
Setelah selesai berbicara dengan sekertaris nya, Qaid kembali ke tempat duduknya.
Sambil menyeruput teh hijau yang ia pesan, Qaid melanjutkan obrolannya dengan Karan beberapa menit yang lalu.
Begini pak Karan, hubungan saya dan Meylani sangat rumit. Tidak seperti yang orang lain bayangkan. Saya suda berusaha sedemikian rupa untuk mencintai Meylani. Namun hingga saat ini perasaan cinta itu tidak pernah ada. Meylani sangat tersiksa secara batin hidup dengan laki laki bodoh seperti saya. Bagai mana bisa melakukan kesalahan sebanyak dua kali. Dua kali saya gagal dalam membina rumah tangga. Setelah berpisah akhirnya saya sadar siapa pemilik hati yang sebenarnya. Bukan karena saya memiliki seorang putra dari Seira sedangkan Meylani sampai saat ini belum di karuniai anak. Tapi dari awal saya memang tidak pernah mencintai Meylani. Saya menikahinya hanya karena dendam saya terhadap Seira. Hanya karena ingin melihat Seira menderita. Lirih Qaid.
Tanpa respon apa pun Karan hanya mendengarkan curhatan Qaid saja.
Karan tidak marah atau sedih. Dalam hati justru ia senang mendengarnya.
Terus, bagaimana rencana mu sekarang pak Qaid. Jika anda tidak mencintainya maka lepaskan dia. Dia berhak untuk hidup bahagia dengan orang yang benar benar tulus mencintainya. Jawab Karan dengan suara tegas.
Qaid yang sedang menunduk mengangkat wajahnya dan menatap Karan lekat.
Dengan orang yang benar benar mencintainya ?. Pak Karan apakah itu anda ?. Tanya Qaid dengan ekspresi datar.
Saya tidak bilang bahwa laki laki itu adalah saya. Anda sendiri yang menebak. Cicit Karan.
Pak Karan, jangan lupa kita sama sama laki laki. Tidak ada yang lebih mengerti laki laki selain kaumnya sendiri. Aku bisa melihat dari tatapan mu, bisa ku simpulkan bahwa anda mencintainya.
Sok tau !.
Apa anda berpikir bahwa Meylani akan mencintai saya ?. Tanya Karan pada Qaid.
__ADS_1
Jadi benar, anda mencintainya ?. Tanya Qaid lagi.
Kenapa bertanya jika anda suda tau. Jawab Karan ketus.
Alhamdulillah.
Karan heran dengan respon Qaid yang biasa saja. Biasanya seorang suami akan cemburu jika ada laki laki lain yang mencintai istrinya. Namun berbeda dengan laki laki yang duduk di hadapannya kini.
Anda tau pak Karan ?. Meskipun saya tidak mencintainya, namun saya menyayanginya. Saya ingin memastikan melepaskan dia dengan orang yang tepat suatu saat nanti. Saya ingin Meylani bahagia. Karena selama hidup bersama saya Meylani sangat menderita. Saya tau di hatinya ia suda tidak kuat lagi. Namun ia terus mencoba untuk bertahan. Saya ingin membebaskan dia dari semua penderitaan yang saya buat.
Saya ingin meminta suatu hal pada anda pak Karan.
Katakan pak Qaid apa yang anda inginkan dari saya.
Bisakah anda menjaga Meylani. Membahagiakannya, mencintainya dengan setulus hati. Saya yakin masi ada rasa yang tertinggal di hatinya untuk anda. Dia juga sangat menyayangi anak anak anda. Mungkin anda berpikir saya adalah suami yang gila. Tapi hanya ini yang bisa saya lakukan untuk menebus semua sakit yang saya berikan. Saya tau anda orang yang tepat. Apakah anda bisa ?. Tanya Qaid lirih.
Baiklah pak Karan. Mulai besok bawalah anak anak anda ke rumah. Agar anda dan anak anak bisa dekat dengan Meylani. Secepatnya saya akan mengurus perceraian kami, tapi setelah saya bicarakan dengan keluarga saya maupun Meylani. Doakan semoga lancar.
Setelah selesai berbicara keduanya lalu meninggalkan restoran, dengan pelukan hangat. Mungkin akan semakin akrab setelah ini.
Dalam perjalanan pulang Karan sangat senang ia terus bersenandung ria.
Karan merasa sangat senang, ia memiliki peluang untuk bisa mendapatkan Meylani sebagai istrinya dan ibu sambung bagi anak anaknya.
__ADS_1
Jiwa kesepiannya yang dulu meronta, lantaran di tinggal sang istri sesaat setelah melahirkan putri kecil mereka, membuat Karan di selimuti rasa sedih yang mendalam. Di tambah lagi setelah menerima kenyataan perempuan yang ia cintai telah menikah dengan laki laki lain. Membuat Karan bertambah nelangsa.
Kerinduan anak anaknya akan sosok seorang ibu membuat Karan sangat sedih. Ia hanya berharap Meylani, cinta pertamanya dulu. Dengan keyakinan penuh Karan meninggalkan India dan kembali menetap di Indonesia. Tepatnya di kota Batam tempat ia di besarkan dulu.
***
Duduk berdua di balkon kamar mereka, sambil menikmati secangkir teh hangat di malam hari.
Menatap bintang bintang yang bertaburan di langit yang begitu gelap.
Dulu saat pertama menjalin hubungan dengan mu, aku merasa seperti bintang Kejora. Paling terang di antara semua bintang. Meylani berujar lirih. Sambil menatap bintang di langit yang gelap.
Sampai akhirnya kita menikah, dan di hari pertama setelah kita menikah aku mendadak menjadi bintang Proxima Centauri, bintang yang letaknya sangat jauh dari bumi. Aku tau mas kau pun paham dengan perasaan ku dulu saat kita pertama menikah hingga saat ini. Aku juga memahami itu. Di hati mu hanya ada satu wanita, yang benar benar mas cintai. Meskipun dulu mas membencinya. Air matanya tak terbendung lagi. Mungkin setiap hari Qaid tidak pernah melihatnya menangis. Ia selalu terlihat tegar untuk mempertahankan rumah tangga tanpa cinta itu. Lebih tepatnya cinta bertepuk sebelah tangan. Karena yang memiliki rasa itu hanya ia seorang.
Qaid menatap Meylani diam tanpa kata. Lidahnya seolah keluh untuk sekedar membalas ucapan Meylani.
Cinta yang tulus untuk mu dulu menguap entah ke mana. Mungkin terlalu besar rasa kecewa. Hingga rasa itu hilang begitu saja. Kini pandangan Meylani tertuju pada laki laki yang tertunduk di hadapannya.
Lihat aku mas. Mas aku ingin mengakhiri semuanya. Aku ingin kita bahagia dengan orang yang benar benar kita cintai. Akhiri pernikahan ini mas. Tidak ada yang perlu mas khawatirkan. Aku bisa menjalani semua sendiri. Mungkin ini juga karma untuk kita. Karena menyakiti hati Seira dan anaknya. Aku ikhlas mas. Kembalilah bersama Seira. Kejar dan miliki dia dan putra mu kembali. Doakan aku agar menemukan orang yang benar benar tulus mencintaiku. Meylani terisak piluh.
Qaid tak bisa menghentikan laju air mata, yang turun membasahi pipinya. Katakan bahwa ia laki laki lemah dan cengeng.
Qaid menarik Meylani dalam pelukannya. Aku memang tidak mencintai mu. Namun aku menyayangimu. Besok aku akan kembalikan mu secara baik baik pada kedua orang tua mu.
__ADS_1
Seulas senyum terpancar di bibir Meylani. Kini ia lega. Ia harus bisa berdamai dengan perasaannya sendiri.
Terimakasih mas.