
Chanel terus berjalan naik ke tangga karena dia memakai high heels tentu saja membuatnya kesusahan. Dia ingin mengejar Valentino yang sudah berada di atas untuk melihat lokasi hutan lindung yang akan dikembangkan.
“Argh!“
Tiba-tiba Chanel berteriak yang membuat Valentino langsung mencari keberadaan istri keduanya. Ternyata Chanel terjatuh di tangga yang mana membuat Valentino akhirnya menyudahi pekerjaannya.
“Saya akan ke penginapan, besok kita bertemu lagi!“ pamitnya pada para kontraktor.
Valentino mendatangi Chanel yang menangisi kakinya. Pria itu mengulum senyumnya karena mengingatkannya pada masa lalu. Dulu waktu kecil Chanel suka menangis jika terjatuh dan dia selalu membantunya.
“Huaaa__ Huaaa__“ Chanel terus meraung menangis.
Tiba-tiba Valentino membungkuk dan meminta Chanel naik ke punggungnya.
“Naiklah!“ pinta Valentino.
Dengan senang hati Chanel langsung naik ke punggung suaminya. Valentino mengangkat tubuh Chanel dan meraih kedua paha istrinya itu supaya tidak jatuh.
“Aku merasa Chanel kecil yang selalu kau gendong seperti ini, Kak!“ ucap Chanel yang melingkarkan kedua tangannya ke leher suaminya dari belakang.
“Ck, dari dulu kau tidak berubah! Cengeng!“ decak Valentino yang selalu terganggu dengan tangisan Chanel.
“Cewek gemoy itu harus cengeng!“ sahut Chanel kesenangan.
“Hanya kau saja yang bangga saat orang mengataimu cengeng!“
__ADS_1
“Asal Kak Valen yang bicara, aku suka!“
Mereka sudah sampai ke penginapan dan Valentino langsung mengambil 2 kunci ke meja resepsionis yang sebelumnya sudah dia pesan.
“Ini kunci kamarmu!“ ucap Valentino dengan memberikan satu kunci kamar pada Chanel.
“Kita pisah kamar?“ tanya Chanel.
“Memangnya kita pernah satu kamar?“ tanya Valentino balik.
“Anu Kak, aku takut kalau di kamar sendirian. Biasanya para hantu penunggu kamar kosong suka sama cewek gemoy. Apalagi aku sekarang lemah tak berdaya karena kakiku sakit. Jadi bagaimana kalau kita satu kamar?“ ucap Chanel memberi alasan.
“Tidak ada hal seperti itu!“ elak Valentino.
Chanel meraih tangan Valentino dengan wajah dibuat memelas semelas mungkin.
Valentino mendengus kasar. “Baiklah, tapi tutup mulutmu dan buang jauh-jauh pikiran parnomu itu!“
Chahel tidak lagi menjawab karena perintah harus menutup mulutnya tapi dia mengangguk kuat dengan senyuman lebar.
Sesampai di kamar, Valentino langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sementara Chanel masih sibuk mengobati kakinya yang luka dengan obat merah yang dia dapatkan dari petugas penginapan.
“Ish, sakit__“ keluh Chanel. “Tapi karena aku punya luka ini jadi bisa digendong dan satu kamar dengan Kak Valen. Aku senang hari ini bisa jatuh!“
Tak lama kemudian, Valen keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk melilit pinggangnya. Dan hal itu sukses membuat wajah Chanel merah padam, dimatanya Valentino sangat seksi.
__ADS_1
“Apa kau masih bisa membuat laporan, Chanel?“ tanya Valentino kemudian.
Chanel mengangguk.
“Sebaiknya kita jangan membuang waktu supaya bisa cepat kembali!“
Chanel mengangguk lagi.
“Aku akan meminta makan malam diantar ke kamar!“
Saat Chanel akan mengangguk lagi, Valentino berkata. “Kau seperti kucing penurut sekarang!“
Valentino tidak menyadari jika yang dia sebut kucing penurut sudah merencanakan ide gila di kepalanya.
Saat makan malam di antar ke kamar mereka, Chanel dengan gemetaran menuang obat perangsang pada minuman suaminya.
“Maafkan aku istri tua, tapi kak Valen juga suamiku!“ batin Chanel yang mengingat Dior.
Saat makan malam selesai, Valentino merasakan panas di sekujur tubuhnya. Dia masuk ke kamar mandi lagi untuk mengguyur tubuhnya dibawah pancuran shower tapi percuma rasa panas itu justru semakin menjadi.
Saat dia keluar kamar mandi, dia melihat Chanel memakai baju haramnya lagi. Dan itu sukses membuat hormon testosteron pada dirinya meningkat.
Tapi Valentino berusaha melawan gejolak itu. Dia ingin ke rumah sakit terdekat untuk bisa menyembuhkan efek obat perangsang dalam tubuhnya.
Chanel tidak tinggal diam, dia berusaha menarik Valentino supaya tidak keluar dari kamar. Dia memukul tengkuk belakang Valentino tepat di saraf yang bisa membuat seseorang pingsan, itu yang dia pelajari di kelas bela diri yang dia ikuti.
__ADS_1
Saat Valentino tak sadarkan diri, barulah Chanel memapah tubuh suaminya naik keatas ranjang.
Chanel meraih ponselnya dan mencari sesuatu di internet dengan kata kunci. “Bagaimana tutorial memperkosa suami.“