
Chanel terus berpikir apa permintaan Dior sebelumnya dan ingatannya berputar pada permintaan Dior yang....
Setengah berlari Chanel mendekati wanita itu dan meraba perutnya.
“Ini asli, jadi__?“
“Ya, aku tidak pernah menggugurkan bayiku!“
Perkataan Dior terdengar jelas di telinga Chanel sampai membuatnya terduduk lemas.
“Ba__ bagaimana bisa?“
Ternyata sebelum Hermes mengurus operasi pengangkatan janin itu, Dior sudah meminta dokter untuk tidak melakukannya. Sungguh perbuatan yang tidak terpuji dan sang dokter mempertaruhkan profesinya lantaran permohonan Dior yang pilu. Sebagai sesama wanita dan juga ibu, dokter itu akhirnya setuju. Dior pura-pura di operasi untuk mengelabui Hermes dan Valentino.
Karena Valentino tidak menyentuhnya, tentu saja pria itu tidak sadar. Jadi saat melihat perut Dior membuncit, dia mengira jika itu hanya sumpalan untuk mengelabui mamanya sampai Chanel melahirkan nanti.
__ADS_1
“Chanel, waktuku sudah hampir habis dan pergerakan bayiku di dalam juga berkurang, detak jantungnya juga melemah!“ ucap Dior dengan melepas swetear yang dia kenakan dan juga menyingkap bajunya.
Di sana terlihat sekujur tubuh Dior dipenuhi lebam kebiruan, itulah kenapa selama ini Dior memakai baju lengan panjang.
“Kak__“ Chanel semakin cemas melihat kondisi Dior yang memprihatinkan.
“Sudah aku katakan, waktuku tidak lama lagi Chanel. Jika aku menunggu lagi, bayiku tidak akan selamat!“ ucap Dior lagi.
Chanel berusaha menguasai dirinya, dia bergegas memakai baju dengan gemetaran. Bahkan perutnya sekarang jauh lebih besar daripada perut Dior, itu artinya bayi yang di kandung Dior tidak berkembang dengan baik.
“Jadi sekarang, apa yang harus kita lakukan?“ tanya Chanel panik.
Chanel mendekati Dior dengan meraup wajahnya dengan kedua tangannya. “Kau dan bayimu harus selamat, Kak. Kau harus menjadi ibu!“
“Kau yang menjadi ibu, Chanel! Kau yang lebih pantas, pernikahanku dengan Valen diawali dengan cara yang salah sementara pernikahanmu sudah direstui dari awal dan kau istri sah Valen. Aku adalah figuran sebenarnya!“ ucap Dior dengan memegang dadanya yang semakin sakit.
__ADS_1
“Tidak, kau bukan figuran, Kak! Kau seorang pemenang, kau berjuang sejauh ini. You won!“
Hermes yang sebenarnya dari tadi menyusul adiknya menguping pembicaraan kedua wanita itu. Setetes air matanya keluar, ternyata selama ini Dior telah menipunya dan semua orang.
“Dior__“ panggilnya.
Dior menoleh kearah pintu yang baru terbuka, buru-buru Dior memakai swetearnya kembali tapi Hermes menahannya. Dia ingin marah tapi melihat keadaan adiknya justru membuat hatinya hancur.
“Maafkan aku, Kak!“ ucap Dior kemudian yang langsung mendapat pelukan dari kakaknya. “Aku tidak merasakan gerakan bayiku lagi, tolong selamatkan bayiku!“
“Kita harus ke rumah sakit sekarang!“ sahut Hermes cepat.
Akhirnya mereka bertiga bergegas ke rumah sakit, di dalam perjalanan Hermes mencoba menghubungi asistennya untuk mempersiapkan rumah sakit dimana dokter yang menangani Dior berada. Dia juga menghubungi Valentino supaya bergegas meninggalkan pekerjaannya.
“Bertahanlah, Kak! Sebentar lagi kita akan sampai!“ ucap Chanel semakin cemas melihat Dior yang tambah pucat.
__ADS_1
Tangan Dior berusaha meraih tangan Chanel dan berkata. “Aku selalu berdoa agar kau selalu bahagia, Chanel! Kau akan menjadi ibu dari dua bayi yang lucu dan kau juga akan menjadi seorang istri yang sangat dicintai suaminya!“
“Kak Valen juga mencintaimu, Kak. Kita akan membesarkan bayi kita bersama!“ bujuk Chanel supaya Dior tidak menyerah.