Selir BADASS

Selir BADASS
Mulai Stabil


__ADS_3

Sudah sebulan lamanya baby Louis berada dalam perawatan keluarga Dior. Baby Louis mendapat pengecekan secara berkala oleh dokter yang akan datang setidaknya seminggu dua kali, ada perawat juga yang secara pribadi merawat baby Louis.


“Perkembangannya sangat baik, Tuan. Berat badannya sudah hampir 3kg. Jika kondisinya semakin stabil, bayi sudah bisa keluar dari inkubator!“ jelas dokter saat selesai melakukan pemeriksaan.


Maheswari mengangguk puas,“ Terimakasih, Dok!“


Baby Louis mulai menangis, membuat perawat mengambil susu yang baru selesai dibuat. Tentu saja baby Louis meminum susu formula karena tidak bisa mendapat asi dari ibunya yang sudah tiada.


Tapi hari ini baby Louis begitu gelisah dan tidak mau minum susunya.


“Kenapa?“ tanya mami Dior pada perawat yang tampak kewalahan memberikan susu pada cucunya.


“Bayi Louis tidak mau minum susu dari pagi, Nyonya!“ jawabnya.


“Apa popoknya sudah diganti?“


“Sudah Nyonya.“


Mami Dior mencoba menggendong baby Louis dengan mengeluarkannya dari inkubator.


“Cucu nenek kenapa?“ ucapnya dengan menimang-nimang bayi itu.


“Kenapa, Mi?“ tanya Maheswari yang terus mendengar suara tangisan baby Louis yang tidak mau berhenti.


“Entahlah Pi, Louis tidak mau minum susu dan menangis terus!“

__ADS_1


“Coba sini aku gendong!“


Maheswari mengambil alih cucunya dan mencoba menenangkan bayi itu tapi justru baby Louis semakin menangis kencang.


Semuanya semakin bingung dengan keadaan baby Louis dan Hermes yang menginap di rumah orangtuanya berusaha memberikan pendapatnya.


“Mungkin Louis merindukan papanya,“ ucapnya kemudian.


Memang Maheswari selalu mengusir Valentino dan Chanel saat mereka berkunjung untuk melihat baby Louis. Tapi mereka tidak menyerah dan selalu datang secara berkala.


Dan hari ini, Valentino dan Chanel berkunjung kembali karena dari semalam mereka tidak bisa tidur nyenyak memikirkan baby Louis.


“Kak, sepertinya Louis menangis,“ ucap Chanel saat mereka ada di teras rumah.


Valentino mengangguk. “Mungkin itu caranya menyambut kita. Karena kita tidak bisa melihatnya!“


“Masuklah!“ ucap Hermes mempersilahkan keduanya masuk.


Saat masuk, suara baby Louis semakin terdengar membuat Chanel dan Valentino saling pandang tanpa kata-kata.


“Aku akan membujuk orangtuaku. Ayo ikut aku ke kamar Louis!“ ajak Hermes.


Valentino dan Chanel terus mengekori Hermes sampai mereka berhenti di salah satu kamar dengan pintu terbuka.


“Mi, Pi. Biarkan Louis bersama papanya!“ pinta Hermes. “Kasihan Louis jika terus menangis!“

__ADS_1


Maheswari tidak punya pilihan, dia memberikan baby Louis ke gendongan Valentino dan ajaibnya bayi itu langsung tenang.


“Pintar anak papa!“ ucap Valentino menimang bayinya dan dibalas senyum kecil baby Louis.


Valentino langsung memberikan ciuman lembut pada bayinya. “Rindu sama papa ya, maaf papa sibuk jadi tidak bisa gendong setiap hari!“


Interaksi antara Valentino dan baby Louis di sana membuat suasana jadi begitu mengharukan. Semua berpaling dengan mata yang berkaca-kaca.


Chanel segera meraih susu pada perawat dan memberikannya pada suaminya.


“Coba kasih susunya, Kak. Pasti Louis kelelahan setelah menangis lama!“ ucap Chanel kemudian.


Valentino meraih susu itu dan memberikan pada bayinya dan benar saja baby Louis langsung menyedot botol susu dengan begitu rakus.


“Anak papa haus ya!“ ucap Valentino terkekeh.


“Lihat Kak. Louis sangat lucu saat mengenyot sama sepertimu!“


“Chanel__“


“Aku hanya bercanda!“


*****


Baby Louis

__ADS_1



__ADS_2