
Seira tersenyum saat melihat Alea bermain, memegang mainan dan di masukan ke mulutnya sambil berceloteh ria dengan bahasa bayinya.
Putri cantiknya tumbuh sehat, usianya suda memasuki bulan ke empat.
Dulu waktu setelah melahirkan Athar, Seira dalam keadaan stres. Sehingga ASI nya tidak lancar. Berbeda dengan sekarang baby Alea sangat kuat minum ASI. Terlihat dari stock ASI yang berlimpah di kulkas.
Dua bulan suda, Seira mengelola butik milik kakaknya. Di bantu dua karyawannya Aira dan Tika.
Seira duduk di ruang kerjanya, sambil mengecek laporan stock barang, dan hasil penjualan butik.
Ia membawa serta baby Alea ke butik yang ia kelola.
Athar setiap hari di tempatnya Maira, anaknya itu sangat senang bermain dengan Chaira, walau kadang sering berantam.
Tiga bulan beroperasional, butik yang di kelola Seira semakin banyak pelanggan. Ia terus memperbarui stock dengan fashion fashion terbaru. Targetnya adalah anak anak muda.
Seira terus mengingatkan para karyawannya untuk memberikan pelayanan terbaik. Agar memuaskan para pelanggan sehingga kembali berbelanja di butiknya.
Ia menargetkan tahun depan harus mempunyai cabang baru. Kini Seira hanya memikirkan masa depan anak anaknya saja.
Seira tetap semangat menjalani hidup demi anak anaknya. Sulit memang menjadi seorang single parent, ada kalanya Seira merasa ingin menyerah. Namun mengingat anak anaknya, ia tidak ingin anak anaknya menjadi yatim piatu sepertinya.
Di tengah kesibukannya, ia di kaget kan dengan tangis baby Alea.
"Seira segera menggendong baby Alea. Cup cup sayang haus ya?."
Ia lalu menyusui baby Alea.
__ADS_1
Sambil mengecek pesanan online yang masuk ke ponselnya.
Tika, Aira ada pesanan masuk tolong di packing ya. Kakak mau susui Alea dulu.
Dengan sigap Tika dan Aira segera mengerjakan apa yang di perintahkan Seira.
Kak jika boleh kami tau, dimana Suami Kakak ?.
Tanya Tika, seraya membungkus beberapa potong pakaian yang sudah di pesan pelanggan.
Aku suda bercerai dari suami ku, dia suda menikah lagi. Dia tidak tahu aku hamil ketika kami bercerai.
Jangan tanyakan apa apa lagi masalah mantan suami ku. Aku suda melupakannya dan tidak ingin mengingatnya walau hanya mendengar namanya.
Kini tidak ada tangis, hati Seira seolah suda menjadi batu. Ia tidak membenci Qaid, rasa sakit yang ia terima kala itu membuat air matanya terkuras habis, sehingga tidak bisa lagi mengeluarkan air mata.
Hari harinya hanya di habiskan untuk anak anaknya dan mengurus butik, ia harus bisa menjadi orang sukses. Agar tidak di pandang sebelah mata oleh orang orang sekitarnya.
Mendapatkan gelar janda di usia yang masi terbilang muda, dan pernah hamil di luar nikah, membuat Seira sering di perlakukan buruk oleh orang orang.
Terkadang ia di marahi hanya karena di sapa oleh pria beristri, para istri istri itu takut jika Seira menggoda suami mereka.
Apalagi jaman sekarang pelakor sedang naik daun. Banyak yang orang orang bagikan di sosial media video tentang suami kepergok selingkuh.
Seira berusaha untuk menutup telinga ketika banyak yang berbicara buruk tentangnya. Anggap saja ia tidak mendengarnya.
"Tidak perlu mendengarkan kata kata orang di luar sana. Ketika orang lain membicarakan kita, berarti hidup kita selangkah lebih maju dari mereka. Itu merupakan pahala untuk kita, penggugur dosa dosa kita."
__ADS_1
Seira teringat akan pesan bu Aisya padanya, setiap ia keluhkan gunjingan orang di luar sana.
***
Bunda tadi di sekolah aku menggambar ini.
Athar meraih tasnya dan mengeluarkan selembar kertas.
Dalam gambar itu ada tujuh orang.
Terlihat seorang laki laki dewasa yang menggendong anak laki lakinya. Dua wanita dewasa, yang satu sedang menggendong seorang bayi perempuan, dan yang satu sedang memangku dua anak perempuan.
Bunda tadi Aku minta Om Randy gambar ini, aku yang mewarnainya.
Lihat lah Bunda. Ini Aba sendang menggendong aku. Ini Uma sedang memangku Kak Qiyah dan Chaira. Dan ini Bunda sedang menggendong Alea.
Seira tersenyum melihat gambar itu, ia bersyukur sejak sebulan terakhir ini Athar tidak lagi menanyakan soal Ayahnya. Ia sangat berterimakasih pada Maira dan Erik yang suda banyak membantunya.
Biarlah Abanya yang menggantikan posisi Ayah untuk Athar dan Alea nantinya. Seira tidak berniat mencari sosok lain yang menjadi Ayah bagi anak anaknya.
Kasih sayang yang di berikan Erik dan Maira terasa suda cukup bagi anak anaknya.
Ya. Rasa trauma itu ada, ia takut jika salah memilih laki laki, anak anaknya lah yang akan menderita.
Meskipun tak sedikit orang membicarakan tentangnya, meragukan dirinya. Kadang berpikiran buruk, menghasut Kakaknya yang harus berhati hati. Takutnya ia malah menjadi duri dalam rumah tangga Kakaknya.
Namun Erik dan Maira tetap menguatkannya, agar tidak memperdulikan omongan omongan orang.
__ADS_1