
Chanel menghabiskan waktunya untuk mempelajari bahasa Jepang dan budaya di negeri sakura itu. Chanel belajar dari video yang ada di youtube bahkan dia juga ikut kelas online bahasa Jepang. Dia benar-benar membuat daftar perencanaan hidupnya jika nanti sudah melahirkan.
Sementara kandungannya juga sangat sehat karena memang Chanel tidak mau ambil pusing tentang masalahnya. Jadi, dia menjalani hari-harinya dengan bahagia membuat bayi yang dia kandung merasakan aura positif dari ibunya.
“Chanel, tutor senam hamil sudah datang,“ ucap Bi Tuti di taman biasa Chanel mengikuti kelas online bahasa Jepangnya.
“Aku sebentar lagi selesai!“ sahut Chanel dengan senyum cantiknya.
Selain itu, Chanel juga rajin mengikuti kelas hamil dimana tutor yang akan datang ke villa untuk melakukan kelas private.
“Wow, aura bumil satu ini memang beda!“ ucap tutor itu saat melihat Chanel mendekat karena semakin hari Chanel justru kelihatan sehat dan seksi dengan perutnya yang membesar.
Chanel mengibaskan rambutnya. “Apa kita bisa mulai? Bayiku suka musik klasik, dia akan ikut bergerak di dalam!“
“Mungkin bayimu adalah calon penari balet!“
Ya, jenis kelamin bayi Chanel adalah perempuan saat terakhir Chanel periksa kandungannya yang sudah memasuki usia 6 bulan.
Dan hal itu membuat Valentino bahagia bukan main, Bi Tuti selalu mengirim video untuknya saat Chanel melakukan aktifitasnya untuk mengobati kerinduannya.
__ADS_1
Setelah melihat video yang dikirim Bi Tuti, Valentino akan mengusap wajah Chanel di layar ponselnya. Dan hal itu tentu saja tak lepas dari perhatian Dior yang diam-diam membuka isi dari ponsel suaminya. Di bagian galeri penuh dengan foto dan video Chanel.
Keadaan Chanel berbanding terbalik dengan keadaan Dior yang lemah. Valentino pikir setelah melakukan operasi itu kondisi istri pertamanya itu akan membaik tapi ternyata dia salah. Tentu saja Valentino tidak bisa menyentuh Dior dalam kondisi seperti itu.
“Sayang__“ panggil Valentino dengan mengetuk pintu kamar mandi karena Dior terlalu lama di dalam sana.
Tak berselang lama Dior keluar dengan berusaha tersenyum tapi Valentino tahu jika istrinya itu tidak baik-baik saja.
“Kita kontrol ke dokter ya?“ bujuknya.
“Kau banyak pekerjaan, Val. Aku tidak apa-apa, ada mama yang menjagaku jadi berangkatlah ke kantor!“ ucap Dior berusaha memasangkan dasi pada suaminya.
Valentino membalas pelukan istrinya dengan mengecup puncak kepalanya. “Bagaimana jika nanti malam kita undang papi mami untuk makan malam bersama!“
“Boleh!“ jawab Dior. “Aku juga akan meminta kak Hermes kemari!“
“Berdandanlah yang cantik malam ini Sayang!“
*****
__ADS_1
Amelia begitu sibuk dengan persiapan makan malam karena akan menyambut besannya yang akan datang. Dia ingin memperbaiki hubungan kedua keluarga itu apalagi akan ada cucu diantara mereka.
Yang Amelia tahu jika saat ini Chanel berada di Batam ikut Icha di sana. Karena tidak ingin mengekang Chanel, Amelia mengijinkan saat Chanel berpamitan melalui telepon waktu itu. Valentino juga meyakinkan mamanya jika keadaan Chanel baik-baik saja.
“Siapkan semuanya dengan baik dan rasanya harus enak karena malam ini adalah malam spesial!“ ucap Amelia pada pelayan yang membantunya.
“Baik Nyonya.“
Setelah itu, Amelia meraih buku rancangan pernikahan dan membawanya ke kamar Dior. Itu adalah rancangan pesta yang dia susun untuk Chanel tapi sekarang akan dia berikan pada menantu pilihan anaknya.
“Dior__“ panggil Amelia.
Saat itu Dior tampak menggambar desain baju pengantin rancangannya sendiri. Sebagai seorang desainer tentu saja dia membuatnya secantik mungkin.
“Itu baju pengantinnya? Ini mama bawakan rancangan pestanya. Setelah kau melahirkan, kita akan mengadakan pesta besar agar semua orang tahu kini keluarga Maheswari dan Bagaskara sudah bersatu!“ ucap Amelia antusias.
Dior tidak menjawab, dia hanya tersenyum dan menghentikan gambarnya. Lalu dia meraih buku rancangan pesta yang diberikan Amelia padanya.
“Pasti pestanya nanti akan meriah,“ gumamnya dengan penuh ironi, entah apa yang dipikirkan wanita itu saat melihat rancangan pesta pernikahannya.
__ADS_1