Seira , Belenggu Cinta

Seira , Belenggu Cinta
seira 9


__ADS_3

Mau kemana Nak ?. Tampak Ibu Safina dan Pak Sarif orang tua Qaid.


Kedua mantan mertuanya itu sengaja datang lebih pagi karena jarang bertemu dengan Qaid.


"Maafkan Seira Mama, Seira banyak salah ketika masi menjadi menantu Mama dan Papa.


Seira ingin jujur sebenarnya waktu itu Seira lah yang menjebak Kak Qaid. Seira lakukan karena Seira putus asa dengan kehidupan yang Seira jalani. Seira hanya ingin hidup dengan laki laki yang Seira cintai sejak lama. Seira sangat mencintai Kak Qaid Ma. Maafkan seira Ma. Seira tidak sanggup lagi bertahan, Seira memilih berpisah. Mungkin dengan ini bisa membuat Kak Qaid bahagia dengan pilihannya sendiri. Seira pamit Ma, Pa.


Lalu mencium tangan mantan mertuanya dengan takzim.


Seira jangan pergi nak. Kita bisa bicarakan ini baik baik nak. Cicit Bu Safina lirih.


"Tidak ada lagi yang perlu di bicarakan Ma. Biarkan Kak Qaid menentukan jalan hidupnya sendiri. Kak Qaid tidak bahagia bersama Seira. Seira hanya ingin melihat Kak Qaid bahagia. Walaupun bukan dengan Seira Ma." Jawab Seira lirih.


Qaid yang menyaksikan itu dari balik pintu merasa kasihan pada Seira. Ia lalu keluar untuk menemui Seira.


Seira tunggu..

__ADS_1


Apa kau baik baik saja... Tanya Qaid.


Seira menganggukan kepalanya. Seira pamit Kak.


Lalu menuntun Athar Putranya dan menarik travel bag usang miliknya. Melangkah menuju taksi yang suda menunggu di depan sana.


Seketika hati Qaid terasa sakit menatap kepergian Seira.


Orang tuanya pun tidak bisa berbuat banyak. Hanya menasihati Qaid agar tidak gegabah dalam mengambil keputusan jika tidak ingin menyesal.


Qaid hanya diam merenungi perkataan orang tuanya sebelum ia berangkat ke kantor.


Seira turun dari taksi, langsung masuk kedalam rumah Paman dan Bibinya.


Farah menangis histeris saat melihat Seira kembali. Sesungguhnya ia sangat menyayangi Seira. Mendengar Seira di ceraikan suaminya, dan mengetahui kejadian sebenarnya membuat Farah menyesali perbuatannya kala itu.


Tinggallah di sini Seira, meskipun aku marah, jangan pernah tinggalkan rumah ini. Anggap saja aku dan paman mu adalah orang tua mu. Kami akan menjaga mu dan Athar.

__ADS_1


Seketika hati Seira menghangat mendapat perlakuan manis dari Bibinya.


Seira memeluk Farah dan menumpahkan semua kesedihannya di sana, Reza yang menyaksikan itu, ikut meneteskan air matanya. Dalam hati, Allah berikan sedikit kebahagiaan untuknya. Sungguh tidak tega melihat tangisnya. Hati Reza bagai tersayat pisau tajam. Seira yang kelihatan sangat kurus. sangat berbeda ketika Seira tinggal di rumahnya dua tahun lalu. Mantan suaminya benar benar menyiksa Seira.


Biarlah suda cukup semua ini. Seira yang malang harus bahagia setelah ini.


Reza lalu meraih Athar dalam gendongannya, ia sangat rindu cucu pertamanya itu.


Opa apa aku dan Bunda boleh tinggal di sini ? Jangan marahi Bunda opa, Athar kasihan sama Bunda.


Reza pun mengangguk tanda setuju.


Athar sayang Opa dan Oma. Athar akan jaga Bunda ketika Athar besar nanti.


Air mata Reza tumpah ruah, tak terbendung lagi. Ia menyesal telah meminta Qaid menikahi Seira waktu itu.


Maafkan Opa yang tidak bisa menjaga Bunda dan Athar. Opa janji setelah ini Bunda Seira tidak akan menangis lagi. Opa janji sama Athar.

__ADS_1


__ADS_2