Seira , Belenggu Cinta

Seira , Belenggu Cinta
Insiden Di Dapur


__ADS_3

"Terimalah kembali diri yang penuh dosa ini. Empat tahun mas menunggu dan mencari mu, setiap malam mas selalu menanyakan kabar mu pada Allah, seakan diam membisu membenci ketololan diri yang suda melepas mu demi dendam dan wanita lain, yang ternyata membuat tidak bisa membuat ku sama sekali melupakan mu. Hati ini masi milik mu Seira, tidak ada yang berubah. Maafkan aku untuk semua keegoisan ku.


Seira terenyuh mendengar kalimat penyesalan yang keluar dari mulutnya, andai dulu ia menerima Seira dengan baik, tanpa ada dendam dan memaafkan untuk kesalahan yang pernah Seira lakukan dulu.


"Andai saja kamu tidak dendam terhadap kesalahan yang pernah aku lakukan, memberikan aku waktu untuk menebus semua kesalahan ku waktu itu, dan menerima ku dengan tangan terbuka, tentu kami tidak akan merasa kesepian di setiap harinya. Tentu kami akan bahagia memiliki keluarga yang utuh, anak anak ku tidak akan merasakan sedihnya tanpa sosok ayah. Andai kamu tahu sedemikian sakitnya aku membesarkan kedua anak ku seorang diri, mas tentu tidak akan berani meminta ku kembali.


"Seira..."


Suara Mas Qaid membuyarkan lamunan ku.


"Penyesalan suda terlambat mas, sampai kapan pun aku tidak akan membuka hati untuk mu, kisah kita suda usai semenjak kata talak itu sah keluar dari mulut mu ."


Ku hela napas berat, mata kini mulai memanas.


" Bunda Athar mau di suapin ."


"Alea juga Bunda"


Perhatian ku teralihkan oleh permintaan Athar dan Alea, segera ku sendiri nasi kuning dan segera menyuapi kedua anak ku.


Detik kini terasa lebih kaku, kami hanya sesekali bertatapan. Bersyukur Athar dan Alea cukup riang setelah menerima banyak hadiah dari ayahnya.


" Bunda boleh tidak malam ini Ayah nginap di rumah kita, Athar pengen tidur bareng Ayah, Bunda dan Alea."


Sontak saja aku kaget mendengarnya, jantung ku berdegup kencang. Permintaan Athar kali ini tidak bisa ku penuhi.


"Ayah tidak bisa tidur disini sayang. Athar tau kan Ayah sama Bunda suda berpisah. Allah akan marah jika orang yang belum menikah tidur dalam kamar yang sama." Jawab ku setenang mungkin.


Aku harus bisa meyakinkan Athar, untuk hal yang tidak bisa ku lakukan. Pikir ku dalam hati.


"Bisa kog Ayah nginap di sini, nanti Ayah sama Athar, Om Randy dan Om Rangga juga boleh ikut tidur bersama kita jika mau"

__ADS_1


Mas Qaid namapak memandangi ku


"Itu pun jika mama mengijinkan" Ucapnya lagi.


"Boleh ya Bun"


Athar terus merengek meminta ayahnya untuk nginap di rumah.


"Seira, sekali ini saja demi Athar biarkan aku nginap di sini bersama mereka."


Aku melihat ketulusan di matanya, tampak setetes buliran bening lolos begitu saja. Aku pun mengiyakan keinginan Athar tersebut.


"Hanya kali ini mas, ingat tidak boleh kemana kemana selain ke kamar mandi dan ruang tamu ini." Ucap Seira tegas.


Athar yang mendengar persetujuan ku untuk mengijinkan ayahnya untuk nginap bersamanya bersorak gembira langsung memeluk Seira.


"Terimakasih Bunda suda mengijinkan ayah nginap di sini bersama Athar, sayang Bunda."


Lalu mencium kedua pipi ku.


"Terimakasih, aku akan manfaatkan hari ini sebaik mungkin."


Seira bangun dari duduknya menuju dapur untuk menyiapkan makan malam. Dengan cepat ia menyiapkan bumbu, mulai mengupas bawang.


"Ada yang bisa aku bantu, ah baiklah aku akan mengupas bawang." ucap Qaid sambil berjalan mendekati Seira.


"Sttooopppp...."


Teriak Seira dengan suara yang lumayan tinggi.


Namun Qaid tidak juga mendengarkannya.

__ADS_1


"Qaid Arkana aku bilang stop, bukannya tadi suda aku bilang jangan kemana mana selain ke kamar mandi dan ruang tamu. Apa anda tuli."


"Maaf tapi aku keberatan." Jawab Qaid enteng, lalu meraih bawang dan pisau yang ada di tangan Seira.


"Aku akan mengupasnya di ruang tamu, jika ada yang perlu ku bantu bilang saja, tidak perlu sungkan dengan calon suami sendiri." Ucap Qaid sambil tersenyum, lalu meninggalkan dapur.


Seira hanya diam terpaku mendengar ucapan Qaid.


Dia calon suami ku, enak saja tidak akan aku biarkan, setelah dia membuang ku kini ingin menjadikan aku istri keduanya. Dia memang selalu egois, dasar laki laki menyebalkan. Kenapa Allah menjadikan dia ayah dari anak anak ku. Laki laki tidak punya hati. Sekarang pura pura menyesal dengan perbuatannya dulu. Oh Tuhan. Apa jadinya jika istri cantik jelita dan seksinya mendengar semua ini. Perempuan mana yang mau di madu.


Omel Seira panjang lebar, Qaid yang berada di balik tembok hanya mendengarnya sambil sesekali tersenyum mendengan ocehan Seira.


Cantik sekali calon istri


Gumam Qaid dalam hati.


"aaaaawwww"


Seira meringis kesakitan tangannya terkena goresan pisau.


Qaid dengan sigap berjalan menghampiri Seira dan meraih jari telunjuk Seira yang tergores lalu menghisap habis darah yang mengalir dengan mulutnya.


Jantung berdegup kencang, keduanya hanya terpaku oleh tatapan masing masing tanpa suara.


Beberapa detik kemudian dengan cepat Seira menarik tangannya dari mulut Qaid.


Hai Readers, maaf beberapa hari nggak sempat up date, aku baru saja kehilangan orang yang paling berarti dalam hidup aku dan anak anak..


tanggal 9 September suami ku pergi meninggalkan aku dan anak anak, menghadap Allah 😭😭😭


Sempat syok karena tidak pernah sakit, pas masuk rumah sakit langsung di vonis gagal ginjal, gagal jantung, paru paru kerendam air, pendarahan di lambung dan anemia berat.

__ADS_1


satu Minggu di rawat pada malam Jum'at beliau meninggal dunia, semoga Khusnul khatimah.


Mohon doanya readers semua agar kami tetap di berikan kesabaran dan kekuatan menjalani hidup ke depannya nanti. Semoga beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah 🙏


__ADS_2