
Kak ada yang cari kakak. Tika berkata pada Seira yang sedang duduk menemani Alea bermain di ruangannya.
Siapa ?. Tanya Seira heran.
Arafik katanya. Jawab Tika lalu meninggalkan Seira.
Seira lalu keluar menemui Arafik yang sedang duduk di kursi dekat kasir.
Assalamualaikum Bang.
Wa'alaikumusalam Seira. Kamu lagi sibuk ?. Tanya Arafik.
Tidak bang, aku lagi temani Alea main.
Melihat keadaan toko yang suda mulai ramai, Seira mengajak Arafik untuk duduk di ruangannya.
Arafik melihat keseluruhan isi ruangan Seira. Interior yang sederhana. Di sana terdapat tempat tidur kecil yang di tutup gorden.
Bagaimana bang, apa yang Abang lihat. Tanya Seira pada Arafik.
Ruang kerja yang sederhana. Tapi aku suka Seira. Semua lengkap, jadi seperti kamar pribadi. Jawab Arafik, sambil tersenyum.
Iya bang, sebenarnya ini idenya kak Maira. Soalnya aku kerja sambil bawa anak, jadi kalo mau istirahat atau anak anak mau tidur jadi nyaman kaya di rumah sendiri. Kak Maira itu mau semua yang aku dan anak anak ku butuh itu ada. Jawab Seira lalu beranjak mengambil dua botol minuman dingin dari dalam kulkas.
Seketika Arafik tertawa lepas.
__ADS_1
Minuman kesukaan kamu masi sama ?. Ya ampun Seira padahal ini uda lama banget, Uda banyak kali minuman yang terbaru yang rasanya lebih enak. Canda Arafik sambil tertawa.
Ya biarin aja bang, namanya juga uda suka banget, Uda candu ni istilahnya, ya tidak tergantikan meskipun ada yang lebih enak dari ini. Jawab Seira sambil meraih satu teh botol untuk di minumnya.
Sini sayang sama om. Arafik lalu meraih Alea dalam gendongannya.
Lalu mencium gemas pipi Alea.
Ayea mau tulun om, om ini ciapa cih. Tanya Alea sambil menatap wajah Arafik.
Panggil om Rafi.
Om lafi, Ayea mau main duyu. Alea memberontak ingin turun dari gendongan Arafik.
Ya sudah. Cium om Rafi dulu dong, nanti om Rafi beli boneka frozen yang banyak.
Alea lalu mencium pipi Arafik bertubi tubi, membuat Arafik tersenyum senang.
Seira hanya menatapnya heran. Alea tidak terlalu dekat dengan orang orang baru. Entah kenapa langsung akrab sama Arafik, meskipun awalnya menolak.
Senang ya kalo punya anak lucu seperti Alea. Jadi pengen. Canda Arafik.
Ya nikah. Uda tua kog, masi jomblo aja. Canda Seira. Ia sebenarnya sedikit canggung terhadap Arafik. Mengingat sekian tahun tidak bertemu. Namun begitu lah, jika bertemu Arafik yang penuh canda tawa.
Nikah gampang. Calon istri yang susa di cari. Jawaban dari Arafik membuat Seira tertawa.
__ADS_1
Kog kamu tertawa, senang ya lihat aku jomblo, bisa dong aku di kasi predikat jomblo paling ganteng se Indonesia raya.
Seira hanya tertawa mendengar candaan Arafik. Tidak ada yang berubah dari laki laki itu, meskipun kejadian buruk menimpanya. Masi sangat humoris seperti dulu.
Oh ya Seira kamu aku mau rekomendasikan ke kamu beberapa garmen yang bisa memproduksi pakian sesuai dengan yang kita minta. Harganya juga lumayan murah, di bandingkan kamu ambil di tempat grosir.
Boleh bang. Nanti aku minta ya. Soalnya aku kan masi sangat baru di bisnis retail seperti ini. Kalo abang kan memang uda masternya. Jawab Seira.
Hahahaha, kamu bisa aja Seira. Kalo menurut aku kamu hebat, dalam waktu setahun bisa langsung buka cabang.Kata Arafik.
Abang tau dari mana ?. Ini semua karena kak Maira punya modal banyak.
Ada dech, itu masalah kecil Seira. Aku bisa tau segalanya yang menimpa mu di masa lalu. Jawab Arafik sambil menatap Seira.
Seira hanya terdiam, rasanya ia sangat malu, mungkin saat ini Arafik sedang menertawakannya. Dulu ia pergi meninggalkan Arafik. Dan sekarang ia yang di tinggalkan begitu saja, tanpa di beri kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya. Bahkan laki laki yang ia cintai kini telah mengoyak habis rasa cintanya.
Ya itu karma untuk ku bang. Tapi untuk saat ini aku bahagia dengan hidupku , dari sekian banyak penderitaan yang aku rasakan, aku bersyukur di saat ini, setidaknya aku punya keluarga yang sayang sama aku, tidak meninggalkan ku yang penuh aib ini. Dan lebih bahagia lagi aku kini punya dua malaikat yang membuat aku semangat dan berusaha bangkit dari keterpurukan itu. Seira menyeka air mata dengan tangannya.
Bang aku minta maaf untuk semua kesalahan ku dulu, maaf karena aku begitu menyakiti mu. Seira berkata lirih.
Arafik hanya terdiam menunduk. Aku tidak bisa memaafkan perbuatan mu itu Seira. Lalu dengan langkah mantap ia meninggal Seira yang masi terdiam mematung di ruangannya.
Maaf, maafkan aku...
Seira tertunduk lesu. Ia sadar telah banyak menyakiti hati Arafik. Permintaan maafnya bukan karena ia ingin menarik perhatian Arafik. Namun itu semua karena rasa bersalahnya pada Arafik. Laki laki itu suda tidak memiliki tempat di hati Seira. Hanya nama Qaid yang kini memenuhi ruang hatinya. Ia merindukan Qaid, namu ia juga membenci Qaid sebesar rindu dan cinta yang ia miliki. Sampai kapan ia bisa menghilangkan Qaid dari ingatannya.
__ADS_1
Jika saja ingatan itu bisa di hilangkan, Seira adalah orang pertama yang akan melakukannya.