Selir BADASS

Selir BADASS
Berbagi Cinta


__ADS_3

Hermes tersenyum tipis melihat Chanel begitu lahap memakan opor ayam. Biasanya wanita yang dekat dengannya selalu jaga image tapi tidak dengan Chanel, wanita itu bahkan tampil apa adanya.


“Apa seenak itu?“ tegur Hermes yang tidak tahan untuk bertanya.


Chanel tidak menjawab karena mulutnya yang penuh, dia hanya mengangguk dan mengacungkan jempolnya.


Sampai beberapa detik kemudian, Chanel menghabiskan makanannya dan langsung menepuk perutnya pelan tanda dia kekenyangan.


“Aku sedang memperbaiki gizi. Jadi jangan kaget jika nanti aku jadi gendut!“ ucapnya kemudian.


Hermes semakin terkekeh geli. Biasanya cewek akan berlomba-lomba untuk menguruskan badan tapi tidak dengan Chanel yang justru ingin gendut.


“Apa boleh aku membawa sisa opor ayamnya?“ tanya Chanel tanpa malu. “Aku sedang berhemat.“


“Berapa hutangmu pada rentenir itu?“ tanya Hermes penasaran.


“Tidak bisa dihitung. Makanya aku harus mencari uang yang banyak!“ jawab Chanel.


Hermes mengerutkan keningnya dan menganalisis mimik Chanel yang sepertinya menyembunyikan sesuatu.


“Keluargamu?“ tanya Hermes lagi.


“Aku tidak punya keluarga dan sebatang kara!“ jawab Chanel yang kini ekspresinya tampak sedih.


Hermes yang menyadari hal itu tidak mau bertanya banyak lagi. Dia berusaha membuat mood Chanel kembali seperti semula dengan memakan es krim.

__ADS_1


“Jadi apa yang biasa kau lakukan jika akhir pekan?“ tanya Chanel menyuapkan es krim ke mulutnya.


Kini keduanya beralih ke ruang santai untuk menonton film.


“Biasanya aku berkencan!“ jawab Hermes santai.


“Terus kenapa sekarang tidak berkencan?“


“Kan sekarang kencannya denganmu, Chanel.“


*****


Valentino mendapat laporan jika orang suruhannya lagi-lagi gagal menemukan keberadaan Chanel yang mana membuatnya begitu gusar.


Tak lama pintu apartemennya terbuka, Valentino mengira itu adalah Amelia yang datang dan akan memarahinya seperti biasa tapi ternyata dia salah.


“Sayang__“ panggil Valentino setengah berlari mendatangi Dior yang baru saja masuk apartemen.


Dior yang berhasil bernegosiasi dengan orangtuanya akhirnya diberi ijin untuk kembali tinggal bersama Valentino. Maheswari yang melihat kondisi Dior yang semakin lemah dengan terpaksa membiarkan Dior pergi untuk mendatangi suaminya.


“Aku kembali Val,“ ucap Dior dengan meneteskan air matanya.


“Apa papi mertua sudah merestui kita?“ tanya Valentino penuh harap.


Dior menggeleng. “Tapi setidaknya papi membiarkanku kembali!“

__ADS_1


Valentino langsung memeluk tubuh Dior yang tampak mengurus dan pucat itu. “Apa bayi kita baik-baik saja?“


“Bayi kita pasti baik-baik saja!“ jawab Dior penuh ironi.


Valentino mengangkat tubuh Dior ala bridal style dan membawa istrinya itu ke kamar mereka. Saat sampai ke dalam, Valentino menurunkan tubuh Dior keatas ranjang mereka. Dikecupnya kening Dior sejenak sebelum Valentino beranjak pergi.


“Istirahatlah, wajahmu begitu pucat Sayang! Aku akan kembali dengan semangkuk bubur!“ ucapnya.


“Aku seperti pasien, Val,“ protes Dior dengan tersenyum tipis.


Saat Valentino akan pergi, Dior menahannya. “Aku tidak ingin bubur! Aku ingin kau menemaniku disini!“


Dior menarik lengan suaminya dan tanpa ragu mengalungkan kedua tangan di leher kokoh Valentino.


“Aku merindukanmu, Val,“ lirih Dior dengan wajah yang merona.


Valentino tahu apa yang dimaksud istrinya, sebenarnya dia juga merindukan Dior dan ingin menghabiskan waktu dengan bercinta penuh gairah tapi mengingat Dior yang hamil dan sepertinya kondisinya lemah, Valentino berusaha menahan hasratnya.


“Kita lakukan saat kondisimu sudah tidak lemah lagi,“ ucap Valentino dengan mengecup bibir istrinya dan berlalu keluar kamar untuk membuat bubur.


Ada perasaan kecewa di hati Dior tapi dia juga mencoba mengerti karena Valentino pasti mengkhawatirkan kondisinya.


Sampai pandangannya teralihkan oleh sebuah map cokelat diatas nakas. Karena penasaran Dior mengambilnya dan melihat isinya. Ternyata itu adalah berkas surat perceraian yang Chanel tanda tangani sebelumnya tapi anehnya tidak ada tanda tangan Valentino disana.


Dior tidak bisa menahan air matanya untuk keluar karena mulai menyadari jika cinta suaminya sudah terbagi.

__ADS_1


__ADS_2