
Icha merasa jengah karena terus diikuti oleh orang suruhan Yuda, dia sengaja masuk ke dalam mall dan masuk ke toilet wanita. Di dalam toilet dia mengganti bajunya serta memakai wig supaya penampilannya berbeda karena dia akan menemui Chanel hari ini.
Merasa penampilannya terlihat berbeda, Icha keluar dari toilet dan sesuai dugaannya dia berhasil mengecoh orang suruhan Yuda.
Gadis itu mendatangi Chanel di mes yang ditempati sahabatnya itu. Chanel memang mengurung diri setelah mendapat laporan dari Icha jika Yuda beberapa kali menemui temannya itu untuk menanyakan keberadaannya.
“Chanel__“ panggil Icha saat sampai di unit mes Chanel.
Mes karyawan itu seperti kost jadi setiap karyawan mempunyai satu unit kamar. Rata-rata karyawan restaurant Hermes memang di datangkan dari luar kota.
“Akhirnya, kau bawa pesananku, 'kan?“ tanya Chanel saat membuka pintu. “Ayo masuk!“
Icha masuk kedalam dan mengeluarkan tes kehamilan dari tasnya. “Kau yakin hamil?“
“Sepertinya, makanya aku ingin memastikan!“ sahut Chanel dengan meraih tes kehamilan dan berlalu ke kamar mandi umum.
Chanel merasa berdebar melihat hasil dari tes kehamilan itu. Disana terlihat garis dua berwarna merah yang artinya dia memang hamil.
“Ya ampun, ini hasil perbuatan tidak senonohku bisa menghasilkan bibit dari mayonaise kak Valen!“ gumamnya.
Chanel kembali ke kamarnya dengan langkah gontai. Sekarang dia harus memikirkan masa depannya dan juga anaknya.
“Bagaimana?“ tanya Icha penasaran.
“Seperti dugaanku, aku hamil!“ sahut Chanel dengan merebahkan dirinya ke atas ranjang kecilnya.
“Kau benar-benar tidak ingin kembali? Sepertinya suamimu mencarimu terus? Anakmu pasti butuh sosok papa, 'kan?“
__ADS_1
“Aku tidak mau kak Valen menerimaku hanya karena lantaran aku hamil. Aku ingin dia benar-benar mencintaiku dan adil memperlakukan semua istrinya!“
“Lalu bagaimana sekarang?“
Chanel tampak berpikir. “Sepertinya aku membutuhkan bantuan si Kremes! Aku harus cari uang yang banyak sebelum perutku membesar!“
*****
Keesokan harinya, Hermes datang ke restaurant karena ingin memeriksa laporan keuangan disana. Sebenarnya dia biasanya datang dua minggu sekali tapi karena sekarang ada Chanel, dia selalu menyempatkan diri untuk datang seminggu dua atau tiga kali. Hermes kadang suka tertawa geli jika teringat tingkah kocak Chanel dan dia selalu ingin dipanggil...
“Bos Kremes!“ sapa Chanel saat melihat Hermes datang.
Ya, itu panggilan yang disematkan padanya. Chanel satu-satunya wanita yang berani memanggilnya seperti itu. Dan gilanya Hermes menyukainya.
“Aku ingin membicarakan sesuatu yang penting!“ ucap Chanel tanpa basa-basi.
Hermes mengernyit. “Apa itu?“
“Kau baru bekerja sebulan dan ingin meminta naik gaji?“
“Aku ingin bebas dari rentenir!“ Chanel memberi alasan.
“Ayo ke ruanganku!“
Mereka berdua memang akrab dan Hermes sendiri yang memintanya supaya Chanel tidak perlu canggung padanya.
“Jadi bagaimana cara supaya aku bisa naik gaji?“ tanya Chanel menuntut.
__ADS_1
Hermes menimang-nimang pertanyaan Chanel, sepertinya ini adalah kesempatan emas supaya bisa lebih dekat dengan wanita yang dianggapnya masih gadis itu.
“Bagaimana kalau setiap akhir pekan kau menemaniku? Itu akan aku hitung sebagai uang lembur!“ sahut Hermes.
Tanpa ragu Chanel langsung menyetujuinya. Chanel akan berusaha keras mencari uang sebelum perutnya membesar dan bayinya lahir nanti.
“Baiklah, hanya perlu menemani saja, 'kan?“
Saat akhir pekan tiba, Hermes meminta Chanel untuk datang ke apartemennya karena dia ingin memasak dan mengajari Chanel cara membuat opor ayam.
“Masukkan ayamnya pelan-pelan setelah itu aduk dengan bumbunya.“
Hermes memberi instruksi dan Chanel mengikuti arahan dari pria yang berdiri di sampingnya itu.
“Setelah ini apa?“
“Masukkan santan!“
Chanel memasukkan santannya.
“Setelah itu beri salam!“
Chanel membungkuk dan menatap ayam di depannya. “Selamat siang ayam!“
“Maksudnya itu daun salam bukan memberi salam pada ayamnya!“ tegur Hermes.
*****
__ADS_1
Selamat buat pemenang giveaway🥳 Saya ikuti tolong diikuti balik ya biar bisa chat langsung buat kirim hadiahnya.