Seluit Cinta Salma

Seluit Cinta Salma
39. Ulang Tahun Mama mertua # 2


__ADS_3

Pesta telah usai seluruh undangan pun telah meninggalkan rumah megah yang nyaris seperti istana itu, tersisalah keluarga inti saja , dan mereka melanjutkan perbincangan di ruang keluarga, Salma dan Rey akhirnya malam ini pun menginap di kediaman keluarga Dhanlee .


Rey tampak bermanja pada istrinya dengan menyandarkan kepalanya pada tubuh ramping istrinya, meskipun berat namun Salma tidak merasa keberatan sama sekali justru sesekali tangannya mengusap tangan suaminya yang senantiasa melingkar di pinggang istrinya.


" Sayang.. apa kamu belum merasa ngantuk ?"


bisiknya lirih tepat di telinga sang istri


" tunggu sebentar lagi Mas tak enak sama Mami dan yang lain mereka masih nemeni Mami unboxing kado "


jawab Salma tak kalah lirih agar tak terdengar oleh yang lainya


Melihat mertuanya sangat bahagia membuka berbagai macam kado serta ucapan dari teman dan kerabat tadi.


Mulai dari berbagai macam Tas branded, jam tangan, perhiasan, sepatu, dan juga accesorir lainya yang tentunya dengan kwalitas Original karena memang yang datang merupakan orang - orang kelas kolomerat dan pengusaha success seperti keluarga Dhanlee.


" Mi.. Rey capek sekali boleh ya Rey istirahat ke kamar besok juga harus meeting dengan client penting dari Singapura "


Rey pun meminta izin pada sang Mami mengingat saat ini dia benar - benar capek dan mengantuk, dan yang pasti dia merasa tidak penting mengikuti kegiatan unboxing seperti itu


" oh.. kamu nggak mau menemani Mami sayang, kamu nggak ingin melihat Mami senang dengan semua hadiah ini "

__ADS_1


" Mi.. bahkan Rey bisa membelikan barang - barang itu tanpa harus menunggu Mami ulang tahun, kalau Mami mau tinggal bilang pasti Rey belikan "


" bukan begitu sayang ini tu lebih ke moment spesialnya, apa istri kamu yang tidak betah lagi apa dia merasa iri melihat semua barang mewah dan berkelas ini ?


" Mi... please jangan mulai, jangan menilai buruk pada istri Rey Mi, ini murni keinginan Rey sendiri bahkan Salma tetap akan menunggui Mami karena dia tahu pasti Mami akan tersinggung "


" terus saja kamu bela istri mandul kamu itu, biar semakin besar kepala dia "


" Cukup Mi.. jagan egois dan seperti anak kecil, Rey memang pasti capek kenapa harus Mami paksa untuk menunggu hal yang tak berfaedah yang Mami lakukan. ingat anakmu sudah dewasa bukan lagi anak kecil yang bisa Mami atur sesuka hati . Dan satu lagi jaga bicara Mami kenapa harus mengatakan hal sesakit itu pada menantu kita anak itu rejeki titipan Tuhan semua tergantung atas kehendaknya jadi Mami nggak berhak menghakimi Salma seperti itu "


Papi Jhuan terlihat sudah sangat jengah dengan sikap istrinya yang semakin menjadi bukanya bisa menerima Salma justru semakin terang- terangan tidak menyukainya


" tapi Pi.. kenyataanya demikian Papi lihat itulah akibatnya menikahi barang bekas sudah bekas mandul lagi "


" Mi...!! berapa kali harus aku bilang Salma memang berstatus Janda tapi dia masih perawan, Rey yang mengambil mahkota Salma bukan suami pertamanya kenapa Mami masih juga membahas ini dan masih tak percaya , harus berapa kali Rey katakan tuduhan Mami itu sangat tidak manusiawi, memangnya apa salahnya dengan status janda Mi, asal Mami tahu banyak orang yang berstatus Janda tapi justru tidak mengakuinya dan bersikap munafik seolah dirinya paling pantas "


kali ini Rey semakin tak terkendali hingga dia pun menyinggung fakta tentang Sofy yang saat ini di gadang - gadang oleh Mami Linda sebagai calon istri yang paling tepat untuk Rey ,. Andai saja Mami tahu kenyataan sebenernya tentang Sofy pasti Mami akan kecewa dan merasa malu pada Salma karena terlalu membanggakan Sofy.


" kita ke kamar sayang "


Rey langsung menarik tangan Istrinya meninggalkan ruang keluarga yang kini suasananya tengah memanas dan lebih memilih membawa istrinya ke kamar untuk menenangkan hatinya yang saat ini sangat terluka dengan semua perkataan Mami nya.

__ADS_1


" Sayang.. maafkan ucapan Mami ya, kamu jangan masukkan hati kamu tahu kan itu semua nggak bener, Mami hanya asal bicara "


Rey memeluk erat tubuh ramping istrinya yang tampak rapuh itu


" aku tidak apa - apa kok Mas, aku mengerti Mami seperti itu karena Mami kecewa dengan aku, aku maklum Mas, hanya saja aku sedih karena aku belum bisa menunjukkan jika aku tidak mandul , mungkin jika saat ini di rahimku tumbuh benih cinta kita Mami akan berhenti membenciku Mas "


" Sayang.. kamu harus yakin kamu itu normal dokter juga sudah mengatakan itu, ini hanya masalah waktu saja, asalkan kita tetap berusaha pasti akan ada hasilnya, kuta hanya harus bersabar sayang "


" itulah yang aku takutkan setiap kali bertemu selalu saja berujung dengan keributan, apalagi tadi Papi juga membekali pasti Mami sangat kecewa dan marah padaku Mas "


" kamu nggak usah khawatir sayang papi begitu karna kamu memang pantas di bela sayang. sudah ya jangan sedih lagi sekarang kita istirahat, kamu ganti baju ya biar Mas bantu "


Salma pun terkekeh melihat kepolosan suaminya, entah ini niatnya untuk membuatnya tertawa atau memang dia berniat memanfaatkan kesempatan yang ada.


" iihh kamu apa - apaan sih Mas memang aku anak kecil pakai di gantiin baju segala "


" kan aku hanya bermaksud membantu sayang"


" dan aku tahu niat ter sembunyimu sayang "


" kan kita harus rajin berusaha to"

__ADS_1


" ya Sudah aku ganti baju dulu mas "


Rey pun tersenyum kecut ternyata niat bulusnya di ketahui oleh istrinya. Dan diapun hanya bisa memandangi punggung istrinya yang semakin menjauh dan menghilang dibalik pintu kamar mandi.


__ADS_2