
Amelia sebenarnya sudah mulai curiga akan sikap Chanel yang meminta menjadi sekretaris Valentino. Dia juga curiga dengan Valentino yang kekeh pisah rumah dengannya dan memilih tinggal di apartemen. Dan anehnya setiap dia mau berkunjung, Valentino tidak memperbolehkan dengan alasan tidak masuk akal.
Untuk itu, dia memanggil Yuda ke mansion karena Amelia yakin asisten anaknya itu tahu segalanya.
“Kemarilah!“ ucap Amelia saat melihat Yuda datang.
Yuda duduk mendekati Amelia di ruang tamu dengan dua cangkir kopi espresso diatas meja.
“Minumlah, bukankah kau menyukai espresso?“ tanya Amelia.
“I-iya, Nyonya.“
Yuda merasa canggung tapi dia tetap meraih kopi espresso itu dan meminumnya perlahan.
“Jadi apa yang disembunyikan Valen dariku?“ tanya Amelia penuh selidik. “Ceritakan atau aku mencari tahu sendiri!“
Mau tidak mau Yuda menceritakan apa yang dirahasiakan oleh Valentino selama ini. Amelia mendengar setiap kalimat yang keluar dari mulut Yuda, awalnya biasa saja tapi sekarang menjadi kilatan amarah yang luar biasa.
“Dimana Chanel sekarang?“ tanyanya kemudian.
__ADS_1
Sebelumnya Yuda sudah mendapat laporan tentang kepulangan Valentino dan informasi mengenai Dior yang dirawat di rumah sakit.
“Sepertinya Nona Chanel sudah dalam dalam perjalanan!“ jawabnya.
“Pastikan Chanel pulang ke mansion ini!“
Sementara Chanel yang mendapat panggilan dari Yuda mengerutkan keningnya. Dia sebenarnya juga bingung harus pulang kemana, awalnya dia ingin pulang ke kostnya, akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke mansion mertuanya.
“Pasti mama ingin membicarakan masalah resepsi,“ gumam Chanel. “Tapi mustahil kak Valen mau!“
Chanel mendengus kesal, semua rencananya tidak berjalan mulus.
“Apa sudah saatnya aku menyerah?“ sambungnya.
“Nona Chanel sudah ditunggu, Nyonya,“ ucap Mang Sholeh saat melihat Chanel masuk ke mansion.
“Dimana, mama?“ tanya Chanel.
“Ada di kamarnya, Nona!“
__ADS_1
Chanel segera naik ke lantai dua dimana kamar Amelia berada, setelah itu dia mengetuk pintu saat sampai di kamar yang dituju.
“Mama__“ panggilnya.
Tak butuh waktu lama, pintu terbuka dan Amelia langsung memeluk menantunya. Perasaannya campur aduk saat ini antara rasa bersalah dan marah.
“Kenapa kau tidak bilang jika Valen punya istri lain?“ tanya Amelia kemudian.
Chanel kaget, bagaimana mertuanya bisa tahu dan bagaimana dia bisa menjawabnya.
“Kak Valen tidak mencintaiku, Ma.“ Chanel akhirnya ikut menangis dipelukan Amelia. Rasanya sangat sakit mencintai orang selama bertahun-tahun tapi tidak terbalas walaupun dia sudah sah menjadi istri dimata agama dan negara.
Ya, Chanel memang istri kedua tapi yang terdaftar di buku nikah adalah nama Chanel bukan Dior.
*****
Di rumah sakit, Valentino memberanikan diri menemui orangtua Dior untuk meminta restu walaupun sudah terlambat. Dia sangat ingin menemui istrinya apalagi mendengar dari Hermes jika sebelumnya Dior mengalami pendarahan membuatnya begitu khawatir pasti istrinya itu setres berat apalagi mereka sempat berselisih.
Setelah masalah dengan keluarga Dior selesai, dia akan segera berbicara pada mamanya dan menceraikan Chanel. Dia akan membuat Dior menjadi istri satu-satunya.
__ADS_1
Tapi sepertinya dia melupakan permusuhan papanya dengan Maheswari yang mendarah daging.
“Aku tidak merestui kalian! Aku akan menerima anakmu tapi tidak denganmu!“ ucap Maheswari lantang saat melihat Valentino mendekatinya.