Selir BADASS

Selir BADASS
Gemoy yang Keren


__ADS_3

Selama dua bulan ini Chanel mengasingkan diri di sebuah pedesaan karena ingin menenangkan diri. Dia mencoba memeriksakan diri ke bidan terdekat dan kondisi kehamilannya sangat sehat.


“Usia kandungan sudah memasuki usia 12 minggu dan janinnya tampak sehat!“ ucap bidan desa.


Chanel tidak menyangka perbuatan tidak senonohnya bisa menghasilkan janin dan dia sangat bersyukur akan hal itu tapi disisi lain, dia juga teringat kehamilan Dior yang berbeda jauh darinya.


Dan Chanel juga mencari informasi dan artikel mengenai Peripartum Cardiomyopathy yang tengah di derita oleh Dior. Dia tahu jika kehamilan Dior tetap dipaksakan akan berakibat fatal.


“Mungkin Tuhan memberikan aku bayi dengan maksud lain,“ batin Chanel.


Chanel memutuskan untuk kembali ke kota dan menemui Dior, dia tidak ingin wanita itu mengorbankan hidupnya. Chanel mengawasi apartemen karena dia pernah menjadi sekretaris Valentino jadi dia tahu kapan suaminya itu tidak ada di tempat.


Saat merasa Valentino meninggalkan apartemen, barulah Chanel berani mendatangi Dior dan benar saja saat dia melihat kondisi Dior, semakin membulatkan tekadnya. Disana dia melihat Dior terbaring lemah dengan kaki yang membengkak. Anehnya perutnya juga tidak membesar seperti ibu hamil normal lainnya.


“Aku yakin kak Valen belum tahu kondisimu,“ ucap Chanel tanpa mau basa-basi.

__ADS_1


Dior hanya mengulas senyum tipis, entah kenapa dia merindukan sosok Chanel yang badass.


“Aku kemari untuk memberikan sebuah solusi!“ ucap Chanel lagi.


“Solusi apa, Chanel?“


“Hentikan kehamilanmu dan biarkan bayiku yang menjadi penggantinya!“


Dior terkejut sampai mendudukkan badannya yang sebelumnya dalam posisi berbaring.


Chanel ikut duduk di samping Dior lalu meraih tangan wanita itu dan mendaratkan ke perutnya yang mulai membuncit tapi tertutup dengan baju longgar yang dia kenakan.


“Jangan berpikir macam-macam, kak Valen selalu setia dan tidak mau menyentuhku. Aku yang menjebaknya dan inilah hasilnya jadi anggaplah ini juga anakmu kak Dior!“ ucap Chanel kemudian.


Air mata Dior seketika langsung menetes. “Ka-kakak? kau memanggilku kakak?“

__ADS_1


“Mulai hari ini kau juga kakakku dan aku ingin kau selalu bahagia, Kak. Relakan bayimu dan ganti dengan bayiku, bukankah kau pernah bilang ingin tahu rasanya jadi seorang ibu? jadi rawatlah bayiku karena dia juga darah daging kak Valen!“


“Lalu bagaimana denganmu, Chanel?“


“Aku kuat dan sehat, suatu hari aku pasti menemukan pasangan dan hamil lagi!“


“Jangan membohongi dirimu sendiri, Chanel. Kau mencintai Valen dan Valen sudah membalas cintamu! Jadi biarkan aku yang mengalah, aku sudah merestuimu!“


Dior tetap kekeh dengan pendiriannya. Karena dia tidak mau merelakan bayinya pergi.


“Jangan membuatku seperti seorang pelakor, Kak. Aku tidak mau merebut kak Valen darimu. Aku sudah memikirkan semuanya setelah aku melahirkan, aku akan pergi menjauh dari kehidupan kalian!“


“Jangan buat pengorbananku sia-sia. Semoga setelah itu, kalian mendapat restu dari para orangtua dan tidak ada lagi permusuhan!“


Chanel mengusap airmata Dior yang tidak pernah berhenti. “Aku istri gemoy yang keren, 'kan!“

__ADS_1


“Jika bayiku nanti 100℅ mirip denganku jangan protes karena aku berusaha keras membuatnya sendiri!“


__ADS_2