
Seira...
Dengan raut wajah kaget, Seira menatap laki laki yang merupakan pelanggan tadi.
Kau...
Jantung Seira serasa ingin berhenti ketika melihat sosok yang kini tengah berdiri tepat di depannya.
Tak bisa di ungkapkan dengan kata kata, Seira rasanya ingin kabur, menenggelamkan dirinya di dasar laut, agar tidak lagi bertemu pria di depannya ini.
Bukan karena takut, tapi rasa bersalahnya yang luar biasa besar, membuat Seira tidak berani berkata kata.
Kapan kau kembali Seira ?. Tanya pria di depannya itu.
Suda dua tahun. Jawab Seira datar.
Bunda...
Dede nakal masa rambut abang di jambak.
Seira langsung menghampiri Athar putranya.
Abang Athar harus lebih sabar ya.. Dede masi kecil. Belum ngerti apa apa. Abang main lagi ya, jagain dede, bunda masi banyak kerjaan.
Setelah Athar masuk ke ruang kerjanya. Seira masi menimbang nimbang apa yang harus ia katakan pada pria itu.
Seira...
Hmmm. Itu tadi anak mu ?.
Seira mengangguk lemah, tanpa melihat sedikit pun ke arah pria tersebut. Seira terus menunduk.
__ADS_1
Seira...
Jangan takut, aku suda memaafkan mu.
Sambung pria itu lagi.
Suami mu di mana ?.
Ia berpikir bertanya tentang suami dari wanita di hadapannya itu. Agar tidak terjadi salah paham.
Hmmm...
Saya suda bercerai dengan suami saya. Jawab Seira tertunduk malu.
Maaf...
Jika pertanyaan saya membuat kau sedih Seira. Oh ya saya jadi ambil parcel yang tadi di rekomendasikan ya. Cicit pria itu sambil tersenyum menatap Seira.
Seira lalu meminta pada Tika untuk memeriksa kembali packingan parcel tersebut.
Terimakasih Seira.
Apa ini toko mu ? Tanya pria itu lagi .
Bukan...
Ini punya kakak saya, hanya saja saya yang mengelolanya.
Punya kak Maira ?
Seira hanya mengangguk.
__ADS_1
Baiklah Seira. Sampai ketemu lagi. Aku akan sering ke sini.
Dengan langkah yang mantap pria itu keluar.
Seira hanya menatap sedih.
Entahlah...
Perasaan apa tidak bisa Seira gambarkan. Yang jelas Seira sangat malu bertemu kembali dengan laki laki di masa lalunya.
Ya bisa di bilang Cinta Pertamanya.
Namun ia campakkan dengan alasan jarak yang memisahkan mereka. Ternyata jauh di sebrang pulau, Seira suda jatuh begitu dalam pada sosok Qaid Arkana. Mantan suaminya dulu.
Arafik Al Habsyi maafkan aku.
Ya Arafik, laki laki berdarah campuran Arab Flores itu adalah cinta pertama Seira.
Seperti yang Seira tau, bahwa Arafik mempunyai toko pakaian terbesar di kotanya.
Di latar belakangi keluarga pebisnis, orang tuanya menggeluti usaha supermarket yang tersebar di beberapa kota di NTT.
Sedangkan Arafik sendiri sewaktu menjalin hubungan dengan Seira sedang kulia di salah satu Universitas ternama di pulau Flores. Sembari menjalankan bisnisnya.
Menurut isu yang beredar Arafik sempat mengalami depresi pasca di tinggal pergi oleh Seira. Setelah mendengar pengakuan dari Seira yang menjalin hubungan dengan pria lain, depresi yang di alami kian berat. Sampai satu tahun menjalani terapi psikis.
Seira baru mengetahui itu setelah ia pulang tujuh tahun lalu. saat itu Arafik sedang menjalani masa pemulihannya.
Itulah alasan mengapa Seira sangat takut bertemu dengan Arafik. Kesalahannya begitu besar, membuat laki laki itu depresi. Hingga kini keluarga Arafik masi sangat marah terhadap Seira.
Ya cinta yang terlalu dalam, membutakan akal sehat Seira. Cinta yang terlalu dalam juga membuat Arafik depresi berat.
__ADS_1