Seira , Belenggu Cinta

Seira , Belenggu Cinta
Bersama Mantan


__ADS_3

Karan Shivkumar adalah mantan pacarnya Meylani waktu SMA dulu.


Laki laki berdarah campuran India dan Medan itu, terpaksa pindah ke India mengikuti kedua orang tuanya.


Semenjak pindah Karan dan Meylani hilang kontak dan baru bertemu beberapa hari lalu di sebuah Mall terkenal di kota Batam.


Duduk di private room sebuah restoran yang di pesan khusus oleh Karan.


Ia menunggu kedatangan Meylani. Mereka suda membuat janji akan bertemu di restoran itu 30 menit yang lalu. Namun Meylani tak kunjung datang. Membuat Karan gelisah.


Apa Meylani tidak ingin bertemu dengan ku ?.


Satu jam lamanya Karan menunggu. Terlihat seorang wanita berjalan ke arahnya.


Dengan menggunakan dress peach, Meylani terlihat sangat cantik.


Maaf Karan, aku telat datang. Tadi baru saja aku dan suami ku mengunjungi panti asuhan. Cicit Meylani. Ia merasa tidak enak hati karena Karan bersitegang ingin menunggunya.


Kamu suda menikah Meylani ?


Tanya Karan. Cukup terkejut karena ia sangat berharap bahwa Meylani belum menikah. Namun berbeda dengan kenyataannya. Sungguh ini bukan keberuntungan baginya.


Iy Karan. Aku menikah dua tahun lalu. Namu hingga saat ini aku belum memiliki momongan. Aku di vonis mandul oleh dokter.


Jawab Meylani lirih.


Kau suda menikah Karan ?. Tanya Meylani lagi.

__ADS_1


Suda, setahun lalu istri ku pergi meninggalkan ku, tepat setelah ia melahirkan anak kedua kami. Putri ku yang malang kini tumbuh tanpa seorang ibu. Sedangkan anak ku yang pertama masi berusia 5 tahun. Jawab Karan, lalu memandang lekat Meylani yang duduk tepat di depannya.


Maafkan aku, karena pertanyaan ku membuat mu sedih. Aku turut berduka cita atas meninggalnya ibu dari anak anak mu.


Terimakasih Meylani. Aku baru dua minggu menetap di batam. Aku mengurus perusahaan ayah ku di sini. Anak anak ikut dengan ku menetap di sini. Jawab Karan.


Bukan tanpa alasan, tujuan Karan menetap di Batam adalah untuk mencari Meylani. Kebetulan orang kepercayaan ayahnya yang selama ini mengurus perusahaan ayahnya tiba tiba mengundurkan diri, karena suda mempunyai bisnis sendiri.


Sesekali boleh aku bertemu dengan anak anak mu. Cicit Meylani antusias.


Karan pun menyetujuinya.


Keduanya kembali mengenang masa masa indah, sewaktu masi SMA dulu. Banyak yang di ceritakan keduanya tentang hidup masing masing.


***


Dari mana, tumben baru pulang?


Tanya Qaid.


Iy mas. Tadi aku ketemu teman lama ku. Waktu SMA dulu, dan kita banyak ngobrol mengenang masa masa remaja dulu. Jawab Meylani sambil meletakan tasnya di lemari.


Meylani bergegas membersihkan diri, bersiap untuk tidur.


Tanpa menunggu Meylani, Qaid terlebih dahulu menuju alam mimpi.


Meylani yang baru saja keluar dari kamar mandi merasa sedih. Kenapa semenjak tahu Meylani mandul, Qaid tidak pernah menyentuhnya lagi.

__ADS_1


Akan tetapi Meylani mencoba berpikir positif. Ia tidak ingin terus terusan berpikiran buruk tentang suaminya.


Ia lalu memeriksa ponselnya. Ada pesan dari Karan.


"Meylani apa kamu suda sampai rumah ?."


Meylani lalu mengetikan balasan untuk Karan, akan tetapi laki laki itu memang tidak sabaran.


Dering ponsel berbunyi, Meylani lalu menerima panggilan dari Karan.


Halo Karan.


Aku suda sampai di rumah. Meylani memberitahukan bahwa dirinya telah sampai di rumah dengan selamat.


Syukurlah, di mana suami mu ?. tanya Karan penasaran.


Suda tidur Karan, tadi sempat nanya dari mana, setelah itu langsung tidur lagi.


Tidak marah kerena kamu menemui ku?.


Tidak Karan. Aku bilang ketemu teman SMA dulu.


Baiklah sebaiknya kamu istrahat Meylani.


Karan mematikan sambungan teleponnya.


Meylani sungguh gelisah. Terbayang akan perlakuan manis Karan.

__ADS_1


Ia mengingat bertahun tahun berada terlarut dalam kesedihan karena kepergian Karan ke India waktu itu.


__ADS_2