
Valentino membawa Chanel serta Bi Tuti kembali ke mansion. Sebelumnya Amelia sudah tahu semuanya jadi dia tidak akan menanyakan apapun pada Chanel yang justru nanti akan membuat menantunya tertekan.
“Saya izin kembali ke villa, Tuan. Barang-barang nona masih berada di sana semua!“ pamit Bi Tuti.
“Nanti Yuda yang akan mengambilnya, cukup barang penting saja yang dikemas, Bi. Nanti sisanya simpan saja di lemari jadi sewaktu-waktu bisa dipakai saat menginap di villa!“ ucap Valentino yang diangguki oleh Bi Tuti.
Bi Tuti kembali ke villa diantar oleh supir, setelah itu Valentino menemui istrinya yang saat ini berada di kamar dengan Amelia.
“Semoga kak Hermes bisa membujuk orangtuanya,“ ucap Chanel yang masih terus memikirkan Louis.
“Mereka masih syok begitu juga dengan mama. Aku tahu mereka tidak akan tega memisahkan anak dengan ayah kandungnya!“ tutur Amelia dengan membelai rambut Chanel.
Lalu Amelia mengusap perut Chanel yang di dalam sana bayi Chanel terus bergerak.
“Dia sangat aktif!“
“Iya, kadang aku tidak bisa tidur karena dia suka bergerak di tengah malam!“
“Kalau begitu istirahatlah, jangan terlalu setres. Kita semua kehilangan Dior tapi dia pergi dengan tenang jadi yang bisa kita lakukan hanya berdoa!“
Chanel mengangguk, semuanya sekarang tidak berjalan sesuai rencananya. Saat Amelia keluar kamar, dia berpapasan dengan Valentino yang akan masuk. Amelia menepuk pundak anaknya dan berlalu pergi.
“Kak__“ panggil Chanel saat melihat Valentino masuk ke kamar.
Valentino tersenyum tipis. “Aku akan mandi dulu!“
__ADS_1
“Mau aku mandikan?“ tawar Chanel.
Tanpa menunggu persetujuan suaminya, Chanel langsung menarik tangan Valentino masuk ke dalam kamar mandi.
“Chanel__“ tolak Valentino saat Chanel akan membuka bajunya.
“Kenapa? Aku sudah melihat semuanya! Kakak malu padaku karena kita 2 bulan ini tidak bertemu dan bercinta?“ tanya Chanel.
Valentino kehabisan kata-kata, dia menerima apa yang dilakukan Chanel padanya. Chanel memintanya untuk berendam di bath up dengan Chanel yang begitu telaten menggosok punggung suaminya.
“Sudah Chanel nanti kau lelah, kau sedang hamil sekarang!“ ucap Valentino kemudian.
“Aku tidak akan lelah karena kak Valen adalah ladang pahalaku!“ sahut Chanel dengan terus menggosok badan suaminya.
Sampai tubuhnya tersentak karena tiba-tiba Valentino mengangkatnya dan membuatnya masuk ke dalam bathup bersama.
Valentino mengusap perut Chanel yang membesar dan mengecupnya dengan memasukkan kepalanya dalam air.
“Papa akan menjagamu, papa akan berusaha membawa kakakmu pulang!“ ucap Valentino penuh ironi.
“Louis pasti kembali, Kak!“
“Aku bahkan hanya melihatnya sekilas!“
“Louis sangat tampan persis sepertimu, Kak. Kau membuatnya penuh dengan cinta dengan kak Dior sementara aku membuat bayiku sendirian, pasti dia nanti akan mirip denganku!“
__ADS_1
Valentino langsung berdehem. “Jangan membahas hal seperti itu, Chanel!“
“Tapi itu kenyataannya!“
“Aku akan memperbaiki semuanya, aku sudah berjanji pada Dior!“
“Apa itu tertulis di surat yang kakak dapatkan? boleh aku membacanya?“
“Kau pasti tidak akan mau membacanya!“
“Kenapa?“
“Karena berisi perkataan vulgar antara suami dan istri!“ jawab Valentino memberi alasan.
“Aku tidak masalah!“
“Benar?“
Tiba-tiba Chanel menjadi gugup apalagi Valentino semakin mendekatinya. Dia menelan ludahnya dengan susah payah sepertinya Chanel tidak perlu tahu apa yang ditulis oleh Dior untuk Valentino.
“Um, sepertinya aku tidak jadi ingin tahu, Kak!“
“Kenapa? bukankah tadi kau penasaran?“
“Aku tidak menyangka jika kak Dior itu mesum!“
__ADS_1
“Kau sedang membicarakan dirimu sendiri ya? Yang jadi pemerkosa sampai hamil siapa?“
“Kak, jangan terus membahas itu. Aku jadi malu!“