Seira , Belenggu Cinta

Seira , Belenggu Cinta
Pernikahan Karan Meylani


__ADS_3

SAH SAH SAH


Ucap para saksi. Meylani yang mendengar ijab qobul itu pun menagis haru dan menyeka air matanya menggunakan selembar tisu dengan sangat hati hati. Ia takut make up-nya berantakan nantinya.


Helaan napas lega dari Karan karena hal yang mendebarkan telah ia lewati. Saat mengangkat wajahnya terlihat Meylani sedang di tuntun oleh ibunya berjalan ke arahnya.


Hal itu juga di rasakan Meylani ada haru dan juga bahagia. Meylani merasa bahagia menikah dengan Karan, mereka saling mencintai. Meylani yang memiliki kekurangan karena di vonis dokter mandul, merasa kebahagiaannya telah lengkap. Menikah dengan seorang duda beranak dua merupakan bonus untuk dirinya agar bisa merasakan bahagianya menjadi seorang ibu.


Meylani meraih tangan laki laki yang kini menjadi suaminya dan menciumnya penuh cinta. Terasa sangat berbeda saat menikah dengan Qaid dulu yang terlihat sangat kaku. Berbeda dengan Karan yang kini menatap matanya penuh cinta lalu mencium kening istrinya dengan penuh kasih sayang.


Terimakasih telah menerima ku sebagai suami mu, dan menerima anak anak ku sebagai anak mu juga. Aku akan berusaha membuat mu dan anak anak kita terus bahagia. Sekali lagi terimakasih sayang kau suda menyempurnakan hidup ku dan anak anak. Kami mencintai mu. Karan memeluk Meylani erat hingga terdengar riuh tepuk tangan para tamu undangan.


Mas aku yang beruntung menjadi istri mu, terimakasih telah menerima kekurangan ku, Aku juga mencintai kalian. Ucap Meylani tak sanggup menahan laju air matanya.


Karan meraih selembar tisu dan menyeka tetesan bening yang turun dari mata indah wanita yang di cintainya itu.


"Huuussssttt....


Jangan sedih, harusnya kita bahagia, setelah sekian lama penantian akhirnya Allah mengabulkan doa kita."


Meylani tersenyum menatap mata Karan.


"Aku bahagia, aku hanya terharu mas, tidak menyangka setelah berbagai masalah yang aku lewati , ternyata Allah begitu baik memberikan aku kebahagiaan yang tak terduga.


Di tengah obrolan mereka yang penuh haru..


Daddy....

__ADS_1


Teriak Arsya sambil berjalan mendekati Deddy dan ibu sambungnya.


Mom...


Teriak Queen, yang ikut berjalan di belakang Arsya.


Dengan cepat Meylani meraih Queen dalam gendongannya ketika anak itu tiba di hadapannya, dan menghujami putri cantik yang sekarang menjadi anaknya itu dengan ciuman bertubi tubi di pipi putrinya.


Meylani tertawa bahagia saat Queen membalas mencium pipinya.


"Yahhhh


Aku kalah start niww. Malah keduluan sama Queen." Bisik Karan di telinga Meylani.


Meylani hanya tertawa geli melihat tingkah laki laki yang berstatus suaminya itu.


Ucap Meylani sambil tersenyum melihat tingkah lucu suaminya.


"Mom boleh ya, Arsya bobo sama Mom, Arsya pengen di peluk Mom." Ucap Arsya yang terlihat sangat manja.


"Boleh kog sayang, Mom senang apalagi di temani anak anak mom yang ganteng dan cantik."


Arsya bersorak gembira seraya melompat lompat, namun tidak dengan Karan yang terlihat lesu, berpikir akan berbuka puasa, setelah puasa panjang yang ia lewati selama 3 tahun terakhir ini, namun kini anak anaknya justru mengacaukan malam pertamanya.


"Hmmm, puasa lagi." Sambil menaikan alisnya.


" Sayang apa tidak bisa kita tidur berdua saja, anak anak nanti aku minta mama papa yang jaga. Biarkan mereka tidur sama nenek kakeknya, jangan ganggu acara kita." Ucap Karan dengan wajah sendu.

__ADS_1


"Mas kog gitu. Masa sama anak sendiri seperti itu, nanti kita bujuk pelan pelan anak anak agar mau tidur di kamar mereka. Suda ah, jangan lebai begitu." Ucap Meylani kesal pada kelakuan Karan.


Karan yang mendengar Omelan Meylani hanya mengangguk dan menyunggingkan senyum kecutnya, sekecut belimbing wuluh.


Arsya dan Queen tak mau jauh dari Meylani kini ikut duduk di singgasana raja dan ratu sehari. Kakak beradik itu sama sama merebut perhatian dari Meylani.


" Mom.... Nanti mom Bobonya di tengah ya, biar bagian Abang Arsya di sebelah kiri dan sebelah kanan Queen."


"Baik lah tuan putri Queen, Mom akan tidur di peluk oleh pangeran dan putri cantik." Ucap Meylani seraya memeluk Queen erat.


"Hey kamu istri aku, terus kalo kamu tidurnya sama mereka, aku tidur di mana ?." Ucap Karan gusar.


Bukan cuma gagal malam pertama, Karan pun tak bisa memeluk istrinya kini. Sebenarnya ia sangat merindukan pelukan Meylani. Tapi kedua anak liciknya itu suda memonopoli istrinya.


Awas saja kalian besok ucap Karan sambil mencubit gemas kedua anaknya.


"Lihat saja sayang, kau akan terima hukuman dari ku." Bisik Karan di telinga Meylani.


Setelah selesai resepsi pernikahan mereka, Karan dan Meylani pun kembali ke kamar mereka. Arsya dan Queen suda di ajak kedua orang tua Karan. Berkat bujuk rayunya kedua anaknya pun luluh dan memilih mengalah untuk tidak tidur bersama mereka.


Setelah membersihkan diri keduanya pun memutuskan untuk tidur. Yah tau sendiri lah tidur ala ala pengantin baru.


Pagi hari setelah bangun Meylani sangat kelelahan, badannya seolah remuk. Pasalnya sang suami benar menyiksanya hingga subuh hari.


"Terimakasih sayang, akhirnya aku berbuka puasa dengan menu yang sangat enak, membuat ku ketagihan ingin lagi dan lagi." Ucap Karan lalu membawa Meylani dalam pelukannya.


Jam enam pagi Arsya dan Queen bangun dari tidurnya dan langsung mencari keberadaan kedua orang tuanya. Kedua bocah kecil itu terus mengetuk pintu kamar Karan dan Meylani namun tidak ada jawaban dari dalam. Keduanya memutuskan untuk kembali ke kamar mereka.

__ADS_1


__ADS_2