
Hari sudah hampir petang semua anggota keluarga masih setia menunggu di depan pintu ICU bahkan beberapa dari mereka melewatkan makan siang begitu saja karena masih menunggu kabar kondisi Mami Linda
kini Salma duduk tertunduk di sudut ruang tunggu setelah beberapa menit lalu ia kembali dari mushola untuk melakukan sholat Ashar dan dilanjutkan berzikir dan bermunajat memohonkan kesembuhan untuk sang mertua.
Tak berapa lama pintu ICU terbuka dan dokter yang menangani Mami Linda tadi pun kembali keluar Rey dan papi Jhuan serta Silvy kini mendekat kearahnya
" bagaimana istri saya dokter ?"
Suara berat Papi Jhuan terdengar penuh khawatir
" bersyukur Pak, pasien sudah melewati masa kritisnya, tinggal menunggu pasien sadar sekarang sudah kami pindahkan ke ruang perawatan, pasien boleh ditemani salah seorang keluarga mungkin dengan mengajaknya berbicara akan mempercepat reaksi kesadaran pasien pak "
"baiklah kami akan bergantian dokter "
" Baik pak saya tinggal dulu kalau ada apa - apa bisa langsung panggil petugas ya pak "
" terimakasih Dokter "
" sama - sama "
Dokter muda yang sangat cantik itupun berlalu meninggalkan ruang ICU , terlihat Papi Jhuan masuk ke ruangan perawatan yang ditunjukkan dokter tadi, Salma pun mengikuti berpindah ke ruang tunggu perawatan meskipun disana ia seperti orang asing yang tak dihiraukan keberadaanya
Ya.. tentu saja semua memang menyalahkan Salma atas apa yang menimpa Mami Linda terlebih Hal itu diperkuat dengan kesaksian palsu yang di buat Sofy bahkan kini Rey pun meragukan kejujuran Salma hingga ia pun turut mengabaikan istrinya
__ADS_1
" Mas... gimana kondisi Mami ?"
Tanya Salma saat mendekat ke samping Rey yang tengah terduduk di bangku tunggu
" entahlah, dokter bilang belum sadar "
jawabnya datar, hal itu semakin membuat Salma merasa terpojokkan
" Mas,.. dari tadi siang kamu belum makan sesuatupun, bagaimana kalau kita ke kantin sebentar Mas kan juga butuh energi untuk bisa menjaga Mami "
" nggak perlu, aku nggak lapar "
" tapi Mas.."
Deg
ucapan Rey begitu tajam rasanya nyeri hingga ke ulu hati membuat Salma terdiam seketika matanya terpejam menahan perih hatinya, sepanjang usia pernikahannya bahkan sejak mengenal Reynand ini pertama kalinya ia mendengar Rey berucap begitu kasar serta dengan nada tinggi . Hati perempuan mana yang tidak hancur dibentak dengan ucapan yang pedas seperti itu tadi Salma memang sangat lembut ketika mendapatkan perkataan seperti itu pasti baginya dunianya seakan Runtuh menimpanya
" maaf ... jika kehadiran Salma disini menambah masalah maka Salma akan pergi Mas. tapi satu hal yang harus kamu tahu semua yang menimpa Mami adalah kecelakaan yang sama sekali tak ada unsur kesengajaan, Salma terpeleset dan mengenai Mami akan tetapi Salma berhasil meraih besi pengaman tangga sehingga Salma selamat namun Mami tergelincir begitu saja "
" sudah.. sebaiknya kamu juga istirahat dirumah mbak Sal "
kali ini Silvy mencoba menengahi, meski saat tadi ia tak berada dirumah saat kejadian namun ia yakin kakak iparnya itu tak mungkin akan tega berbuat seperti itu terhadap Mami nya meskipun Mami selama ini telah memperlakukan sangat buruk. Karena Silvy sudah sangat mengenal Kakak iparnya sejak masa kuliah dan bersahabat.
__ADS_1
" baiklah,.. Aku permisi pulang dulu , Maaf Sil maafkan embak yang udah menyebabkan Mami jadi seperti ini "
ucapnya sambil menunduk karena ia tak kuasa mengangkat wajahnya yang kini sudah beruarai air mata
" Sudah, kamu tenangkan diri kamu dulu sekalian istirahat, kulihat siku dan lengan kamu juga terluka kamu juga terlihat pucat"
" kalau begitu aku pamit dulu ya, tolong kasih kabar perkembangan Mami "
Salma pun pergi meninggalkan rumah sakit dengan menggunakan taxi perasaanya begitu hancur, jiwanya sangat rapuh namun tak tahu harus mengadukanya pada siapa sedangkan suaminya juga telah mengabaikannya bahkan sampai tega membentaknya.
Salma merasakan nyeri pada siku dan lenganya yang memar dan juga tergores pelataran tangga tadi pagi ia mengambil obat luka dan memplasternya. kemudian merebahkan tubuhnya yang sudah terasa sangat lemah di atas kasur. kali ini Salma memilih pulang ke rumahnya bukan kerumah mertuanya.
Tiba - tiba dia merasakan nyeri di bagian perutnya
" auh.. kenapa ini kok tiba - tiba perutku kram gini ? hufff .. akh.. mungkin tamu bulananku mau datang "
Salma pun meringis merasakan perutnya yang kram. dengan susah payah ia mengambil apa saja yang bisa meredakan rasa sakitnya hingga ia menemukan minyak kayu putih yang tersimpan di laci nakas. kemudian menarik nafasnya perlahan dan menghembuskanya perlahan hingga ia merasakan berangsur sakitnya mereda.
Dengan kejadian hari ini sebenarnya ia ingin sekali menghubungi Ibunya dan berbagi beban. namun itu ia urungkan karena ia tak mau Ibunya tahu jika saat ini ia sedang dihadapkan pada masalah rumahtangga apalagi ibu mertuanya yang belum bisa menerima kehadirannya sebagai menantu
" Bu .. Salma kangen, kalau saja ibu ada disini pasti Salma bisa tenang Bu, sekarang Salma bingung, takut nggak ngerti harus apa, semua orang menyalahkan Salma atas kecelakaan yang menimpa Mami, bahkan Suami Salma pun ikut menyalahkan Salma"
Salma terus mengurai air matanya dengan tubuhnya yang terbaring lesu di atas kasur perlahan iapun menangis sampai terlelap begitu saja.
__ADS_1
Hayy.... AUTHOR up lagi nih, mohon DUKUNGANYA dengan memberikan likeβ€, komentar dan hadiahnya biar AUTHOR lebih semangat lagi up nya.ππ»ππ»