Selir BADASS

Selir BADASS
Si Keras Kepala


__ADS_3

“Kau masih menolakku?“ tanya Valentino yang tak habis pikir. “Kenapa kau mendatangi Hermes bukannya datang padaku, Chanel?“


“Aku lelah mengatakannya padamu, Kak. Sekarang semuanya berantakan karenamu! Bahkan aku tidak jadi makan siang,“ keluh Chanel. “Kita akhiri sampai disini dan aku akan pergi ke mansion untuk menemui mama!“


“Selagi aku menginginkan mu, apa kau tidak akan menyesalinya?“ tanya Valentino mulai gusar karena terus-terusan ditolak oleh Chanel.


“Aku tidak akan menyesal!“ jawab Chanel mantap.


Valentino langsung memundurkan badannya memberi Chanel ruang lebih leluasa. Dan hal itu dimanfaatkan Chanel dengan menjauhi Valentino, demi apapun saat ini Chanel sekuat tenaga menguatkan hatinya.


“Maafkan aku kak Valen,“ lirih Chanel dengan buru-buru keluar dari toilet.


Diluar Hermes sudah menunggu Chanel dengan makanan yang sebelumnya sudah di bungkus. Manager resto yang merasa tak enak hati, membuatkan makanan baru dan tidak perlu dibayar.


“Rejeki bayi Chanel,“ batin Hermes.


Dan tak lama Chanel mendekat padanya membuat senyum Hermes merekah.

__ADS_1


“Aku tahu, kau itu wanita yang mempunyai pendirian. Kau pasti tidak akan mudah tergoda dengan bujuk rayu Valen!“ ucapnya kemudian.


Chanel enggan menanggapi Hermes karena dia sangat lelah dan ingin cepat istirahat.


“Bisa antarkan aku ke mansion Bagaskara?“ tanya Chanel.


“Baiklah, tapi hanya sampai gerbang!“ jawab Hermes karena tidak mau ambil resiko jika diusir dari sana.


Di dalam perjalanan, Chanel masih terngiang perkataan Valentino padanya. Tangannya meremas ujung bajunya, dia harus tetap pada pendiriannya.


Lalu dia menatap Hermes yang fokus menyetir. “Apa boleh aku memanggilmu kakak?“


“Aku hanya menganggapmu kakak dan tidak lebih! Jadi aku harap kak Hermes jangan berharap padaku lagi. Kalaupun suatu saat aku membalas cintamu rasanya ganjil jika kita menikah dimana statusku akan menjadi kakak ipar dari mantan suamiku!“ ucap Chanel lambat-lambat supaya pria disampingnya itu mengerti.


Hermes langsung terdiam seribu kata, dia merasa ditolak sebelum berjuang.


“Kalau saja, aku mengenal kau sebelum menikah dengan Valen pasti aku jamin kau tidak akan mengalami semua ini, Chanel!“ ucap Hermes kemudian saat Chanel turun dari mobilnya dan masuk mansion jadi wanita itu tidak mendengar ucapannya.

__ADS_1


Sekarang tujuan Hermes ke apartemen Valentino untuk melihat keadaan adiknya. Saat sampai, Hermes dibukakan pintu oleh suster. Pria itu langsung menuju ke kamar Dior dimana disana Dior tampak menulis sesuatu di lembaran-lembaran kertas.


“Ehem!“ Hermes berdehem membuat fokus Dior teralihkan.


“Kak Hermes!“ panggil Dior dengan menghentikan kegiatannya.


Hermes melihat perubahan adiknya yang tampak sayu dan lemah. Dia mendekat dan berusaha membujuk Dior di sana.


“Kakak, sudah tahu semuanya. Hentikan kehamilanmu, kau tega meninggalkan kakakmu, papi mami dan suamimu?“ ucap Hermes dengan mengelus rambut Dior lembut.


“Pasti Chanel yang memberitahu Kakak, 'kan!“ protes Dior.


“Jadi kau tidak mau menerima solusi dari Chanel? Dia sudah berkorban untukmu!“


Dior menggeleng. “Aku melihat cinta dimata Valen sebelum suamiku menyadarinya! Itulah sebabnya aku tidak menyukai Chanel selama ini!“


“Mereka dekat dari kecil pasti ada chemistry diantara mereka, Kak. Kalau tidak, bagaimana mungkin Valen bisa goyah dan menaruh hati pada Chanel!“

__ADS_1


“Jadi apa keputusanmu, Dior? Lihatlah kondisimu sekarang bahkan jika dilanjutkan bisa berimbas pada bayimu!“


“3 bulan lagi, aku bisa bertahan 3 bulan lagi. Bayiku akan lahir di usia 7 bulan! Jadi, aku akan tetap mempertahankan kehamilanku!“


__ADS_2