Seira , Belenggu Cinta

Seira , Belenggu Cinta
Lamaran Karan


__ADS_3

Bukan saja Kerena cintanya terhadap Meylani. Tapi Meylani adalah sosok ibu yang di janjikan Karang pada kedua anaknya. Apa yang harus ia katakan pada kedua anak bahwa dirinya tidak mampu membawa Meylani untuk tinggal bersama mereka.


Pokoknya Deddy harus janji sama Arsya, bawa Tante Mey untuk menggantikan mommy. Arsya hanya mau Tante Mey Dad.


Bak kaset rusak, perkataan Arsya terus terngiang di telinganya. Apa yang akan ia katakan pada putranya nanti.


Karan...


Panggil Meylani, namun Karan hanya diam menunduk.


Apa dia sangat mencintai ku, terlihat kacau seperti itu saat aku tolak. Sungguh ia tidak tega melihat Karan seperti itu.


Karan..


Panggil Meylani lagi. Kali ini dengan kedua tangannya ia memegang kedua bahu Karan dan menuntunnya untuk kembali berdiri.


Kau Mencintaiku ?.


Tanya Meylani yang kini berdiri tepat di depannya. Tatapan mereka bertemu, Karan menatap lekat mata Meylani.


Sangat, aku sangat mencintai mu. Kamu cinta pertama yang tidak bisa aku hilangkan di hati ku. Bahkan setelah kehadiran mommynya Arsya sekalipun. Dan hebatnya kedua anak ku juga mencintai mu, Arsya meminta ku untuk menjadikan mu ibu bagi mereka.


Meylani menitihkan air mata mendengar ucapan Karan.


Tunggu Apa lagi Karan, ulangi adegan tadi. Aku ingin mereka semua yang ada di restoran menjadi saksi cinta kita.

__ADS_1


Ucap Meylani sambil mengusap kedua matanya.


Tanpa menjawab, dengan sigap Karan kembali berlutut di hadapan Meylani.


Meylani setelah sekian banyak waktu yang kita lewati bersama. Hari ini aku memutuskan menjadikan mu sebagai pendamping hidupku , yang akan menyempurnakan separuh agama ku dan juga ibu bagi anak anak ku. Jika waktu itu aku terpaksa meninggalkan mu, maka hari ini izinkan aku memaksa mu menjadi istri.


Karan meraih kotak cincin dari kantong celananya, sambil terus berlutut di hadapan Meylani, lalu memegang kedua tangannya.


Meylani mau kah kau menikah dengan ku ?


Dengan segenap hati dan setulus cinta ku pada mu dan juga anak anak, aku menerima lamaran mu. Aku harap kamu adalah Imam yang di pilih Allah untuk menuntun jalan ku menuju surgaNya. Jawab Meylani penuh haru, hingga buliran bening dari kedua matanya terus membasahi pipinya.


Terdengar riuh tepuk tangan dari semua pengunjung restoran yang menyaksikan acara lamaran tersebut dan juga para karyawan restoran yang mengucapkan selamat


Karan mengamini ucapan Meylani, ia tidak menyangka Meylani akan menerima lamarannya.


Mey, secepatnya aku akan melamar mu di hadapan kedua orang tua dan keluarga besar mu. Minggu depan orang tua ku akan datang dari India, Semua akan di percepat, karena secepatnya harus kembali ke India.


Baiklah Karan aku akan membicarakan dengan orang tua ku terlebih dahulu.


Setelah membayar tagihan makanan, Karan dan Meylani pun bergegas meninggalkan restoran tersebut, menuju rumah Karan.


Lima belas menit perjalanan Karan memarkirkan mobilnya di depan halaman rumahnya. Layaknya hunian asri , terdapat banyak tanaman dan berbagai jenis bunga.


Baru kali ini Meylani memperhatikan rumah Karan secara saksama. Biasanya wanita itu datang ketika ada urusan penting, atau hal hal darurat, sehingga matanya tidak dapat melihat keindahan rumah tersebut.

__ADS_1


Kamu suka ?. Tanya Karan pada Meylani yang sedang berdiri tepat di depan Bunga Anggrek Putih yang sedang mekar.


Iya Karan, aku suka.


Meylani melangkahkan kakinya menuju pot Bunga Mawar yang juga sedang mekar.


Siapa yang mengurus bunga bunga ini tiap harinya ?. Tanya Meylani.


Aku Mey, jadi kalau aku ada waktu kosong, selalu sempatkan diri untuk tanaman-tanaman ini.


Karan lalu memetik setangkai Bunga Mawar Putih, dan di berikan pada Meylani.


Ini untuk mu Mey.


Terimakasih. Meylani lalu mencium sejenak Bunga yang di berikan Karan padanya.


Ini kali ke dua kamu memberikan aku Bunga Mawar Putih.


Memangnya kali pertamanya kapan ?.


Sebenarnya pertanyaan itu hanya sekedar untuk mengetes ingatan Meylani tentang dirinya.


Waktu kamu nembak aku saat kita masi kelas 1 SMA.


Dan aku bilang. Mey maukah kamu menjadi pacar ku ?. Ucap Karan sambil tersenyum.

__ADS_1


ya suda ayo masuk, suda di tunggu anak anak di dalam, dan bapaknya malah sibuk menggoda pacarnya.


Hey, kau bukan pacar, kau calon ibu mereka.


__ADS_2