Selir BADASS

Selir BADASS
Kucing Nakal


__ADS_3

“Dimana Chanel?“ tanya Dior pada suaminya yang saat ini menyuapinya bubur.


Valentino langsung terkesiap mendengar pertanyaan itu. Dia saat ini masih dilema karena tidak bisa menepati janjinya pada istri pertamanya.


“Apa kau mencintainya, Val?“ tanya Dior lagi.


“Jangan bahas tentang Chanel, ingat kondisimu!“ sahut Valentino mengalihkan pembicaraan.


Dan hal itu membuat Dior semakin yakin jika suaminya kini telah membagi cintanya. Dior menahan semua egonya karena masalah kehamilannya jauh lebih penting. Sejauh ini, belum ada yang mengetahuinya.


“Bagaimana urusan butik?“


“Semua diurus oleh asistenku, Val. Selama aku hamil, aku akan mengurangi kegiatanku.“


Valentino meraih tangan istrinya itu. “Aku akan sibuk akhir-akhir ini karena ada pertandingan balap yang aku sponsori. Apa kau tidak apa-apa tinggal sendiri di apartemen?“


“Aku akan meminta salah satu pelayan di mansion untuk menemanimu!“


“Aku lebih suka sendiri, bagaimana keadaan mamamu Val? Pasti mama sangat marah padaku, 'kan?“


“Semuanya akan baik-baik saja, aku akan mengurus semuanya tapi beri aku waktu!“


Dior langsung membatin. “Aku juga perlu waktu untuk menerimamu membagi cinta, Val.“


*****

__ADS_1


Valentino berangkat ke salah satu sirkuit balap motor untuk melihat pertandingan yang dia sponsori. Walaupun dia tidak bisa menyalurkan hobinya setidaknya melihat jalannya pertandingan sudah cukup membuatnya puas.


“Bagaimana?“ tanya Valentino pada Yuda yang ingin mengetahui informasi mengenai Chanel.


“Saya sudah meminta orang untuk mengikuti teman Nona Chanel tapi selalu kehilangan jejaknya sepertinya mereka tahu dan Nona Chanel bersembunyi dengan baik!“ jawabnya.


Valentino mendengus kesal, entah kenapa pikirannya tidak tenang jika belum menemukan istri gemoy-nya itu.


“Tambah orang lagi, aku ingin si kucing nakal itu cepat ditemukan!“ perintah Valentino turun dari mobilnya.


Saat dia keluar sudah disambut dengan para crew untuk mengiringinya masuk ke dalam ruangan khusus untuk melihat pertandingan dari jarak dekat.


Disana Valentino memakai kaca mata hitamnya dan melihat para peserta yang bersiap di garis start sesuai dengan nomor urut sesuai babak kualifikasi. Tapi sedetik kemudian dia melepas kacamatanya untuk memastikan apa yang dilihatnya nyata atau tidak.


“Sedang apa kucing nakal itu!“ geramnya.


Chanel memang mendapat info jika ada pertandingan balap dan membutuhkan banyak umbrella girl. Oleh karena itu, Chanel rela ijin bekerja untuk mendaftar karena gajinya yang lumayan.


“Boleh aku minta nomor ponselmu?“ tanya salah satu peserta yang dipayungi Chanel.


“Buat apa?“ tanya Chanel.


“Ya untuk bekerja lah!“


“Bekerja gimana? Aku itu bekerja seperti tuyul. Gak kelihatan gak perlu pujian tapi hasilnya jelas!“

__ADS_1


Selesai Chanel mengucapkan kalimat itu, tiba-tiba beberapa orang menghampirinya dan langsung mencekal dirinya.


“Ada apa ini?“ tanya Chanel panik.


“Anda tidak boleh ada di sirkuit, Nona.“


“Tidak boleh bagaimana? Saya sedang bekerja!“ ronta Chanel yang dipaksa untuk keluar sirkuit dan dibawa menjauh dari area pertandingan.


Chanel merasa ketakutan apalagi dirinya dipaksa untuk masuk kedalam salah satu mobil yang terparkir di parkiran khusus.


“Silahkan masuk, Nona!“


Chanel ingin memberontak tapi pintu mobil itu langsung ditutup begitu saja.


“Hei, apa yang sebenarnya terjadi! Apa aku diculik!“ teriak Chanel didalam mobil itu dengan menggedor kacanya.


Dia tidak menyadari jika ada seseorang duduk disampingnya dengan tatapan penuh kilatan amarah.


“Tidak ada yang menculikmu!“ geramnya.


Chanel langsung menoleh karena merasa mengenal suara itu. “Kak__Valen!“ ucapnya terbata.


Valentino langsung menggeser duduknya supaya lebih dekat dengan kucing nakal yang selama ini dicarinya.


“Aku akan mengikatmu supaya menjadi kucing penurut!“ ancam Valentino.

__ADS_1


“Kak__“


Chanel tidak bisa menyelesaikan kalimatnya karena bibirnya langsung dibungkam dengan bibir Valentino.


__ADS_2