Selir BADASS

Selir BADASS
Amarah Valen


__ADS_3

Buat yang bingung kenapa dikasih obat perangsang tapi ujung-ujungnya pingsan juga, itu biar si ANU berdiri ya. Jadi Chanel bisa NGANU tapi NGANU-nya di skip!😅


*****


Keesokan paginya, Chanel berdiri di balkon penginapan dengan terus mengulum senyumnya. Dia mengingat kejadian tadi malam dimana dia begitu liar memperkosa Valentino yang tak sadarkan diri.


“Aaaaa__“ Chanel berteriak menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Dia merasa malu luar biasa, Chanel tidak menyangka dia bisa pecah perawan dengan cara memperkosa suaminya sendiri.


Sementara Valentino masih terkapar diatas ranjang efek obat perangsang itu sungguh luar biasa sampai membuatnya belum bangun juga.


“Aku harus menyiapkan sarapan untuk Kak Valen!“ batin Chanel kesenangan.


Dengan menahan perih disela pahanya, Chanel keluar kamar mencari sarapan untuk suaminya. Chanel sangat berharap setelah ini hubungan antara dirinya dan Valentino akan jauh lebih baik. Tidak masalah dirinya jadi istri kedua yang terpenting suaminya bisa adil.


“Apa menu pagi ini bisa dibawa ke kamar?“ tanya Chanel pada petugas penginapan.


“Bisa, Nona.“


“Kalau begitu, aku ingin membawanya ke kamarku. Apa ada kopi?“

__ADS_1


“Ada Nona. Anda bisa membuatnya sendiri.“


Chanel berjalan kearah meja dimana disana tersedia berbagai bahan untuk membuat minuman seperti kopi dan teh.


Setelah dirasa semua sudah siap, Chanel kembali ke kamar dimana disana Valentino mulai membuka matanya.


Valentino merasa kepalanya sangat pusing, dia berusaha mengingat peristiwa semalam. Dan dia mulai menyadari jika Chanel telah memberinya obat perangsang.


“Shiit!“ umpatnya saat melihat tubuhnya dalam keadaan polos.


Suara pintu terbuka dan Chanel masuk kedalam dengan membawa nampan berisi beberapa makanan dan minuman.


“Kakak sudah bangun? Aku sudah menyiapkan sarapan!“ ucap Chanel tanpa dosa.


“Aku hanya melakukan tugasku sebagai istri!“ jawab Chanel dengan senyuman malu-malu.


“Awalnya memang sakit tapi aku berusaha keras tadi malam sampai aku merasakan mayonaise kak Valen keluar!“


Chanel menutup wajahnya karena malu tapi tidak untuk Valentino yang merasa emosi karena ulah Chanel kali ini sangat keterlaluan.


“Kau seperti seorang ja*lang, Chanel!“ ucap Valentino penuh penekanan.

__ADS_1


DEG!


Chanel meremas ujung baju yang dia kenakan, rasanya sangat menyakitkan mendengar hinaan dari suaminya sendiri.


“Tapi kita kan suami istri, Kak. Jadi aku tidak salah melakukannya!“ Chanel membela diri.


“Tentu saja salah! Aku tidak mencintaimu, Chanel! Yang aku cintai hanya Dior!“ teriak Valentino yang kesal.


Valentino berusaha mencari celana dan memakainya. Tanpa mandi, dia langsung saja memakai bajunya. Dia tidak ingin melihat Chanel lagi, dia ingin kembali pulang secepatnya. Sekarang yang dia pikirkan hanya Dior dan calon bayinya.


“Kak, maafkan aku. Tapi ini aku lakukan demi pernikahan kita! Aku juga ingin hamil seperti istri tuamu!“ ucap Chanel.


“Istriku punya nama, namanya Dior. Kau tidak tahu perjuangan kami sampai kami bisa menikah Chanel! Kau hanya penghalang diantara pernikahan kami!“ tegas Valentino.


“Pernikahan kita hanya karena amanat mendiang papaku. Kau harus selalu mengingat itu!“ tambahnya dengan berlalu meninggalkan Chanel seorang diri di penginapan.


Badan Chanel jatuh ke lantai, dia menangis tergugu disana. Harapan tentang masa depan pernikahannya dengan Valentino langsung sirna.


“Bagaimana ini?“ tangis Chanel semakin kencang.


“Padahal aku bekerja sendiri tadi malam sampai lutut dan pinggangku sakit!“

__ADS_1


“Setidaknya hargai usahaku, kak Valen. Aku istri gemoy yang tidak menyusahkan!“


__ADS_2