Seluit Cinta Salma

Seluit Cinta Salma
21. Romansa malam


__ADS_3

Malam belum sepenuhnya larut, Salma dan Rey sudah terlelap sejak pukul 20.00 mereka sudah terlelap mungkin begitulah sensasi pengantin baru, lebih mudah capek dan ngantuk..hoohoo.


Jelas saja setelah hampir semalaman mereka bekerja malam hingga hampir subuh pastilah tenaga mereka juga banyak terkuras meski malam ini tanpa aktivitas tersebut toh mereka tetap romantis meskipun sedang tidur mereka saling berpelukan satu sama lain Salma tampak meringkuk menempelkan kepalanya tepat di dada bidang suaminya, hingga tiap hembusan nafasnya menciptakan sensasi yang menggairahkan.


Bukan tanpa alasan jika malam ini mereka tanpa aktivitas panas itu, Rey yang tak ingin melihat wanitanya menderita karena ulahnya yang terlalu rakus memangsa dirinya hingga berakibat terjadi pembengkakan di satu titik paling vital.


Salma menggeliat tiba - tiba tenggorokan nya terasa kering hingga memaksanya untuk membuka matanya, dan beranjak dari kasur namun, tangan Rey memeluknya begitu erat hingga membuatnya kesusahan untuk bergerak setelah dengan sangat berhati hati Salma mencoba melepaskan diri dari kungkungan suaminya ia pun berjalan perlahan menuruni kasur dan berjalan menuju kulkas yang ada di sudut kamar, tiba tiba tangan Rey menarik lengan Salma.


"jangan pergi sayang "


suara Rey dengan mata terpejam, Salma pun menahan langkahnya dan terpaksa kembali ke kasur


"maaf mas Tapi aku haus..aku mau ambil minum"


"pokoknya aku tak izinkan, aku mau kamu disini memelukku"


ucapnya lagi masih dengan keadaan yang sama, Salma pun geram dengan tingkah suaminya diapun bermaksud mengerjai suaminya, tiba tiba ingatannya kembali pada peristiwa beberapa tahun lalu saat mereka masih berpacaran bahwa Rey memiliki phobia dengan cicak.


"Mas...tolong Mas tolong ada cicak "

__ADS_1


teriak Salma sambil melempar ikat rambutnya tepat di muka Rey


"hah...cicak ? aduh tolong ampun tolong jauhkan itu dariku"


seketika Rey terbelalak dari tidurnya dengan nyawa yang belum sepenuhnya terkumpul ia pun berlari melompat ke atas sofa


Salma pun terpingkal pingkal melihat tingkah suaminya


sadar bahwa sedang di kerjai oleh istrinya Rey pun menyeringai geram


"hemmm sepertinya ada yang sedang main main nih,..maka harus di beri hukuman lihat saja "


Rey pun segera mengejar keberadaan istrinya kemudian langsung menggendong dan menjatuhkannya di atas kasur dengan pelan kemudian menindihnya dengan tubuh besarnya, Salma hanya bisa pasrah dan menuruti hasrat Rey.


Salma semakin menggeliat seiring hasrat yang tak lagi bisa ditahan, sesekali mereka melepas kan pagutan panas itu dengan nafas yang tersengal sengal merekapun mengambil oksigen sebanyak mungkin setelah dirasa cukup mereka melanjutkannya kembali sampai hawa panas menjalar hingga ke ubun ubun, tidak puas hanya dengan ***m** tangan Rey pun berselancar ke segala tempat menyinggahi tempat tempat terfavorit menciptakan berjuta kenikmatan tiada tara.


Rey pun beraksi semakin gesit dan tak terkendali ******* kedua belah gundukan alami hingga pemiliknya meronta penuh hasrat dan pada akhirnya harus tertuntaskan dengan penyatuan yang sempurna.


Rey pun tersungkur tak berdaya setelah menyudahi pergulatan dengan menang seri Salma kini tergeletak lemas tak berdaya bahkan untuk sekedar menarik selimut saja seolah tak berdaya. Rey beringsut mendekati tubuh istrinya yang masih lugas tanpa busana hanya tertutup selimut dibagian inti saja.

__ADS_1


Rey membelai rambut istrinya dan me****** keningnya penuh cinta.


"sayang..apa kamu baik baik saja?"


Salma hanya mampu menjawab dengan Anggukan tubuhnya terasa remuk redam seolah tenaganya benar - benar telah terkuras habis


" terimakasih sayang,.. I love you my wife, masih seperti mimpi rasanya kita bisa seperti ini, sungguh jauh diluar perkiraan ku bahkan aku merasa ini seperti sebuah khayalan "


" Mas... terimakasih karena kamu masih menungguku, terimakasih juga masih mencintaiku. setelah perpisahan itu aku berpikir kita benar - benar telah kehilangan kesempatan. aku kira kita tidak akan lagi bertemu bahkan aku sudah pasrah karena memang selama ini kita tak pernah saling tahu kabar keberadaan kita "


" itulah uniknya jodoh sayang, bahkan aku pun juga berpikir hal yang sama denganmu, aku berpikir telah kehilanganmu sejak saat aku mengiklaskanmu padanya "


" entahlah Mas,.. yang pasti saat aku dan mas Raziq untuk sepakat mengakhiri pernikahan karena wasiat kami aku tidak lagi berpikir tentangku, meskipun Mas Raziq pernah bilang jika kamu sedang memantaskan diri dan keyakinanmu untukku tapi aku masih ragu mengingat kehidupanmu yang selalu dikelilingi wanita cantik"


" jujur Sayang saat itu memang aku sempat berhenti mengharapkanmu, tapi Allah maha baik Ia tahu apa yang aku butuhkan sehingga tetap menjagamu untukku "


" jadi tidak berlebihan kan jika aku bilang Aku bahagia menjadi istrimu dan aku bangga telah menjaga diriku untukmu "


" terimakasih sayang...aku sungguh suami yang sangat beruntung "

__ADS_1


Cup


Reynand lagi - lagi memberikan kecupan hangat di kening Salma sebagai ungkapan kebahagiaannya telah menjadikan orang yang pertama menyentuhnya.


__ADS_2