Selir BADASS

Selir BADASS
Permintaan


__ADS_3

Awalnya suasana begitu canggung saat keluarga Maheswari datang tapi Amelia bisa mencairkan suasana dan tidak mau membahas masa lalu.


“Ayo Jeng, masakan malam ini resep dari saya semua! Dijamin mantul tak kintul-kintul!“ ucap Amelia saat mempersilahkan besannya ke meja makan.


Mami Dior terkekeh mendengarnya ternyata Amelia sosok yang humoris. “Iya Jeng!“


Maheswari dan Hermes juga beranjak dari duduknya menuju meja makan. Suasana sudah mulai menghangat apalagi saat Valentino dan Dior bergabung bersama mereka.


Dior malam tampil cantik dengan dress putih yang memperlihatkan perutnya yang buncit.


“Kau sangat cantik Sayang, kita harus mulai membeli perlengkapan bayi karena kau akan segera melahirkan!“ ucap maminya antusias. Lalu dia melirik kearah Amelia. “Iya kan Jeng!“


Amelia mengangguk. “Kita akan menggila berbelanja!“


“Beli dua pasang warna pink dan biru, aku menyerahkan kebutuhan bayi pada nenek-neneknya!“ ucap Dior kemudian.


“Kenapa harus dua pasang?“ tanya mereka heran.


“Karena jenis kelaminnya belum kelihatan jadi belinya harus dua!“ sahut Dior memberi alasan.


Sementara para lelaki tidak mendengar pembicaraan para perempuan, mereka tengah berbincang di taman yang terhubung dengan kolam renang.


Di sana Maheswari menceritakan bagaimana Bagaskara dan dirinya bersahabat sampai akhirnya Bagaskara yang berkhianat padanya yang menyebabkan permusuhan diantara mereka.


“Atas nama papaku aku meminta maaf padamu, Pi,“ ucap Valentino kemudian.

__ADS_1


“Aku sudah memaafkannya, semoga dia tenang di surga!“ sahut Maheswari tulus.


Lain hal dengan Hermes justru lelaki itu merasa gusar, dia berharap orangtuanya tidak akan pernah mengetahui keberadaan Chanel yang posisinya istri kedua tapi sah dimata hukum.


*****


Hari itu, Hermes mendapat panggilan dari Dior untuk mengantarnya ke villa karena ingin menemui Chanel di sana.


“Valen dimana?“ tanya Hermes keheranan.


“Valen sangat sibuk, Kak. Aku tidak mau mengganggunya!“


Mau tidak mau Hermes mengantar Dior karena dia juga tidak mau adiknya itu pergi sendirian. Saat Hermes menjemputnya, Dior sudah membawa beberapa makanan Jepang yang sudah adiknya itu pesan sebelumnya.


“Chanel sedang mempelajari budaya Jepang,“ ucap Dior sebelum kakaknya itu bertanya.


“Chanel akan pindah ke sana, jadi kita harus mencegahnya!“


“Mencegah bagaimana? Biarkan dia bahagia, dia sudah cukup berkorban demi kebahagiaanmu dan Valen!“


“Aku justru ingin dia bahagia!“


Hermes semakin dibuat bingung dengan sikap adiknya sampai fokusnya teralihkan pada perutnya yang buncit.


“Kalau bersamaku tidak perlu berpura-pura hamil!“ ucap Hermes kemudian.

__ADS_1


Dior hanya mengulum senyumnya, dia memejamkan mata saat perjalanan menuju puncak membuat percakapan dengan kakaknya terputus.


Di villa seperti biasa Chanel akan melakukan kegiatannya, hari ini jadwalnya dia berenang. Beruntung kolam renang di villa sudah jadi yang mana membuatnya bisa leluasa berenang sesuka hati.


“Ada tamu di luar!“ ucap Bi Tuti tiba-tiba.


Chanel menyembul naik ke permukaan dan bertanya. “Siapa?“


“Wanita hamil dan seorang pria tampan!“


Chanel semakin penasaran, dia memakai bathrobe untuk melihat siapa yang datang ke villa. Saat melihat Dior dan Hermes berada di sana tentu saja membuat Chanel terkejut bukan main.


“Kenapa kalian ada disini? Seharusnya 3 bulan lagi kan?“ tanya Chanel keheranan.


“Aku perlu bicara Chanel!“ sahut Dior dengan mendekati madunya itu.


Dior menelisik keadaan Chanel yang tampak bugar lalu menggandeng tangannya untuk memasuki kamar yang di huni oleh Chanel dan Valentino sebelumnya.


“Bagaimana rasanya bercinta dengan Valen? bukankah dia sangat hebat di ranjang?“ tanya Dior yang membuat Chanel langsung tergagap.


“Ngh, itu__“


“Dia juga suamimu Chanel. Jadi katakan apa kau bahagia menghabiskan satu bulan bersamanya?“


“Maafkan aku!“ lirih Chanel tertunduk.

__ADS_1


“Aku memaafkanmu jika kau memenuhi permintaanku sebelumnya!“


“Sebelumnya?“


__ADS_2