Seluit Cinta Salma

Seluit Cinta Salma
Di kampus


__ADS_3

Salma merupakan mahasiswa jurusan teknik informatika. saat ini ia telah memasuki semester ke 4, seharusnya saat ini salma sudah semester akhir dan hampir skripsi seperti teman seangkatan waktu SMA.karena kondisi ekonomi keluarga maka biaya adalah salah satu penyebabnya. setelah lulus SMA Salma tidak langsung kuliah melainkan dia merantau ke pulau sumatra bekerja di sebuah pabrik elektronik ternama. kuliah adalah cita citanya sedari kecil karena ia ingin suatu saat merubah nasib keluarganya. Salma anak Ke dua dari dua bersaudara, bapaknya memiliki usaha mebel kecil kecilan dan ibunya ibu rumah tangga. meskipun begitu masa kecilnya dan kakaknya penuh dengan kebahagian, karena beruntungnya ia memiliki orang tua yang begitu penyayang.


Setelah lulus SMA Salma bertekad merantau ke pulau Batam pulau kecil yang berbatasan dengan dua negara tetangga sekaligus yaitu Malaysia dan Singapura. di sana banyak berdiri perusahaan perusahaan asing, pabrik pabrik elektronik maupun garment. hal itulah yang menjadikan pulau Batam terkenal dengan sebutan daerah industri. pulau kecil yang kotanya tidak pernah tidur seperti kota metropolitan. setelah bekerja sebagai karyawan kontrak selama 2 tahun dan finish kontrak ia tidak lagi menyambung kontraknya, karena Salma sudah bertekad untuk mendaftar kuliah tahun ini. ia tak ingin berhenti terlalu lama, karena saat ini usianya sudah memasuki 21 tahun. tentunya ia tidak ingin menjadi mahasiswa tertua nantinya. kalau ia lulus kuliah nanti maka usianya hampir 25 ia tak ingin terlambat nikah nantinya.


Kampus Biru begitu disebutanya, meski saat ini Salma berteman dengan teman teman yang 2 tahun lebih muda darinya semua itu bukan masalah karena Salma termasuk tipe anak yang fleksibel, mudah bergaul dan menyesuaikan diri dengan lingkungan yang ada. beruntungnya dia masih ada teman sekelasnya yg berumur jauh diatasnya bahkan ada yang sudah memiliki 2 orang anak. Hal itulah yang membuatnya semakin yakin dan bersemangat bahwa tidak ada kata terlambat untuk mengejar ilmu.


Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar ia termasuk siswa berprestasi, terbukti ia selalu dikirim mewakili sekolahnya untuk mengikuti berbagai ajang perlombaan siswa berprestasi. dan keberuntungan juga masih memihaknya di kampus ini pun iya mendapatkan beasiswa dan bebas uang semester selama 2 tahun.


Sementara itu suasana di kampus Biru cukup santai kebetulan minggu minggu ini sudah selesai diadakan Ujian Akhir Semester (UAS). sehingga tidak banyak kegiatan di kampus mereka lebih banyak berkumpul menggerombol saling bercanda, tak sedikit yang berlaku jahil menjahili temannya. ada juga yang bucin, bucinan entah itu di kantin, perpustakaan maupun di taman kampus. tak terkecuali Salma dan teman temanya mereka sedang asik merencanakan kalau malam nanti akan barbeque ria di pantai karna hari ini Fanny teman sekelasnya ulang tahun.


Waktu menunjuk pada angka 17.30 wib langit pun tampak merah saga para pemburu sunset telah asik menikmati moment indah itu.tak jarang mereka mengabadikan dengan berselfi, membidik dengan camera ponsel pintar mereka. Tak jauh dari bibir pantai tak kalah serunya beberapa orang tengah sibuk bersiap mulai dari yang mempersiapkan pembakaran, mengolesi bumbu, menyalakan api untuk persiapan bakar bakar nanti. disana sudah berjajar berbagai sozis, ayam, ikan dan juga jagung.


malam pun tiba Salma dan teman temanya begitu menikmati acara hari ini, setelah ritual potong kue Fanny selesai dilanjut dengan acara makan2 saat ini tinggal bersantai menikmati udara pantai di waktu malam.Ombak yang berdebur menggebu mengingat pantai ini termasuk dalam kategori pantai selatan yang terkenal dengan ciri khas ombaknya yang besar dengan karang karang yang besar dan curam. bintang bintang bertaburan lengkap dengan bulan yang masih tampak seperti celurit semakin menambah indahnya malam itu.


Salma tampak menyendiri duduk di tenda kecil yang ia dirikan tak jauh dari bibir pantai. matanya nanar menatap gulungan ombak yang hanya terlihat memutih dari kejauhan, lampu lampu kapal nelayan yang tengah mencari ikan tampak serasi dengan kegelapan malam.


"hay..melamun saja" suara seseorang yang tiba tiba mendudukkan dirinya disamping Salma


"ehh..Rey?" sapa Salma pada sosok yang mendatanginya itu, sesaat keduanya tampak begitu canggung, sesekali hanya saling beradu pandangan, dan saling tersenyum tipis.Rey adalah mahasiswa semester akhir ia kuliah di Jogja mengambil jurusan Management bisnis , ia adalah kakak kandung fanny teman sekelas Salma yang saat ini sedang merayakan ulang tahunnya.


Mungkin salma termasuk gadis yang beruntung dibanding yang lain bisa di samperin dan diajak ngobrol oleh Rey. bagaimana tidak wajahnya yang tampan perawakan tinggi nyaris sempurna kulit putih bersih, hidung mancung dengan mata agak sipit. sekilas mirip dengan artis Drakor, ayah Rey dan fanny memang seorang cinnes ibunya asli jawa. Rey termasuk golongan cowok yang super cool bahkan tak jarang kaum hawa menyebutnya sedikit sombong.


Meskipun begitu teman teman Fannybanyak yang mengidolakannya bahkan tak jarang meminta untuk di comblangkan dengannya pada Fanny. Namun sejauh ini belum ada yang berhasil, entah apa sebabnya padahal temen temen Fanny termasuk kategori berbebet, berbibit dan berbobot unggul tidak seperti Salma yang hanya anak orang biasa dan berasal dari keluarga sederhana.


"kok menyendiri disini nggak gabung dengan yang lain?" Tanya Rey seakan mencairkan kebekuan suasana


"emhh enggak lah lagi pingin saja disini, " Salma menjawab dengan sedikit senyum


"kalau gitu aku ganggu dhonk ini?" tanyanya


"nggak juga " jawabnya singkat


"kayak..nya ada yang lagi galau nih? " Rey sepertinya berniat menggoda Salma


"apaan sih nggak Lah..."


"udah nggak usah malu gitu cerita saja , siapa tahu bisa bantu "


"oh iya..denger denger dari Fanny setelah selesai S1 ini kamu bakalan lanjutin S2 ke singapura ya?" Salma mengalihkan topik pembicaraan


"jadi diam diam ada yang kepo tentang aku nih" jawab Rey dengan penuh percaya diri

__ADS_1


"waduhhh..ada yang GR " kemudian mereka saling tertawa, diam diam Rey suka memperhatikan Salma


"hemmss kalau diperhatikan cantik juga nih anak" bicaranya dalam hati


"woeey .. Kok malah ngelamun sih ?" suara Salma membuyarkan lamunan Rey


"ehh.. iya rencananya gitu mau S2 di Singapura sekalian ngurusi bisnis papi yang disana"


"kamu sendiri planingnya apa ?"


"aku..?!"


"iya planning kamu setelah lulus S1 mau apa?"


"ya yang pasti kerja lah.."


"terus nikahnya nggak di planning?"


"hemmss belum terpikirkan" jawabnya sambil terus menatap bintang bintang yang tak berhenti berpijar.


Sementara dari kejauhan ada beberapa teman mereka yang tampak mengawasi interaksi keduanya


Mega tiba2 nyeletuk hingga menciptakan kehebohan


"waduhhh alamat patah hati nih kita gaess.."


Silvia menimpali,


" memangnya kenapa kalau mereka deket? mereka kan seumuran sudah pasti klop lah" Julian menengahi para cewek cewek yang merasa cemburu melihat keberuntungan Salma


"coba liat sepertinya kak Rey sangat nyaman ngobrol dengan Salma, bisa ramah gitu coba dengan kita, boro boro mau diajak ngobrol senyum saja nggak" tambah Dania lagi


"udah udah jangan ngomongin kakakku terus, kalian baper ya...bisa bisa malam ini malam patah hati untuk para fansnya kak Rey"


Fanny memberikan pembelaan pada kakaknya seraya menggoda teman temannya itu. langsung sontak di balas dengan sorakan tak terima mereka.


"oh iya Sal..kok diantara temen temen Fanny aku perhatikan cuma kamu yang tidak pernah memanggil aku kak?"


"hah..kak??" Salma sedikit heran


"iya, " tegas Rey

__ADS_1


"gimana bisa aku panggil kak kalau kita seumuran" jawab Salma masih dengan situasi yang sama yaitu menatap bintang


"seumuran?? maksud kamu,.kamu nggak sepantaran dengan Fanny dan temen temennya yang lain?"


Rey agak bingung


"iya aku tuh lulus SMA nggak langsung kuliah, tapi kerja dan merantau 2 tahun. makanya sebenernya kita seumuran"


"oh..i know , ..pantes kamu beda dari mereka kebanyakan"


"kamu mau bilang aku lebih dewasa dari mereka?"


"bukan..bukan begitu, secara fisik kamu sama dengan mereka bahkan kamu terlihat lebih cute,..maksudku secara mental kamu lebih matang"


Entah apalagi yang mereka bualkan sepertinya sangat asik bahkan mereka sampai telat menyadari kalau malam telah larut, dan teman teman mereka sudah masuk ke tenda masing masing.


"BTW ,..udah malam loh liat mereka semua udah pada masuk ke tenda masing masing


ucap Salma sambil menunjuk ke arah tenda tenda yang telah sepi


"astaga..iya ya..sorry sorry ..aku sampai lupa waktu, kalau begitu aku masuk ke tendaku ya. kamu istirahat juga"


"oh...ok" Salma sedikit gugup


"aku ke tenda ya,.." Rey terlihat salting


"good night, Sal" ucap rey


"night to "


sebelum keduanya saling menghilang masuk ke dalam tenda masing masing.


sementara di tenda Rey masih belum juga terpejam, hatinya masih begitu penasaran dengan sosok Salma. gadis manis sederhana bermata coklat dan selalu berkerudung.


"dia tuh gadis yang manis sepertinya gadis itu punya daya magic kok bisa bisanya ya gue jadi penasaran dan merasa tertantang buat deketin tu cewek"


"eh... tapi kan dia muslimah gitu pasti bakal nolak buat di deketin, secara dia kan taat gitu anaknya".


Rey masih terus bergumul dengan perasaannya dan rasa penasaran ya terhadap sosok sederhana itu.


Terimakasih yang sudah membaca cerita ku semoga suka dengan ceritanya🤲 mohon maaf jika banyak Typo atau pun alur cerita yang belum sesuai. AUTHOR mohon dukungannya untuk like dan comentnya🙏🏻🙏🏻😍

__ADS_1


__ADS_2