Seluit Cinta Salma

Seluit Cinta Salma
episode 9. kesepakatan


__ADS_3

Detik berganti menit, menitpun berganti jam, kemudian berganti hari, hari berganti bulan dan tahun. tanpa terasa dua tahun sudah Salma tinggal di negara ini. karirnya sebagai konsultan IT di perusahaan oil yang mendunia telah mampu menaikan level financial Salma dan ia telah mampu mewujudkan beberapa mimpi dan keinginannya untuk merubah kehidupan keluarganya menjadi lebih baik lagi. dia telah berhasil merenovasi rumah orangtuanya, menghajikan kedua orangtuanya juga sudah terlaksana. selama dua tahun semenjak kepindahannya ke Kairo mengikuti suaminya Salma tidak sekalipun pulang menjenguk ibunya, mereka hanya memanfaatkan koneksi alat komunikasi untuk saling melepaskan rindu dan saling bertukar kabar.


"bapak, ibu maafkan Salma yang belum bisa jujur dengan keadaan pernikahan kami yang sesungguhnya "


Salma bergumam sambil menyeka air matanya yang sedari tadi menghujani pipinya.


flash back on


"Salma...aku harap kamu tidak terbebani dengan pernikahan kita ini, aku tidak mau ikatan ini merampas masa depan dan kebahagiaanmu. karena aku tahu kebahagiaanmu adalah bersama dengan seseorang yang kamu cintai yaitu..Rey "


Salma yang dari tadi menyimak obrolannya dengan Raziq kini sudah mulai mengerti kemana arahnya


" untuk satu hal itu tentu mas Raziq tahu kalau itu sangat tidak mungkin terjadi. perbedaan keyakinan itu selamanya akan menjadi penghalang kebersamaan kami "


matanya tampak nanar menerawang jauh menembus cakrawala mencoba mencari jawaban yang pasti untuk kenyataan hidupnya saat ini


"kamu jangan berfikir itu tidak mungkin, semua butuh waktu, butuh proses Salma tidak instan, aku tahu Rey lelaki yang sngat baik dan dia juga sangat mencintaimu, sebenarnya dia hanya menunggu waktu untuk bisa memintamu kembali dengan tanpa perbedaan"


Salma semakin tertunduk lesu, terlihat jelas jika di wajahnya saat ini tergelayut beban berat yang menghimpitnya


"tentang perasaan cintamu untuk Rey kamu tidak perlu buang energi untuk memusnahkannya. percayalah Salma saat ini kalian hanya harus sekidit bersabar ALLAH masih menunda kebersamaan kalian karena Allah masih memantaskan perasaan dan hati kalian masing masing. meskipun Rey itu tidak satu keyakinan dengan kita tapi pada diri Rey terdapat jati diri seorang muslim"


Raziq berusaha memberi petunjuk untuk hubungan Salma dan Rey, meskipun begitu Salma tidak ingin berharap terlalu banyak


"aku hanya tidak ingin berharap pada keraguan mas "


Raziq mengernyitkan dahinya kemudian tersenyum tipis


" Salma aku tahu pernikahan ini sama sama membebani kita ! "


"maksud mas ?! sebenernya mas juga tak menginkan pernikahan ini ?"


Salma terperanjat dengan pernyataan Raziq


pantas saja sampai saat ini mas Raziq tidak pernah mendekatiku dan meminta haknya kepadaku. ucapnya dalam hati


Memang semenjak menikah Salma dan Raziq belum pernah mengambil hak masing masing meskipun hampir 1 tahun pernikahan itu terjalin.


"kamu jangan salah paham dulu Sal "

__ADS_1


"kalau mas Raziq juga tak inginkan pernikahan ini kenapa mas Raziq tidak menolaknya saat kita dijodohkan ?"


"aku hanya ingin menunaikan apa yang dulu menjadi amanat almarhum kakek kita. "


"tapi kalau seperti ini kita hanya akan saling menyakiti banyak orang mas "


" kamu tahu Salma almarhum kakek kita menitipkan amanah agar kelak kita dijodohkan dan menikah, yang terpenting amanat itu sudah kita tunaikan, perkara jodoh kita sampai dimana itu bukan masalah "


"tapi mas bagaimana kalau orangtua kita tahu kita berdua sama sama tidak menginginkan pernikahan ini "


" Sudahlah Salma kita jalani saja hubungan ini, aku tidak akan menuntut apapun dari mu sebagai istriku, namun aku akan tetap memberikan sebagian hakmu sebagai seorang istri yaitu memberi nafkah lahir, menjaga dan melindungimu "


"Jadi dengan kata lain kita hanya bersandiwara dengan status kita ini?"


Salma sedikit emosi ,karena dia belum sepenuhnya paham dengan yang dimaksud Raziq


" lelucon semacam apa ini mas kalau kita me jalani pernikahan tetapi kita tidak menjalankan hak dan kewajiban di dalamnya. mas tahukan pernikahan itu hakekatnya apa ?, jadi mas mau bermain main dengan janji mas yang sudah mas ikrar kan dengan menyebut asma Allah ?"


Salma semakin tidak terkontrol emosinya seperti bom yang siap meledak


"dengarkan aku dulu Salma, aku melakukan ini semua bukan hanya untuk diriku sendiri, kamu tahu Salma perjodohan kita ini sudah banyak menyakiti banyak hati, aku, kamu, Rey , dan juga Zahra "


Salma tercengang ketika sebuah nama yang terdengar asing disebutkan nama seorang perempuan


Raziq meraih tangan Salma kemudian menduduk kan nya di sofa


"maafkan aku Salma selama ini aku tidak menceritakan sebuah kebenaran padamu, tapi aku rasa sekarang saatnya aku bercerita "


Salma merasa sudah dapat menguasai emosinya dia pun menurut dan berusaha menjadi pendengar yang baik.


" Zahra itu adalah perempuan yang selama ini aku cintai, dia adalah perempuan yang insyaallah berhati baik, lembut dan ramah dia adalah salah satu mahasiswa dari Indonesia yang berhasil mendapat beasiswa di universitas Al- Az** . untuk menghindari pacaran dan dosa maka kamipun memutuskan menikah "


"apa...menikah ?! kalian menikah ?"


Salma tampak begitu shyok


"iya kami menikah 7 bulan sebelum kita menikah "


airmata Salma tidak lagi bisa tertahan entah mengapa hatinya begitu sakit mendengar semua ini

__ADS_1


" jadi aku ini sudah menjadi pelakor, aku sudah menyakiti sesama perempuan "


"tidak Salma kamu bukan pelakor, kamu bukan wanita seperti itu, ini semua salahku. dan asal kamu tahu pernikahan ini terjadi juga atas persetujuannya dan saran darinya "


" pertemukan aku dengan Zahra mas "


"kalian pasti akan bertemu nanti, kamu tidak perlu khawatir aku sudah menceritakan semua padanya kalau kita ini sudah terbiasa bersama sedari kecil dan aku sudah anggap kamu selayaknya adik perempuanku "


Salma pun sedikit bisa bernafas lega, namun batinnya masih terganjal beberapa pertanyaan, bagaimana bisa seorang istri merelakan begitu saja suaminya menikahi perempuan lain meskipun dengan alasan yang jelas


mulia sekali hatinya dia pasti perempuan yang luar biasa ucapnya dalam hati


" dan saat ini Zahra sedang mengandung calon anak kami Salma "


"mas secepatnya pertemukan aku denganya , aku tidak ingin membuatnya terganggu dengan kehadiranku dalam rumah tangga kalian, Zahra sedang mengandung pasti ini akan menjadi beban pikiran dan orang mengandung tidak boleh banyak pikiran karena itu akan mempengaruhi tumbuh kembang janinnya "


ada ketakutan dan rasa bersalah yang tak beraturan kini memporak porandakan hati dan pikiran Salma, sebagai perempuan dia tidak ingin mendapat predikat buruk merebut suami orang dan predikat buruk lainnya


"kamu tidak perlu sepanik ini Salma, Zahra adalah perempuan yang sangat kuat. nanti sore aku akan membawa kamu untuk bertemu dengannya "


"baiklah mas lebih cepat lebih baik agar secepatnya kita juga bisa menyelesaikan semua ini "


" maksud kamu menyelesaikan bagaimana Salma ?"


Raziq terheran dengan maksud ucapan Salma


"Ya... sekarang sudah jelas pernikahan kita ini harus secepatnya kita akhiri agar tidak menyakiti kita semua terutama Zahra "


Raziq hanya tersenyum semu mengartikan perkataan SALMA


" memang siapa yang akan menceraikan mu ?!"


celetuk Raziq sambil menoel hidung mancung Salma


"hah..mas tidak juga akan menceraikanku??, wah mas Raziq udah mulai maruk ya maunya punya istri dua. dengar ya mas aku ini paling tidak setuju dengan yang namanya poligami"


"loh.. kenapa memangnya ? agama kita memperbolehkan kok asalkan bisa berlaku adil "


Raziq semakin menggoda Salma yang sudah tak karuan antara marah, dan rasa bersalah

__ADS_1


"sudah sekarang kamu sebaiknya istirahat tidur, besok kita akan bertemu dengan Zahra"


Raziq pun berlalu keluar dari kamar Salma menuju kamarnya. sementara Salma masih begitu dibingungkan dengan pengakuan Raziq


__ADS_2