Selir BADASS

Selir BADASS
Pertolongan


__ADS_3

Di depan Valentino mungkin Chanel bisa menyembunyikan rasa sakitnya tapi nyatanya saat keluar dari apartemen air matanya tidak bisa dibendung lagi. Dia menangis seperti anak kecil dengan menyeret kopernya.


Amelia menyuruhnya tinggal di mansion tapi dia memutuskan untuk pergi menjauh dari keluarga Bagaskara. Sudah cukup, dia tidak ingin jadi bayang-bayang keluarga itu lagi. Karena pada kenyataannya dia berada disana sebatas rasa bersalah Bagaskara padanya.


“Hallo Cha, apa malam ini aku bisa menginap di rumahmu?“ tanya Chanel pada sahabatnya di sambungan telepon.


“Kau menangis?“ tanya Icha balik karena mendengar suara Chanel yang parau.


“Aku tadi habis makan ayam geprek level 30 makanya jadi begini.“


“Kau tidak bisa membohongiku, Chanel. Apa perlu aku jemput?“


“Tidak perlu, aku akan ke rumahmu naik taksi.“


Setelah panggilannya terputus, Chanel ingin memesan taksi online melalui sebuah aplikasi yang ada di ponselnya. Dan tanpa dia sadari ternyata sedari tadi, dia sudah diincar oleh beberapa preman yang ingin menjambretnya.


Sialnya malam itu begitu sepi di jalanan, jadi memuluskan rencana jahat mereka.


“Hai, cantik!“ salah satu preman mendekati Chanel.


Chanel langsung menoleh. “Maaf aku jelek jadi enyahlah!“


“Cantik-cantik kok galak, sih!“

__ADS_1


Merasa dirinya tidak aman, Chanel berusaha kabur tapi kopernya ditahan oleh preman itu dan preman itu memanggil teman-temannya yang lain.


“Kau tidak akan bisa lari, cantik!“


Chanel mulai ketakutan, dia berusaha melawan tapi badannya ditangkap oleh preman yang lain.


“Lepaskan aku!“ ronta Chanel.


“Ayo kita cepat ambil barangnya dan pergi dari sini sebelum ada yang melihat!“ ucap pemimpin preman.


“Tapi sayang Bos, cewek cantik dianggurin!“


Chanel yang merasa akan dilecehkan mencari celah untuk kabur. Dia menggigit dan menendang preman yang mencekalnya setelah itu Chanel berlari dengan cepat untuk menghindari mereka. Dia sudah tidak peduli dengan kopernya hanya tas selempang kecil yang sekarang melekat ditubuhnya.


Suara itu terdengar di telinga Chanel yang membuatnya semakin mempercepat larinya. Sampai dia melihat ada sebuah mobil yang lewat dan Chanel langsung saja merentangkan kedua tangannya meminta bantuan.


Mobil itu berhenti karena Chanel yang menghadangnya di tengah jalan.


“Tolong!“ ucap Chanel dengan mengetuk kaca mobil itu.


Kaca mobil itu terbuka dan menampilkan sosok pria tampan yang menatap Chanel penuh selidik. Bersamaan dengan itu para preman yang mengejar Chael sudah tampak terlihat, tanpa ragu Chanel langsung memasukkan dirinya secara paksa kedalam mobil pria itu.


“Hei, apa yang kau lakukan!“ ronta pria itu saat tubuhnya ditindih oleh Chanel sementara tubuh Chanel masih separo masuk.

__ADS_1


“Tolong aku, Tuan. Para preman itu mengejarku!“ jelas Chanel.


Pria itu langsung saja mengangkat tubuh Chanel dari tubuhnya dan menggesernya di kursi sampingnya.


“Pegangan!“ ucapnya dengan menginjak pedal gas.


Mobil melaju kencang membuat Chanel bernafas lega. Dia melirik pria yang menolongnya yang wajahnya tampak tenang menatap kedepan tanpa bertanya apapun padanya.


“Terimakasih, Tuan. Hampir saja aku diperkosa!“ ucap Chanel kemudian.


Pria itu tampak tidak merespon ucapan Chanel karena menahan sesuatu sedari tadi. Kalau saja tidak ada Chanel pasti dia sudah mengeluarkannya.


“Tuan__“ panggil Chanel.


“Namaku Hermes!“


Hermes keceplosan berbicara yang akhirnya membuat sesuatu yang ditahannya meledak juga.


“Ish, bau apa ini?“ tanya Chanel yang merasa ada bau yang menyengat menusuk hidungnya.


“Itu bau parfum mobilku!“ jawab Hermes tanpa dosa.


“Selera parfummu sungguh buruk tidak sesuai namamu yang kremes itu!“

__ADS_1


__ADS_2