
Valentino terpaksa menerima Chanel sebagai sekretarisnya karena memang kenyataannya Chanel mengikuti prosedur walaupun dibelakangnya dia dibantu oleh Amelia.
“Kau boleh kembali ke ruanganmu jika aku perlu bantuan, aku akan memanggilmu!“ ucap Valentino kemudian.
“Baik, Bos suami!“ sahut Chanel patuh.
“Jangan memanggilku seperti itu!“ ucap Valentino memberi peringatan karena dia tidak mau pernikahannya dengan Chanel ada yang mengetahui.
“Tenang saja itu adalah panggilan jika kita berdua seperti ini, Bos suami! Aku akan kembali ke ruanganku dan menunggu dipanggil, aku juga dengan senang hati jika Bos suami meminta lembur supaya kita bisa berdua lebih lama!“ sahut Chanel dengan percaya diri.
Valentino hanya bisa geleng kepala dengan tingkah laku Chanel, dimatanya Chanel masih seperti adik kecil yang selalu bermain dengannya dulu.
Saat jam pulang kantor, Valentino segera pulang karena memikirkan keadaan Dior. Tapi lagi-lagi dia harus mendengus kesal ketika melihat Chanel menunggunya di mobilnya.
“Masuklah!“ akhirnya Valentino menyuruh istri keduanya itu masuk mobil karena malas berdebat.
Dengan senang hati Chanel masuk kedalam mobil, sebelum pulang ke apartemen Valentino singgah ke beberapa resto untuk membelikan makanan pesanan Dior.
Dan hal itu membuat Chanel semakin iri hati, seandainya dia juga hamil pasti Valentino akan perhatian juga padanya. Itu yang ada dipikirannya.
“Kak, aku ingin es krim cone!“ pinta Chanel saat Valentino berhenti di MCD.
Valentino tidak menjawab tapi dia tetap memesan es krim cone pesanan Chanel melalui mesin suara drive thru.
“Ini es krimnya!“ ucap Valentino dengan memberikan es krim cone pada Chanel saat mobil sudah mencapai di pos pengambilan makanan.
“Oh my__ Thanks, suami!“ ucap Chanel kesenangan.
Di apartemen, Dior tidak sabar menunggu kepulangan suaminya. Dia duduk di meja makan sambil bermain ponsel dan membaca artikel-artikel seputar kehamilan.
Tak lama pintu apartemen terbuka, dia berlarian kecil untuk menyambut suaminya pulang tapi Dior terkejut saat melihat Chanel pulang bersama suaminya.
“Kalian jalan berdua?“ tanya Dior kemudian.
“Aku membelikan semua pesananmu, Sayang! Ayo kita ke meja makan!“ sahut Valentino berusaha mengalihkan perhatian istri pertamanya.
Tapi Dior justru mendekati Chanel dengan memberikan tatapan tajam pada madunya itu.
“Kau mencuri kesempatan ya!“ bentak Dior.
“Mencuri kesempatan bagaimana? Aku sekarang bekerja di perusahaan kak Valen jadi wajar jika kami bisa jalan bersama!“ jelas Chanel.
“Apa? bekerja di perusahaan Valen?“
__ADS_1
“Iya aku jadi sekretaris kak Valen sekarang!“
Mendengar itu, Dior tidak bisa menahan emosinya lagi. Dia mendekati suaminya dengan memberikan pukulan kecil pada dada Valentino.
“Lagi-lagi kau tidak memberitahu apapun padaku, Val!“ pekik Dior yang merasa kecewa.
Valentino menangkap tangan istrinya yang masih memukuli dadanya. "Sayang, aku bisa jelaskan!“ bujuknya.
“Jelaskan apa lagi! Semuanya sudah jelas!“ Dior berlalu ke kamarnya untuk mengambil tasnya.
Setelah itu dia pergi keluar apartemen, tentu saja Valentino berusaha mengejar istrinya.
“Sayang, kau mau kemana? Ini salah paham!“ ucap Valentino.
“Aku ingin sendiri, Val. Aku mau pulang ke tempat orangtuaku!“ tegas Dior.
“Please, aku ingin sendiri!“
Valentino menghentikan langkahnya karena ingin memberikan Dior memiliki ruang sendiri.
*****
Dior sudah berada di kediaman orangtuanya, dia memasang wajah ceria supaya orangtuanya tidak curiga.
Seorang wanita paruh baya langsung menyambut putrinya dengan suka cita.
“Mami merindukanmu!“ ucapnya dengan memeluk Dior. “Apa kau begitu sibuk sampai jarang berkunjung?“
“Ya begitulah, Mi. Dimana papi?“ sahut Dior dengan melepas pelukan maminya.
“Sedang memperbaiki ayunan di taman! Temui papimu, mami akan memasak makanan special! Kau menginap, 'kan?“
Dior mengangguk. “Iya, Mi. Aku akan menginap! Aku temui papi dulu!“
Di taman tampak seorang pria tengah sibuk memperbaiki ayunan. Saat melihat Dior, dia memberikan senyuman terbaiknya.
“Papi sedang memperbaiki ayunan?“ tanya Dior kemudian.
“Ayunan ini papi buat ketika kau masih kecil, umurnya sudah puluhan tahun!“ sahutnya.
Dior terdiam sejenak, dia berusaha memberanikan diri menanyakan sesuatu pada papinya. “Pi, apakah papi begitu membenci keluarga Bagaskara?“
“Kenapa jadi membahas keluarga itu, Dior? Kau membuat mood papi langsung hilang!“
__ADS_1
“Tapi pi___“
“Jika ingin membahas keluarga itu, lebih baik kita sudahi pembicaraan kita!“
Dior hanya bisa menghela nafasnya akan sulit memberi pengertian pada keluarganya jadi dia harus pelan-pelan menjelaskan tentang pernikahannya dengan Valentino.
Akhirnya Dior mendatangi maminya untuk membantunya memasak tapi saat mencium bau masakan maminya rasa mual menderanya.
Dior lari ke kamar mandi dan muntah-muntah disana membuat maminya keheranan.
“Anak mami sakit?“ tanyanya cemas.
“Aku tidak apa-apa, Mi.“
Tapi naluri ibu itu sangat kuat, mami Dior mulai curiga terhadap putrinya apalagi wajah Dior yang tampak lemah dan pucat.
*****
Malam hari di apartemen, Chanel berusaha terus menghubungi sahabatnya, Icha. Dia meminta satu hal pada Icha yang membuat gadis itu kesal.
“Aku sangat malu membelinya!“ protes Icha disambungan telepon.
“Pake masker, Cha! Jadi jangan malu!“ bujuk Chanel untuk kesekian kalinya.
Dengan menahan rasa malu Icha pergi ke toko lingerie dan membeli sebuah lingerie seksi atas permintaan Chanel.
Setelah membayar lingerie itu, Icha mengantar lingerie itu pada sahabatnya ke apartemen yang sudah Chanel berikan alamatnya.
“Kau beneran udah nikah dengan kak Valenmu itu?“ tanya Icha saat sampai dimana mereka ada di lobi apartemen.
“Beneran lah! Makanya ini adalah tahap pendekatan!“ jelas Chanel yang tampak kesenangan meraih paperbag yang isinya lingerie yang dia pesan.
Chanel tidak mau menyia-nyiakan kesempatan karena Dior tidak ada jadi dia malam ini akan menggoda suaminya.
Dipakainya lingerie itu lalu dia tutup dengan jubah, perlahan Chanel mendatangi kamar dimana Valentino berada. Beruntung pintu tidak dikunci jadi dia bisa masuk kamar itu tanpa hambatan.
Sementara Valentino masih berada di kamar mandi, saat dia keluar matanya membulat melihat Chanel sudah berada di atas ranjangnya dengan memakai lingerie seksi.
“Chanel__“ pekik Valentino.
Chanel menggigit bibir bawahnya. “Kita harus melakukan malam pertama kita yang tertunda kak Valen!“
“Bagaimana? Apa aku seksi menggunakan baju haram ini?“
__ADS_1
“Menurut artikel yang aku baca, baju haram bisa meningkatkan hormon testosteron pada pria!“