
Qaid kemudian membawa kedua anaknya ke sebuah pusat perbelanjaan yang ada di kota tersebut.
"Athar dan Alea boleh main semua permainan yang ada di dalam nanti." Pinta Qaid sambil menuntun Alea berjalan.
"Tidak Ayah, Athar mau beli mainan aja, Athar mau cepat pulang kasihan bunda, pasti sedang memikirkan Athar di rumah. Seharusnya tadi tidak usa jalan jalan kita temani bunda saja." Ujar Athar.
"Baik lah setelah beli mainan kita langsung pulang ya, kita temani bunda." Jawab Qaid menyetujui keinginan anaknya.
" Yeeeesss " Athar melompat kegirangan.
Setelah sampai di toko yang menjual berbagai macam mainan anak-anak, Athar kemudian mengambil satu mainan yang ia idam idamkan dari dulu, Iron Man ukuran besar kini berada di tangannya. Ya Athar sangat menyukai Iron Man pahlawan super fiksi yang di tulis dalam komik Amerika yang filmnya sering di tonton oleh Athar.
"Athar mau beli apa lagi sayang, ayo kita lihat lagi mainan yang mana yang Athar suka." Pinta Qaid pada putranya.
"Tidak Ayah, kata Bunda kita tidak boleh boros, karena sifat boros itu sama dengan perilaku setan. Masa Athar ganteng gini jadi setan, kan seram ayah." Jawaban Athar sukses membuat Qaid menarik ujung bibirnya dan menampakan seulas senyum.
"Seira mendidik putranya dengan sangat baik." Gumamnya dalam hati. Rasa perih tiba tiba saja terlintas di hati seolah merasakan kesedihan Seira saat ia harus mengandung dan melahirkan tanpa suami yang mensupport dan mendampinginya.
Setelah selesai membelikan Athar dan Alea mainan Qaid lalu mengajak anak anaknya untuk pulang. Benar yang di katakan Athar seharusnya mereka berada di rumah untuk menemani Seira.
Meskipun nantinya kehadirannya pasti di tolak oleh Seira, Qaid tidak akan mudah menyerah.
Jantung Qaid berdetak kencang saat mobil yang membawanya dan kedua anaknya terparkir di depan rumah sederhana bercat hijau tersebut.
Terlihat wanita paruh baya sedang duduk di teras rumah kini tersenyum menyambut kedua cucunya yang baru saja pulang bersama ayahnya.
Satu jam yang lalu Seira suda menceritakan semua pada Bu Aisya. Wanita yang kini suda di anggap ibu kandung oleh Seira itu hanya menasihati Seira agar tidak menaruh dendam pada mantan suaminya. Semua terserah pada Seira, Bu Aisya hanya ingin kedua cucunya mendapatkan kasih sayang yang lengkap dari kedua orang tuanya. Masalah kesalahan di masa lalu itu merupakan hal yang manusiawi yang sering di lakukan oleh manusia pada umumnya. Jika yang melakukan kesalahan suda menyesali dan ingin memperbaiki semuanya mengapa tidak di beri kesempatan ?. Bu Aisya yakin dalam hati yang paling dalam Seira masi menyimpan cinta yang besar untuk mantan suaminya itu.
"Nenek...." Sapa Athar dan Alea serentak kemudian berlari dan memeluk Bu Aisya.
"Nenek lihatlah siapa yang datang." Ucap Athar sambil menunjuk ke arah Qaid dan fajar yang tengah berjalan ke arah mereka.
Bu Aisya lalu menatap ke arah Qaid dan menyambutnya dengan ramah.
"Itu ayah, Athar senang akhirnya ayah pulang Nek." Ucap Athar girang.
Cucunya itu terlihat sangat bahagia.
__ADS_1
"Athar, Alea masuklah temui Bunda di dalam. Nenek akan berbicara pada ayah." Ucap Bu Aisya lembut.
Qaid memberikan salam pada Bu Aisya, membungkuk dan mencium tangan wanita paruh baya itu.
"Ayo nak silahkan duduk."
Sedangkan Fajar menghampiri Rangga dan Randi yang sedang duduk di gajebo.
"Bagaimana kabar ibu ?."
"Alhamdulillah kabar ibu baik."
"Bu... Qaid mau minta maaf atas semua perbuatan Qaid di masa lalu yang telah menyakiti hati Seira. Qaid benar benar menyesal dan ingin memperbaiki semuanya."
"Minta ampun pada Allah dan minta maaflah pada Seira. Entah apa kesalahan Putri ku itu hingga cobaan bertubi tubi datang kepadanya, sejak lahir ke dunia hingga saat ini memiliki dua anak Seira belum juga menemukan kebahagiaannya. Tidak mudah menjadi dirinya. Jika saja yang terjadi padanya menimpa kita saya yakin kita tidak akan sekuat Seira menghadapi cobaan itu."
"Ibu saya tahu, di masa lalu saya banyak melakukan kesalahan terhadap Seira. Selama ini saya selalu membuat Seira menderita. Dari dulu hanya Seira yang saya cintai, saya di kuasai oleh dendam dan ego sehingga membuat Seira sangat menderita."
Setetes cairan bening lolos begitu saja dari matanya, menyesal memang selalu datang di akhir cerita.
Kini Qaid hanya tertunduk lesu sambil mendengarkan kisah Seira selama mengandung Alea putrinya.
Seira yang berada di balik tembok hanya menguping pembicaraan ibu dan mantan suaminya itu.
Kota Batam
"Temui aku pukul dua siang nanti di restoran sebrang kampus, aku bawa kabar gembira untuk mu." Sebuah pesan masuk dari nomor tidak di kenal.
Dika mengerutkan keningnya, saat membaca pesan tersebut.
"Sebaiknya aku temui saja, siapa tahu ini penting untuk ku." Pikir Dika saat itu.
Waktu kini suda menunjukan pukul dua siang. Dengan cepat Dika keluar dari kelasnya menuju ke tempat yang di maksud oleh pengirim pesan tadi.
Matanya yang tajam menangkap seorang wanita cantik yang sedang duduk sambil memainkan ponselnya.
"Itu kan Kak Agatha." Gumam Dika sambil berjalan menghampiri wanita itu.
__ADS_1
"Hai Kak... Lama tidak bertemu, apa kabar.? Tanya Dika basa basi.
"Aku baik, seperti yang kau lihat Dika." Jawab Agatha cuek lalu meneguk kopi yang suda ia pesan beberapa waktu lalu.
"Wah Dika, aku melihat banyak perubahan pada diri mu. Bagaimana kabar kakak angkat yang kau perkosa saat itu ?. Tanya Agatha di barengi dengan tawa sinis.
"Siapa yang kau maksud." Tanya Dika bingung.
"Jangan balik bertanya pada ku. Apa kau pikir aku tidak tahu apa yang kau lakukan pada Seira saat itu ?.
Seketika raut wajah Dika berubah pucat ketakutan.
"Aku punya buktinya." Agatha lalu memutar rekaman suara saat kejadian itu.
Terdengar suara teriakan Isak tangis Seira saat Dika melakukan perbuatan keji itu.
"Aku mohon kak tolong rahasiakan semua itu."
Ucap Dika memelas.
"Aku punya semua bukti, bahkan kondisi Seira setelah itu pun tidak luput dari sorotan camera ku. Aku menyaksikan sendiri bagaimana seorang adik memperkosa kakak angkatnya sendiri dengan keji. Tapi tenang saja aku juga punya bukti yang bisa membuat kamu senang dan bisa menutupi semua kejahatan mu terhadap Seira."
Bawalah sebagai bukti untuk keluarga mu, dan berjanjilah kau akan bekerja sama dengan ku dalam menjalankan misi ku kali ini. Jika tidak, kau akan tahu akibatnya !!!. Ucap Agatha penuh ancaman, lalu pergi meninggalkan Dika yang kini menunduk patuh.
Entah apa perintahnya nanti aku akan mengikutinya. Jika tidak habislah riwayat ku.
Bersambung dulu ya...
Jangan lupa untuk mendukung author dengan cara memberikan like, favorit, hadiah, follow serta rate 5 untuk novel ini..
Author sangat berterimakasih atas dukungan kalian para readers...
Khusus untuk sesama writer apapun bentuk dukungan kalian saya akan feedback karya kalian.
Domo Arigatou ne'
Salam sehat selalu
__ADS_1
love you All