Selir BADASS

Selir BADASS
Tak Terduga Lagi


__ADS_3

Dior mendatangi kakaknya di apartemen karena ingin menanyakan sesuatu yang mengganjal di hatinya. Bagaimana bisa Chanel berada di mes karyawan milik kakaknya itu. Artinya Chanel bekerja di restaurant Hermes dan besar kemungkinan Hermes mengenal Chanel.


“Kak Hermes__“ panggil Dior saat masuk ke apartemen tapi suasana di dalam tampak sepi.


Dior terus mencari kakaknya sampai berhenti di ruang gym pribadi yang berada di apartemen itu.


Hermes sedang berlari di treadmill dengan memakai headphone. Jadi saat Dior memanggilnya, dia tidak mendengar. Dipikiran Hermes saat ini adalah Chanel yang tidak mau memberi jawaban atas permintaannya menjadi kekasih.


Biasanya semua wanita akan senang bukan main jika dirinya meminta jadi kekasih tapi Chanel berbeda walaupun keadaannya saat ini sangat membutuhkan bantuannya tapi dia tidak serta merta menggunakan kesempatan itu.


“Lihat saja, aku akan mendekatimu dan kau akan jatuh dalam pesonaku!“ gumam Hermes yang merasa tertantang untuk memiliki Chanel.


Sampai dia melihat Dior sudah berdiri dihadapannya dengan berkacak pinggang.


“Kau ada disini?“ tanya Hermes dengan melepas headphone.


“Sudah dari tadi!“ ketus Dior.


“Maaf, aku tidak mendengar! Tumben kemari, biasanya juga kita bertemu di tempat mami papi!“

__ADS_1


“Mau buatkan aku makan malam? Aku ngidam masakanmu, Kak!“


Hermes mengangguk. “Kebetulan aku baru membeli daging wagyu. Aku akan membuatkan steak untuk calon keponakanku!“


Sebelum memasak, Hermes membersihkan dirinya lalu mempersiapkan bahan-bahan untuk membuat steak. Di pantry dapur, Dior dengan setia menunggu kakaknya memasak. Dia ingin menanyakan tentang Chanel tapi masih ragu karena takut kakaknya akan curiga.


“Sebaiknya hubungi Valen, minta dia kemari! Kita makan malam bersama, aku juga akan memanggil calon kekasihku dan memperkenalkan pada kalian!“ ucap Hermes disela masaknya.


“Calon kekasih?“ tanya Dior memastikan.


“Dia wanita yang susah ditaklukan. Kalian harus membantuku memdapatkan hatinya! Kalian harus balas budi karena aku bersedia menikahkan kalian!“ jawab Hermes percaya diri.


Dua jam kemudian, Valentino datang setelah menyelesaikan pekerjaannya di kantor.


“Aku membawa cake pesananmu, Sayang!“ ucap Valentino dengan mendekati istrinya.


“Ini untuk menyambut calon kekasih kak Hermes, kita harus jadi mak comblang!“ sahut Dior terkekeh.


"Wow! Seorang Hermes butuh mak comblang!“

__ADS_1


“Ck, wanita kali ini berbeda!“ decak Hermes yang tidak terima.


Di luar apartemen, Chanel baru turun dari taksi. Dia menerima undangan Hermes karena dia akan mulai jujur hari ini pada pria penolongnya itu. Dia akan jujur siapa dirinya sebenarnya supaya Hermes tidak berharap lebih padanya.


“Setidaknya aku berusaha jujur jika aku dipecat, aku bisa mencari pekerjaan lain dan menyewa kost lagi," gumam Chanel.


Kakinya melangkah ke unit apartemen Hermes, saat sampai dia memencet bell apartemen dan Hermes yang membuka pintu.


“Akhirnya datang juga, kami semua menunggumu!“ ucapnya.


“Kami?“ tanya Chanel.


“Ada adikku dan suaminya!“ jawab Hermes dengan menggandeng tangan Chanel untuk masuk.


Chanel mengikuti langkah Hermes dan berhenti di meja makan. Matanya membulat melihat siapa yang duduk disana, tak kalah terkejut Valentino dan Dior juga tidak menyangka wanita yang disukai Hermes adalah Chanel.


“Kenalkan, namanya Chanel!“ ucap Hermes kemudian.


Valentino menatap Chanel dengan tajam apalagi tangan istrinya itu digandeng oleh pria lain dan parahnya pria itu adalah iparnya. Dan hal itu disadari oleh Dior jika suaminya saat ini tengah cemburu.

__ADS_1


__ADS_2