Selir BADASS

Selir BADASS
Perpisahan


__ADS_3

Ranjang itu sudah berantakan akibat aktifitas dua manusia saat bercinta sebelumnya. Itulah yang mereka lakukan hampir sebulan penuh, Valentino akan melakukan pekerjaannya setelah itu membawa Chanel sesekali jalan-jalan menikmati suasana puncak. Setelahnya mereka akan bergelut di atas ranjang lagi dan lagi.


“Kak!“ panggil Chanel yang berada di pelukan suaminya.


“Hm!“ jawab Valentino yang membelai punggung telanjang istrinya.


“Bagaimana keadaan kak Dior?“ tanya Chanel untuk kesekian kalinya.


Karena setiap Chanel bertanya, Valentino selalu mengalihkan pembicaraan dan selalu berkata jangan memikirkan apapun kecuali kita.


Tapi untuk kali ini Valentino akan menjawab pertanyaan Chanel karena waktu mereka berdua sudah hampir habis.


“Dior sudah melakukan operasi untuk mengangkat bayi kami!“ jawab Valentino lirih menahan sakit di dadanya.


Valentino bahkan tidak ada disisi Dior saat operasi itu berlangsung dan membuatnya semakin merasa menjadi lelaki brengsek.


“Pulanglah, Kak! Kak Dior membutuhkanmu!“ ucap Chanel tiba-tiba.


Chanel mendudukkan badannya dan menatap Valentino dengan lekat. “Aku tidak apa-apa!“


Mendengar itu Valentino langsung menarik Chanel ke pelukannya dan menghujaninya ciuman.

__ADS_1


“Aku memang akan kembali pada Dior tapi kau harus ingat satu hal, Chanel! Bahwa setiap malam nanti aku akan tersiksa karena merindukanmu! Sekarang aku tahu definisi cinta itu tidak harus memiliki!“ ucap Valentino penuh ironi.


“Kita seperti one heart. Selalu di hati!“ timpal Chanel berusaha menjadikan suasana tidak menyedihkan.


Valentino semakin mengeratkan pelukannya dan menunduk menatap manik Chanel yang indah. Dia mendaratkan bibirnya ke bibir ranum Chanel yang dimatanya tampak menggoda.


“Kita periksakan kandunganmu dulu, sekarang usianya sudah 4 bulan, 'kan?“ ucap Valentino kemudian.


Chanel mengangguk dan mulai membersihkan dirinya sebelum mereka pergi ke klinik untuk memeriksakan kandungan.


Di dalam kamar mandi Chanel sempat memperhatikan seksama perubahan tubuhnya. Dia memutar-mutar badannya di depan kaca kemudian tersenyum tipis melihat perut buncitnya.


Setelah itu dengan cepat dia mandi karena harus bergantian dengan Valentino setelahnya jika mereka mandi bersama entah apa yang akan terjadi.


“Kak, aku sudah selesai,“ ucap Chanel saat dia baru keluar kamar mandi.


Valentino berada di balkon kamar yang tampak menerima panggilan dengan wajah sulit diartikan. Walaupun begitu, lelaki itu mampu dengan cepat menguasai dirinya sehingga dia melemparkan senyuman pada Chanel yang menatapnya dengan ribuan pertanyaan di kepala.


“Tunggu aku!“ ucapnya kemudian dengan melangkah ke kamar mandi dengan tergesa.


*****

__ADS_1


Mereka sudah sampai di klinik ibu dan anak, Valentino mendaftarkan nama Chanel ke poli kandungan setelahnya mereka menunggu beberapa menit sampai nama Chanel akhirnya dipanggil.


“Kandungannya sangat sehat. Detak jantungnya juga baik dan tekanan darah ibunya juga normal jadi hanya perlu menjaga pola makanan sehat serta minum vitamin!“


Penjelasan dokter yang membuat senyuman Chanel dan Valentino merekah.


“Terimakasih, Dok!“ ucap mereka kompak saat pemeriksaan selesai dan mereka mendapat resep vitamin.


Tangan keduanya masih bertautan saat mereka menunggu resep vitamin dari dokter di apotik klinik tersebut.


“Aku sudah meminta penjaga villa datang kembali dan juga asisten rumah tangga untuk membantumu nanti!“ ucap Valentino memecah keheningan.


Chanel tahu ini sudah saatnya mereka berpisah, walaupun dia sakit tapi dia akan berusaha baik-baik saja karena ini sudah menjadi pilihannya.


“Aku akan tetap berada di villa dan kakak bisa menjemput bayiku 5 bulan kemudian karena sudah siap dilahirkan!“ sahut Chanel dengan melepas genggaman tangan Valen dan menggeser tubuhnya untuk menjauh.


Valentino ingin meraih Chanel ke pelukannya tapi perempuan itu menolak.


“Aku tidak ingin kita berakhir di ranjang!“ ucap Chanel berusaha tersenyum. “Kita berhenti sampai disini dan kembalilah ke pelukan kak Dior!“


“Selamat tinggal kak Valen!“

__ADS_1


__ADS_2