Seira , Belenggu Cinta

Seira , Belenggu Cinta
Syok


__ADS_3

Papa...!


Meylani langsung memeluk papanya, sakit karena mendapatkan dua kali tamparan sang mertua pun suda tidak di hiraukan olehnya. Dengan sigap Qaid memapah tubuh paru baya itu menuju mobil.


Dalam perjalanan Qaid menambah kecepatan agar mertuanya dapat tertolong dengan cepat.


15 menit menuju rumah sakit, mereka tiba di IGD.


Mohon di tunggu di luar ya, kami akan periksakan kondisi pasien.


Lima belas menit kemudian , terlihat laki laki berjas putih keluar dari IGD.


Dokter bagaimana kondisi suami saya.? Tanya Bu Maya pada laki laki yang ia yakini seorang dokter.


kondisi pasien suda membaik, pasien mengalami gejala serangan jantung, untung cepat di tangani, silahkan pasien suda bisa di jemput pulang dan beristirahat di rumah saja.Kata dokter tersebut sambil berlalu dari hadapan Meylani dan ibunya.


Terimakasih dokter. Jawab Meylani, lalu menggandeng tangan ibunya dan masuk ke dalam ruangan IGD di ikuti oleh Qaid.


Lelaki paruh baya tersebut sangat marah terhadap Qaid yang telah menyakiti hati anaknya.


Pergi dari sini...!


Pergi !.


Sementara Qaid hanya diam tanpa kata. jika di jawab maka akan membuat papa mertuanya semakin marah.


Pa sudalah, jangan terbawa emosi. Pernikahan kami memang suda salah sejak awal. Meylani yang suda menghancurkan hati Seira. Andai saja dulu Meylani tidak menggoda mas Qaid, pasti semua tidak akan berantakan seperti ini.

__ADS_1


Tidak Meylani, usir laki laki itu, suru dia ceraikan kamu sekarang juga dan jangan pernah menginjak rumah ku Lagi.


Qaid lalu pergi meninggalkan rumah sakit.


namun ia teringat akan mertuanya yang akan pulang.


Qaid kembali ke IGD, untuk menjemput Meylani dan orang tuanya.


Mereka pulang dengan mobil Qaid . di dalam mobil tidak ada perbincangan lagi, entah itu hal serius atau yang bersifat humoris. Semua kalut dengan pikiran masing masing.


Sebelum pulang Qaid berpesan pada


Meylani untuk kembali ke rumah mereka setelah papanya membaik.


Meylani biar aku yang pergi dari rumah itu. kamu yang lebih berhak atas rumah itu, tinggallah di sana. Selama ini aku tidak pernah membuat mu bahagia. Maafkan aku Meylani aku pantas mendapatkan tamparan dari papa tadi.


Meylani hanya diam tak menjawab apapun ia lalu meninggalkan Qaid di teras rumahnya. Ia tidak tahu apa harus menangis atau bahagia.


Suda cukup Meylani tersiksa empat tahun lamanya bertahan hidup dengan laki laki yang ternyata mencintai mantan istrinya. Sekuat tenaga ia bertahan , berbagai cara ia lakukan namun semua tidak menunjukkan hasil. dan kini berujung pada sebuah perpisahan yang menyakitkan baginya.


***


Malam minggu Seira di ajak oleh Arafik untuk makan malam, laki laki itu bahkan sampai mengunjungi rumah Seira untuk meminta izin langsung pada Bu Aisya.


Dengan berat hati Seira melangkah, di atas motor yang melaju dengan kecepatan konstan Seira hanya diam layaknya orang bisu.


Sepeda motor yang mereka tunggangi berhenti di parkiran sebuah cafe yang berada di pinggir pantai.

__ADS_1


Seira mengikuti langkah kaki Arafik yang hendak mencari tempat yang nyaman untuk mereka duduki. Pilihan mereka terletak pada meja no satu yang berada di sudut ruangan.


Seira mau makan apa ?. Tanya Arafik sambil membolak-balikkan buku menu.


Samain aja Raf. Jawab Seira datar.


Arafik lalu memesan dua porsi Ayam panggang beserta nasi dan dua jus jeruk.


Setelah semua makan suda lengkap di meja mereka keduanya lalu makan. Seira tampak canggung, sedangkan Arafik menatap Seira penuh senyum bahagia.


Setelah selesai makan Arafik kembali memesan Dua porsi ice cream coklat sebagai disert.


Seira sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan sama kamu. Kata Arafik memecah keheningan di antara mereka.


Katakan aku akan mendengarnya. Jawab Seira.


Seira dulu saat kau pergi meninggalkan ku, aku sangat kacau bahkan 1 tahun lamanya aku mengalami depresi. Aku tak ada artinya tanpa mu waktu itu. Dunia ku serasa gelap tanpa cahaya.


Seira aku memang bukan laki laki baik,


mau kah kau kembali bersama ku ?. Aku akan menerima anak anak mu dengan sepenuh hati.


Seira kaget tak bisa berkata kata.


Maaf Arafik Ak...


prrraaang...

__ADS_1


Seira kaget tak bisa melanjutkan katanya.


Seorang wanita berdiri di depannya dengan busana muslim syar'i. Matanya terlihat merah menyala, seperti seekor serigala yang siap menerkam tawanannya.


__ADS_2