka mempunyai seorang anak. Mengapa aku sangat bodoh, aku terus bertahan dengan orang yang memang dari awal tidak pernah mencintai ku."


Sambil terus memeluk Meylani, Karan mendengarkan ungkapan hati Meylani yang penuh luka.


"Bicarakan baik baik dengan suami mu, mungkin dia punya alasan untuk menutupi semua dari mu."


Begitulah yang Karan katakan pada Meylani.


"Aku tidak mencintainya lagi, aku ingin segera bercerai darinya. Aku tidak ingin terus terus menyiksa batin ku." Cicit Meylani seraya melepaskan dirinya dari rangkulan Karan.


Karan sangat senang mendengar perkataan Meylani.


Dalam pelukan Karan, Meylani merasa sangat nyaman, sangat berbeda dengan Qaid yang selalu cuek dan dingin terhadapnya.


***


Setelah menenangkan Meylani Karan bergegas ke kantornya. Namun kali ini ia sangat ingin bertemu Qaid, suami dari wanita yang amat sangat ia cintai.


Karan melajukan mobilnya menuju tempat Qaid bekerja.


Pak Qaid ada seseorang ingin bertemu. Kata sang sekretaris.


Ya Qaid menduduki jabatan GM. Di perusahan asal Singapura tersebut.


Baik, suruh masuk. Jawab Qaid. Kembali fokus dengan layar pipih di depannya.


Selamat siang pak Qaid.

__ADS_1


Siang, mari silahkan duduk.


Perkenalkan saya Karan Shivkumar. Saya adalah temannya Meylani istri anda.


Keduanya saling berjabat tangan.


Pak Qaid saya ingin membicarakan masalah pribadi. Bisa saya minta waktu untuk makan siang bersama, di cafe sebrang jalan sana. Kata Karan sedikit gerogi.


Qaid pun menyetujuinya. Keduanya melangkah bersama keluar dari ruangan kerja Qaid, menuju sebuah cafe yang suda di tentukan oleh Karan.


Setelah memesan makan siang. kini Karan mulai membuka obrolan.


Bagaimana kabar Meylani. Tanya Karan hanya sekedar ingin melihat reaksi Qaid.


Alhamdulillah dia baik. Jawab Qaid sedikit gugup dan langsung di ketahui oleh Karan, meskipun sekuat tenaga Qaid mencoba menyembunyikan itu.


Kalau boleh saya tau, suda berapa lama anda mengenal Meylani ? Tanya Qaid lalu meraih teh manis pesanannya.


Saya adalah teman SMA Meylani. Kami bersahabat sangat baik. Dia gadis yang ceria dan pandai bergaul. Jawab Karan dengan wajah berseri seri.


Namun kami berpisah saat saya ikut kedua orang tua saya pindah ke India. Semenjak itu saya kehilangan kontak Meylani. Sambung Karan lagi. Namun kali ini dengan mimik wajah sedikit sedih.


Tidak salah lagi. Qaid mengambil kesimpulan bahwa laki laki di depannya ini sangat mencintai wanita yang telah ia nikahi.


Lantas apa yang membawa anda ingin bertemu dengan saya. Tanya Qaid dengan nada ketus.


Saya hanya ingin berkenalan dengan anda pak Qaid. Meylani adalah perempuan yang sangat baik, pasti suaminya orang baik juga. Ia banyak menceritakan tentang anda pak Qaid. Selalu memuji anda dan itu membuat saya penasaran, dan ingin berkenalan dengan anda. Mungkin kita bisa menjalin kerja sama.


Qaid tersenyum dan menyodorkan kartu namanya.


Tidak salah lagi. Aku harus bisa akrab dengannya untuk bisa mendekati Meylani. Karan terus membatin.

__ADS_1


Setelah selesai makan siang keduanya berpamitan melanjutkan pekerjaan masing masing.


***


Di tempat yang berbeda, Seira sedang menemani kedua anaknya bermain. Mereka kini tengah berada di EM Colection cabang baru yang Seira kelola.


Terlihat beberapa pelanggan sedang berbelanja.


"Mba saya ingin mencari sesuatu untuk bisa saya berikan kepada anak dari teman saya yang baru lahir." Kata salah satu pelanggan.


"Baik, Bapak ingin hadiahkan apa. Di toko kami ada beberapa parcel." Tika berbicara sambil menunjukan deretan parcel yang suda di packing rapi.


Sang pelanggan pun melihat lihat parcel yang cocok.


Seira keluar dari ruangannya. Ia melihat Tika dan Denisa cukup kerepotan melayani pelanggan.


Tika ada yang bisa saya bantu. Tanya Seira.


"Kak tolong temani pelanggan yang sedang mencari parcel. Tika mau bantu pelanggan lain , sepertinya sedang mencari beberapa ukuran baju yang cocok di sebelah sana."


Pinta Tika sambil berlalu.


Seira pun mengangguk.


"Bagaimana pak. Apa ada yang cocok?. Saya merekomendasikan bapak untuk pilih yang ini." Sambil menunjukan ke arah parcel yang di maksud, tanpa melihat ke arah laki laki yang berdiri di sampingnya.


"Paket parcel yang ini suda lengkap dengan peralatan mandi, serta product perawatan kulit terbaik. Baju bajunya merupakan product unggulan di toko kami." Seira menjelaskan dengan penuh semangat.


"Seira..."


Dengan raut wajah kaget, Seira menatap laki laki yang merupakan pelanggan tadi.

__ADS_1


"Kau..."


Jantung Seira serasa ingin berhenti ketika melihat sosok yang kini tengah berdiri tepat di depannya.


__ADS_2