
Wanita itu menatap ke arah Seira dengan penuh amarah.
Kau...
Siapa kau..? Tanya wanita itu pada Seira.
Sedangkan Arafik terlihat memijit pelipisnya karena pusing.
Perkenalkan aku Seira kak. Seira menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan, namun yang di ajak berjabat tangan enggan menanggapinya, merasa tidak ada respon Seira
kembali menurunkan tangannya.
Kamu tau, dengan siapa kamu jalan ?.
Anaknya sedang sakit di rumah sakit, aku menelponnya, namun ponselnya ia matikan. Ternyata kalian sedang asyik makan malam romantis di sini. Teriak wanita itu.
Semua orang yang ada di tempat itu menatap ke arah Seira, Seolah merasa jijik. sedangkan Arafik hanya diam menunduk malu.
Benar benar tak punya hati, aku menyesal menikah dengan mu.! Teriaknya pada Arafik.
Dan kau !, kaulah penyebabnya. Kau dulu meninggalkannya lalu mengapa sekarang ingin kembali. Percuma kau berpakaian syar'i jika hanya menutupi aib mu. Menggoda suami orang, merusak kebahagiaan aku dan anak ku. Teriak wanita itu sambil menangis.
Kak bisa kita bicara baik baik, sepertinya ini hanya salah paham. Aku tidak ada hubungan apapun dengan Arafik. Seira berbicara sambil menatap penuh iba kepada wanita itu.
Ayo kak duduk dulu, Seira menuntun wanita itu untuk duduk di samping Arafik. Setelah melihat wanita di hadapannya suda sedikit lebih tenang Seira pun mulai berbicara.
Kak aku tidak punya hubungan apapun dengan suami kakak. Aku hanya menerima ajakannya makan malam sebagai seorang teman. Aku suda memiliki kehidupan sendiri. Aku bahkan tidak tahu kalau Arafik suda menikah. Maafkan aku. Kata Seira sambil tersenyum.
Iy Sayang, aku dan Seira hanya berteman, karena lama tidak bertemu aku mengajaknya makan malam di sini. Hp ku tadi lowbat jadi tidak bisa hubungi kamu. Arafik berkelit. Dalam hati duh semoga dia percaya dengan apa yang aku katakan.
Aku percaya dengan mu Seira, tapi tidak dengan suami ku, aku tahu dia begitu terobsesi dengan mu. Perkenalkan aku Maharani Panggil saja Rani. Kata perempuan berhidung mancung itu, Sambil menyodorkan tangannya pada Seira.
Senang bertemu dengan mu kak. Jawab Seira sambil berjabat tangan dengan Rani.
Sial gagal lagi aku kali ini, lihat saja akan ku jadikan kau istri ku juga suatu saat nanti. Arafik berkata dalam hati.
Baik lah Seira kami permisi dulu. Rani lalu berdiri sambil menarik pergelangan tangan Arafik. Ia terpaksa mengikuti sang istri, demi menyusun rencana selanjutnya. Jangan pikir Arafik menyerah keinginan untuk memiliki Seira sangat besar. Sehingga menutup semua akal sehatnya.
__ADS_1
Sementara Seira duduk sejenak untuk menjernihkan kembali pikirannya, masalah tadi
membuatnya sangat malu. Beruntungnya bisa ia selesaikan kesalahpahaman itu.
Seira lalu melangkah keluar dari restoran itu. Sambil berjalan ke arah jalan dan menunggu angkot di sana.
Seira tak habis pikir dengan Arafik, mempunyai istri namun mengajaknya balikan. Dasar laki laki gila.
***
Beberapa bulan kemudian bisnis yang Seira kelola semakin berkembang, kini sedang merencanakan untuk membuka cabang di beberapa kota di Nusa Tenggara Timur.
Dan Arafik, laki laki itu tidak pernah menemui Seira setelah kejadian itu. Seira merasa tenang saat ini.
Derita yang ia alami saat bersama Qaid membuat Seira trauma untuk mengenal laki laki, biarkan hidupnya seperti ini. Ia merasa sangat bahagia karena kedua anaknya dan keluarga yang selalu mendukung dan menyayanginya.
Sedangkan di tempat yang berbeda Qaid dan Meylani kini telah resmi bercerai. Qaid suda resign dari pekerjaannya dan pindah ke Flores, tepatnya Di Labuan Bajo.
Qaid menjalankan usaha perhotelan, tak tanggung tanggung sebuah hotel bintang lima miliknya akan di bangun di sana.
Qaid juga sedang merintis usaha retail miliknya. Rencananya ia akan membuka store pertamanya di Kota Ende tempat Seira dan Putranya Athar berada.
Fajar apakah tempat tinggal kita jauh dari pusat kota ?. Tanya Qaid pada sang asisten.
Bernama Fajar, laki laki asal Ende tersebut adalah asisten pribadinya. Sengaja Qaid mencari asisten yang berasal dari Kota Ende, dengan begitu akan memudahkannya untuk mencari keberadaan Seira dan juga Athar.
Qaid bertekad akan menelusuri Kota Ende secara keseluruhan demi menemukan Seira dan Athar.
Suda pak. Jawab Fajar.
Pak apa bapak tidak keberatan jika aku ajak kerumah ku dulu. Tempat tinggal bapak hanya berselang beberapa rumah dari kediaman kedua orang tua ku. Sambung Fajar lagi.
Baik lah. Aku pikir juga begitu. Jawab Qaid datar.
Fajar, apa kau pernah melihat wanita ini?
Qaid lalu menunjukan foto Seira pada Fajar.
__ADS_1
Seperti tidak asing, tapi aku seperti pernah melihatnya. Jawab Fajar berusaha mengingatnya.
Coba di ingat lagi fajar. Aku berharap secepatnya bertemu dengannya.
Pak, bisa kirim fotonya ke aku ?, aku akan mencarinya, siapa tahu ada salah satu di antara teman teman ku yang mengenalnya.
Qaid lalu mengirim foto Seira untuk fajar. Tolong di cari keberadaannya Fajar. Dia sangat berarti untuk ku.
Fajar hanya mengangguk, Siapa wanita itu, mungkin kah dia kekasihnya pak Qaid. Fajar hanya menuruti perkataan Qaid, ia tidak ingin bertanya pada bosnya itu.
Setelah pesawat mendarat sempurna, dua laki laki itu kemudian turun dari tangga pesawat berjalan menuju pintu keluar penumpang. Di sana sopir pribadinya Qaid suda menunggu kedatangan mereka.
Tujuh menit perjalanan membelah kota kecil itu, Qaid dan Fajar tiba di kediaman keluarga Fajar.
Semua anggota keluarga menyambut hangat kedatangan Qaid. Yang mereka kenal adalah Bos dari Fajar.
Dengan gerakan cepat Fajar mengirim foto Seira ke grup chat aplikasi WhatsApp
"Ada yang kenal dengan ini Cewek kow ?"
Begitu isi chat yang di kirim fajar pada grup chat teman teman SMA dulu.
Sambil menunggu balasan dari teman temannya, Fajar bergegas membersihkan diri.
Sementara Qaid sedang ngobrol bersama Pak Salman dan Bu Sofia orang tua Fajar.
Setelah selesai membersihkan diri, Fajar kemudian memeriksa kembali pesan masuk yang ada pada ponselnya.
Rahmi
Jar itu Cewek yang punya EM Colection.
Bian
Tcu cewek tinggal di belakang pasar senggol kalo tidak salah.
Titin
__ADS_1
Pemilik EM Colection, Adik angkat dari Kak Maira pemilik EM Cafe yang di Pantai Bitta.
Fajar lalu menunjukkan balasan chat dari teman temannya pada Qaid.