
Meylani duduk menunggu Karan di sebuah restoran sesuai dengan janji mereka. Hubungan mereka hanya sebatas teman, meskipun Meylani kini tengah jatuh hati pada Karan setelah perceraiannya dengan Qaid.
Perhatian yang begitu luar biasa yang ia dapatkan dari Karan membuat Meylani luluh.
Namun Meylani tidak ingin seagresif dulu ketika pertama kali menjalin hubungan baik dengan Qaid. Dan lihat lah saat ini andingnya tidak berjalan mulus, malah p perceraian yang ia dapatkan.
Karan yang baru saja datang terlihat sempurna di mata Meylani. Duda beranak dua yang kini kembali menguasai hatinya. Ia begitu terpesona dengan penampilan Karan yang luar biasa cool.
Mey, suda lama ?. Tanya Karan sambil mendaratkan bokongnya tepat di depan Meylani.
Nggak, baru 5 menit yang lalu. Jawab Meylani sambil tersenyum.
Sejenak Karan menatap perempuan yang duduk di depannya sangat Cantik dengan mengenakan dress tanpa lengan berwarna peach.
Ayo pesan sesuatu. Tawar Karan pada Meylani.
Kamu aja, aku ngikut kamu aja.
Karan lalu memesan makanan sesuai keinginannya. Dua beef steak beserta potato cheese. mereka lalu menyantapnya sambil mengobrol ringan, seputar bisnis yang baru saja Meylani jalani.
Bagaimana Mey dengan bisnis mu ?. Tanya Karan sambil memotong steaknya perlahan.
Alhamdulillah, lancar Karan, harga emas memang lagi murah, di tambah semua model aku perbarui, jadi semua yang ada di MJ (Meylani Jewelry) itu semua desain ku sendiri. Biar kelihatan beda gitu sama yang lain. Jawab Meylani penuh semangat.
Kamu luar biasa Meylani, aku bangga mempunyai teman seperti mu. Ucap Karan.
Jangan memuji ku seperti itu, aku masi jauh di bawah mu. Siapa yang tidak kenal Karan Shivkumar seorang pebisnis properti paling terkenal di Kota Batam. Canda Meylani.
Hal itu membuat Karan tertawa lepas.
Duh, rasanya aku ingin terbang ke awan Mey, pujian mu luar biasa.
__ADS_1
Keduanya pun tertawa bersama.
Oh ya Mey. ada beberapa dissert cake di sini yang enak banget, mau coba ?. Tanya Karan pada Meylani.
Boleh. Jawab Meylani sambil tersenyum.
Karan lalu memanggil waitrees.
Mba keluarkan dissertnya ya.. perintah Karan.
Baik pak. Jawab sang waitrees.
Lima menit kemudian ia kembali dengan dua dissert di atas tray yang di bawanya.
Di letakannya salah satu di depan Meylani.
Sejenak mata Meylani berbinar menatap dissert dengan lelehan coklat yang sangat banyak tersebut.
Itu rasa tiramisu ?. Tanya Meylani, menunjuk ke arah dissert yang terletak di depan Karan.
Iya Mey, dua hari lalu aku suda makan yang coklat itu. Jawab Karan sambil menyendokan dissert itu ke mulutnya.
Berarti kamu sering ke sini donk. Tanya Meylani sedikit penasaran.
Sebenarnya Arsya sangat suka dissert coklat yang kamu makan itu, jadi aku sering mampir ke sini hampir tiap hari malah.
Meylani sangat bersemangat memakan dissert coklat tersebut.
Aku uda lama banget nggak makan ini Karan. Ini benar benar dissert terenak yang pernah aku makan. Rasanya uhhh benar benar bikin aku meram melek. Ucap Meylani sambil tertawa.
Pelan pelan Mey, punya ku masi banyak, kalo yang itu habis, kamu bisa habiskan punya ku juga.
__ADS_1
Karan terus menatap Meylani yang sedang makan. Cantik sekali jika sedang tersenyum seperti itu. Syukurlah dia menyukai dissert itu.
Karan berkata dalam hati.
Meylani merasakan benda aneh di mulutnya. ia mencoba mengigit, mungkin coklat yang gagal leleh jadi lumayan keras. Pikirnya dalam hati.
Meylani mengambil tisu berniat mengeluarkan sesuatu dari mulutnya di atas tisu.
Seketika matanya membola melihat penampakan cincin mewah bermata putih itu keluar dari mulutnya.
Karan sepertinya kita harus mengembalikan ini pada pemiliknya , mungkin ini terjatuh dan masuk ke sini. Ayo Karan kita harus mencari pemilik cincin ini. Ucap Meylani pada Karan sambil memegang cincin bermata berlian tersebut.
Ini berlian lho Karan, pemiliknya pasti akan sedih banget jika sampai kehilangan. Ayo Karan kita harus temukan pemiliknya.
Meylani semakin di buat heran oleh tingkah Karan yang hanya menatapnya diam dan tersenyum.
Itu milik mu Mey.
Karan lalu beranjak dari tempat duduknya kemudian berlutut tepat di depan Meylani, lalu meraih kedua tangan Meylani untuk ia genggam.
Semua mata penasaran dan jiwa jiwa kepo mulai meronta-ronta dalam diri pengunjung Restoran yang menyaksikan adegan itu.
Meylani maukah kamu menjadi istriku dan ibu bagi Arsya dan Queen ?
Meylani melepas paksa tangannya dari genggaman Karan. Lalu menangis tersedu sedu, membuat orang orang semakin heran menatap ke arahnya.
Sambil menangis Meylani berkata pada Karan yang tengah berdiri sambil menatapnya penuh harap.
Tidak, tidak Karan aku tidak bisa. Ucap Meylani sambil membalikan badannya membelakangi Karan seolah siap untuk melangkah meninggalkan Karan dengan sejuta harapan yang suda Karan bangun.
Mendengar itu dunia Karan seakan berhenti. kini tertunduk lemas, dengan kedua lutut bertumpu pada lantai restoran.
__ADS_1