Seluit Cinta Salma

Seluit Cinta Salma
26. Perang Dingin


__ADS_3

Pagi telah menjelang Salma sudah bersiap untuk segera pulang kerumah setelah selama 3 hari mereka menikmati honeymoon di Pulau Raja Ampah, seharusnya masih lusa rencananya mereka akan berada disini selama sepekan tetapi karena Rey mendapat telepon yang bersifat urgent dari perusahan cabang di Singapura dan mengharuskan Rey untuk segera ke Singapura menyelesaikan permasalah di sana. Meski harus ditutup dengan beberapa insiden yang membuat Salma terluka hingga berujung dengan saling diam alias perang dingin. sebenernya Salma yang mendiamkan Rey karena ia masih marah dengan ketidak jujuran Rey yang diam-diam pergi menemui seseorang tadi malam tanpa memberitahu Salma.


"sayang..maaf ya kita terpaksa harus pulang lebih cepat dari rencana awal kita, kamu kecewa ya Sayang ?"


Rey berkata dengan nada cemas


"Nggak apa-apa kok mas, lagi pula ku rasa kita udah cukup puas menikmati waktu disini,"


jawab Salma datar, Rey tahu dan paham jika Salma masih marah denganya perihal Sofy


"aku janji sayang nanti kita bakal agenda kan lagi buat liburan kita"


Tapi Salma hanya tersenyum kaku sambil mengechek barang bawaannya jangan sampai ada yang tertinggal.


"sayang ..kamu masih marah ya soal kemaren, kok cuek gitu sih"


"marah sih nggak, kecewa iya"


"sekarang aku mau lakuin apa saja asal kamu bisa maafin aku, dan berhenti cuekin aku kayak gini, mas bener-bener nggak bisa kalau kamu cuekin, kamu diemin gini sayang"


Rey terus berusaha mendapatkan maaf dari istrinya.


"setidaknya kamu nggak akan lagi ninggalin istrimu malam-malam demi untuk bertemu seseorang kan mas"


celetuk Salma seolah mengingatkan Rey atas kelakuannya tadi malam

__ADS_1


DARRRRRR


seketika jantung Rey seperti terhentak 2 ekor Gajah sekaigus


"jadi Salma tahu kalau semalam aku tinggalin dia buat ketemu dan makan bareng Sofy"


Batinnya Rey pun tak bisa sembunyikan rasa takutnya atas kemarahan Salma yang pasti akan jauh lebih dahsyat dari yang kemaren sore


"sss...sa..sayang aku bisa jelasin kamu jangan salah paham"


"aku nggak akan memaksamu untuk menceritakannya itu hakmu mas, aku udah siap packing kita bisa berangkat sekarang"


pinta Salma sembari menarik koper nya keluar kamar dan menuruni anak tangga kemudian keluar dari Villa.


"sayang..tunggu"


*******


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 4 jam mereka pun sampai dirumah Rey, tak banyak kata yang mereka ucapkan Meski Rey selalu mengajak Salma untuk ngobrol namun Salma hanya menjawabbseperlunya bahkan lebih banyak hanya menjawab dengan Anggukan ataupun gelengan kepala namun Rey tetap tak patah arang. Setelah sampai dirumah dijemput oleh supir kantor Rey mereka pun turun dari mobil dan berjalan membawa koper masing-masing.


Setelah sampai dan masuk ke dalam rumah Salma langsung menuju kamar dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah 20 menit Salma pun keluar dari kamar mandi dengan mengenakan pakaian santai rumahan, setelah menyisir rambutnya kemudian iya memakai jilbabnya kembali dan kemudian berjalan menuju kasur dihempaskanya tubuhnya ke atas kasur dengan memekakkan matanya. Sementara Rey yang masih saja di acuhkan merasa sangat putus asa dan frustasi hingga akhirnya ia memutuskan untuk masuk kamar mandi dan membersihkan dirinya setelah dirasa cukup dan selesai Rey keluar menggunakan handuk.


"sayang...apa kamu tahu dimana aku menyimpan celana pendek ku yang berwarna coklat itu "


tanya Rey membuka percakapan meski ini hanya sekedar basa basinya saja untuk bisa mencari alasan agar bisa berkomunikasi dengan istrinya. mendengar pertanyaan dari suaminya Salma pun bangun dari kasur dan berjalan menuju lemari pakaian Meski tanpa suara untuk menjawab pertanyaan Rey.

__ADS_1


"ini ..."


setelah beberapa Saat mencari Salma pun menemukannya dan segera berjalan kearah Rey menyerahkan celana tersebut.


" terimakasih ya Sayang.."


ucap Rey sambil menerima celana tersebut, bukanya meraih celana itu Rey justru meraih tangan Salma dan kemudian mengengamnya erat


"aku tahu kamu masih marah pada suamimu ini sayang ?, aku tahu aku salah karena itu aku minta maaf "


ucap Rey dengan wajah dan pengharapan yang serius


"hehhh...aku hanya merasa telah menjadi orang yang begitu bodoh mas dengan mudahnya kamu masih tega membohongiku demi untuk bisa menemuinya lagi"


Salma terisak dan tertunduk terlihat sangat berputus asa. kemudian kembali membenamkan dirinya pada selimut.


"sayang malam itu aku memang menemui Sofy tapi karena saat itu aku sangat lapar kemudian Sofy menelponku mau mentraktirku, karena kamu sedang tidur nyenyak dan aku sudah berusaha membangunkanmu tapi kamu nggak bangun juga makanya aku putuskan untuk menemuinya sebentar."


jelas Rey panjang lebar, berharap Salma bisa menerima alasannya


"aku tahu itu salah ,itu menyakitimu sayang aku minta maaf sayang, aku janji tidak akan berbuat hal yang bisa membuat mu sakit hati dan menangis seperti ini, mas mohon sayang maafin mas ya"


Salma masih terdiam dan sesekali terdengar suara isakannya. Rey mendekatkan wajahnya ke pipi istrinya dan mencium ujung kepala Salma


"tidurlah sayang..mas Nggak akan memaksamu untuk bisa memaafkanku sekarang jika hatimu masih belum yakin dengan penjelasanku"

__ADS_1


meski tidur membelakangi Rey namun setidaknya Salma sudah cukup tenang terbukti dia sudah bisa menerima pelukan suaminya meski tanpa respon.


Terimakasih yang sudah membaca cerita ku semoga suka dengan ceritanya🤲 mohon maaf jika banyak Typo atau pun alur cerita yang belum sesuai. AUTHOR mohon dukungannya untuk like dan comentnya🙏🏻🙏🏻😍


__ADS_2