Selir BADASS

Selir BADASS
Valen yang Bucin


__ADS_3

Disisi lain, Valentino memang sengaja berbohong pada Dior jika hari ini dia akan ada rapat penting. Dia curiga dengan keadaan istrinya yang justru semakin hari semakin lemah dan seharusnya perutnya sudah membuncit bukan?


Akhirnya Valentino memutuskan untuk menemui dokter kandungan yang selama ini menangani Dior. Dia ingin berbicara empat mata dan membicarakan kehamilan istrinya.


“Silahkan masuk, Bos!“ ucap Yuda saat berhasil membuat jadwal bertemu mendadak dengan dokter kandungan.


Valentino mengangguk. “Kau tunggu di luar saja!“


Setelah berkata seperti itu, Valentino masuk ke ruangan dokter kandungan dimana dokter itu sudah menunggu.


“Silahkan duduk, Tuan!“ ucapnya.


Valentino duduk dan mulai menceritakan keadaan kehamilan Dior pada dokter itu. Dokter mendengarkan penjelasan Valentino dengan seksama lalu melepas kacamata dengan menghela nafasnya panjang. Sepertinya dia harus melanggar janjinya pada Dior untuk tidak berbicara pada siapapun tentang kondisinya.


Dan dokter itu mulai menjelaskan gangguan kehamilan yang dialami Dior selama ini. Tentu saja hal itu membuat Valentino terkejut bukan main, dia sudah tahu sifat Dior seperti apa jadi dia tidak heran jika istrinya itu memilih mempertahankan kehamilannya.


“Hentikan kehamilannya, Dok. Saya akan berusaha membujuknya!“ ucap Valentino kemudian.


Dia tahu ini tidak mudah, untuk itu dia akan meminta bantuan Hermes supaya membujuk Dior untuk menghentikan kehamilan.


Hermes yang mendapat panggilan dari Valentino merasa gusar, selama dua bulan ini dia menahan diri untuk tidak menemui adik iparnya itu. Dia takut akan kelepasan yang pada akhirnya menambah permusuhan diantara keluarga mereka.

__ADS_1


“Mau apa pecundang itu?“ gumamnya.


Saat ini dia masih berada di gedung kantornya, Hermes ingin menemui Valentino tapi sekretarisnya berkata jika ada seseorang yang ingin menemuinya.


“Siapa? Apa orang itu sudah membuat janji?“ tanya Hermes.


“Katanya cukup memberitahu --Chanel ingin bertemu-- pasti Bos Hermes akan langsung memintanya masuk!“


Mata Hermes berbinar mendengar itu, dia tidak bisa menutupi rasa bahagianya. Dia berdehem sejenak supaya kelihatan berwibawa lalu meminta Chanel masuk ke ruangannya.


“Tapi kata nona Chanel, dia menunggu anda di bawah!“


“A-apa?“


“Apa maksudnya kencan?“


Hermes langsung saja menyambar jas yang dia lepas dan langsung turun ke lantai dasar dimana Chanel menunggunya.


Disana dia melihat Chanel yang tampak lebih berisi dari dua bulan lalu, wajahnya tampak lebih segar dan cantik.


“Bos kremes__“ panggil Chanel saat melihat Hermes mendekat padanya.

__ADS_1


“Chanel__“ sahut Hermes tidak percaya.


Chanel berdiri dari tempat dia duduk dan mendekati Hermes sambil berkata. “Ayo kita makan siang bersama! Aku yang traktir!“


Hermes seakan lupa janjinya dengan Valentino, dia menyetujui permintaan Chanel yang membawanya ke resto dimana Valentino juga berada disana.


Bukannya apa, Chanel juga mempunyai tujuan yang sama dengan Valentino yaitu supaya Hermes bisa membujuk Dior supaya menghentikan kehamilannya.


“Kau kemana saja, Chanel?“ tanya Hermes saat mereka dalam perjalanan.


“Aku hanya butuh waktu sendiri dan memikirkan semuanya!“ jawab Chanel.


“Apa kau sudah mempunyai keputusan untuk meninggalkan Valen?“ tanya Hermes penuh selidik.


“Kita bicarakan itu nanti yang penting kita makan dulu!“


“Kau sudah lebih berisi, makanmu sungguh banyak!“


“Seperti yang aku bilang sebelumnya, aku sedang memperbaiki gizi!“


Keduanya terkekeh bersama sampai mobil Hermes berhenti di parkiran resto. Saat Hermes dan Chanel masuk ke dalam resto, ada sepasang mata yang menatap mereka dengan tatapan nyalang.

__ADS_1


Valentino meminta Hermes datang menemuinya tapi justru iparnya itu membawa istrinya yang dua bulan ini memporak-porandakan hatinya.


“Padahal dipanas atau pun hujan, kau tidak pernah hilang dari ingatan,“ batin Valentino yang melihat Chanel disana.


__ADS_2