Selir BADASS

Selir BADASS
Trans TV


__ADS_3

Chanel yang merasa telah bercerai dengan Valentino mendorong pelan dada pria yang masih mencium bibirnya saat ini.


“Kita bukan suami istri lagi, Kak!“ protes Chanel dengan terengah.


Valentino terkekeh mendengarnya. “Kapan aku menceraikanmu?“


“Bukankah kakak sudah menerima surat perceraian? Seharusnya kak Valen bahagia karena aku mundur tapi kenapa menahanku seperti ini?“ protes Chanel lagi. “Aku sedang bekerja jadi jangan ganggu aku!“


“Mengganggu!“ Valentino semakin menggeram.


Matanya menelisik pakaian Chanel yang seksi. “Jadi ini yang kau sebut pekerjaan?“


“Kenapa? kak Valen merasa cemburu atau apa? tubuhku dilihat lelaki manapun pasti tidak apa-apa, 'kan? Bukankah aku seorang ja*lang dimata kak Valen!“ cecar Chanel.


“Jangan bicara seperti itu, Chanel!“ ucap Valentino tidak suka.


“Itu memang kenyataannya, 'kan! Lebih baik kita jangan pernah bertemu lagi, Kak!“


Chanel berkata dengan meraih handle pintu mobil tapi tubuhnya membeku karena Valentino memeluknya dari belakang.


“Kenapa kau memperkosaku, Chanel? Harga diriku langsung terkoyak! Aku mencarimu dan mengkhawatirkanmu!“ ucap Valentino dengan memejamkan mata dipunggung Chanel.


“Kalau khawatir, kenapa tidak menahanku?“ tanya Chanel balik yang merasa kecewa karena malam dia pergi hampir dilecehkan oleh para preman dan kenyataan pahit harus dia terima karena Valentino tidak menyusulnya.


“Maukah kau kembali? mama mencarimu!“

__ADS_1


“Jadi kak Valen mengajakku kembali karena mama?“


“Aku__“


“Sudahlah kak Valen, aku sudah menyerah! Lebih baik kak Valen cepat resmikan pernikahan dengan kak Dior dan hidup bahagia bersama anak kalian!“ sela Chanel yang berusaha merelakan semuanya.


Chanel tidak mau berlama-lama lagi di dekat Valentino karena dia takut akan berharap lagi pada pria itu.


Sementara Valentino semakin frustasi, disatu sisi dia mencintai Dior tapi disatu sisi dia tidak ingin kehilangan Chanel.


“Aku ingin Chanel selalu dalam pengawasan!“ perintah Valentino kemudian dibalik telepon.


Dia menghubungi orang suruhannya untuk mengikuti dan mengawasi Chanel di manapun istrinya keduanya itu berada.


*****


“Kenapa Valen bisa mabuk?“ tanya Dior pada Yuda yang mengantar bosnya pulang.


Yuda tidak bisa menjawab karena takut menyakiti hati Dior tapi istri bosnya itu terus mendesak, pada akhirnya dia terpaksa menjawab.


“Bos Valen hari ini bertemu dengan nona Chanel!“ jawabnya.


Tentu saja hal itu membuat Dior terkejut, dia tidak menyangka seorang Chanel akan bisa membuat Valentino seperti itu.


“Aku ingin bertemu dengan Chanel. Tolong beritahu dimana dia berada!“ ucap Dior kemudian.

__ADS_1


Keesokan harinya, Dior nekat menemui Chanel untuk membicarakan hal penting dengan madunya itu.


Berbekal alamat yang diberi Yuda dari orang suruhan yang mengikuti Chanel, Dior pergi ke mes yang Chanel tinggali berada.


“Ini kan mes kak Hermes!“ ucap Dior saat sampai.


Bersamaan dengan itu, Chanel keluar dari mes karena dia akan pergi kerja. Tapi langkahnya terhenti saat melihat Dior ada disana.


“Chanel__“ panggil Dior bersahabat.


Mau tidak mau, Chanel mendekati Dior yang setia berdiri di tempatnya.


“Kok bisa tahu aku ada disini?“ tanya Chanel.


“Itu tidak penting, ayo ikut aku sebentar!“ Dior menggandeng tangan Chanel untuk masuk kedalam mobil yang dia kendarai sendiri.


“Aku harus bekerja!“ tolak Chanel.


“Sebentar saja, tidak akan lama!“ bujuk Dior lagi.


Akhirnya Dior ikut masuk ke dalam mobil, di dalam mobil Dior memberikan kotak makan yang isinya nasi pecel pada Chanel.


“Kau suka makan nasi pecel saat pagi, 'kan?“ ucap Dior dengan menaruh kotak makanan dipaha madunya itu. “Aku yang membuatnya sendiri!“


“Ada apa ini?“ tanya Chanel keheranan.

__ADS_1


“Ayo kita tinggal bersama lagi!“ ajak Dior tulus.


“A__apa? Apa aku tidak salah dengar? Jadi kak Valen akan dibagi seperti Trans TV, milik kita bersama?“


__ADS_2