
Selama di perjalanan Salma dan Rey hanya saling diam sesekali mereka saling curi pandang
"kenapa kok diem saja aku ada salah ya ?" tanya Rey memberanikan diri
" sebenernya aku kesel sama kamu "
"kesel...?? memangnya aku lakuin apa?"
"kenapa kamu tadi langsung ngomong kayak gitu sama orangtuaku ?"
"maksud kamu yang mana ?"
"yang mana ...? ya yang bilang....pokoknya yang itu tadi" Salma menghentikan ucapannya mukanya tampak memerah sepertinya dia sedang malu
"ohhh yang tadi itu, emangnya salahnya dimana? kan aku serius pingin memperbaiki hubungan kita dan menjadikanmu halal untukku "
"kenapa kamu seyakin itu sedangkan kamu saja belum tahu yang sebenarnya"
"Sal..sekarang kamu maunya gimana kita berpisah dan diberi kesempatan bertemu lagi pasti ada rencana Allah yang terbaik untuk kita"
"aku tahu tapi tidak harus secepat ini semua butuh proses "
__ADS_1
"jadi kamu maunya gimana kita ulang seperti dulu? pacaran?, seperti itu ..Ayo lah Sal kita sudah bukan di usia remaja lagi, sekarang yang terpenting hati kita, kalau kita sudah yakin untuk bersama apalagi yang jadi masalahnya "
Rey menjelaskan panjang lebar berharap Salma tidak membuang waktu lagi
"Asal kamu tahu Salma kehilangan dan berpisah denganmu itu adalah hal yang paling menyakitkan dalam hidupku"
Rey tertunduk dan Salma pun berusaha mengerti akan hal itu, keraguan Salma akan statusnya sebagai J****meski itu hanya diatas kertas tapi tidak mungkin akan menjelaskan kenyataan yang sebenarnya pada semua orang. pasti ini akan menjadi persoalan untuk keluarga Reynand.
"Salma ..maukah kamu menjadi istriku, dan menjadi ibu untuk anak anak ku, maaf aku tidak bisa melamarmu di tempat dan suasana yang romantis melainkan di dalam mobil seperti ini"
Rey tampak mengeluarkan cincin dari saku bajunya dan menyodorkanya pada Salma
"aku minta maaf semua ini sudah dipersiapkan tiga setengah tahun yang lalu tapi saat itu aku belum punya keberanian karena aku belum memiliki syarat utama yang kamu ajukan jika kamu memilih suami, yaitu lelaki yang bisa menjadi imammu dan yang bisa membimbingmu meraih syurga. meskipun sampai sekarang aku belum sepenuhnya memiliki pengetahuan yang cukup namun aku yakin denganmu kita akan saling mengarjatkan"
"bahkan selama tiga setengah tahun aku selalu belajar dan berusaha untuk memantaskan diriku dan pribadiku untuk bisa menyandingmu.bahkan selama itu juga aku menjaga hatiku dan rasa cintaku untukmu seorang. karena aku yakin suatu saat nanti kamu akan kembali "
"aku minta maaf Rey karena aku kamu harus tersiksa sekian waktu, tapi jika aku menerima permintaanmu bagaimana dengan orangtua kamu apa mereka bisa menerima keadaanku dengan statusku sebagai j**** "
"sssttt itu bukan masalah,..sekarang yang jadi masalahnya cincin ini di terima atau tidak karena pegel nih tangannya dari tadi, nggak juga diterima "
Rey melirik ke tangan kanannya yang sedari tadi masih memegang dan menyodorkan cincin itu untuk Salma. keduanya tersenyum geli dan Salma pun meraih cincin itu
__ADS_1
"baiklah....jika tuan terus memaksa maka dengan senang hati saya akan menerima lamaran ini "
seketika Rey pun kegirangan meskipun dia sudah tahu pasti Salma tak mungkin menolaknya kali ini.
"tapi..."
"Tapi apa Salma ?"
"Tapi...tolong pakaikan heeheee "
Rey sudah tampak panik, rupanya Salma sekedar mengerjainya dan justru meminta di pakaikan cincinya. tanpa pikir panjang Rey pun mengambil cincin tersebut dari wafatnya kemudian mengambil dan mengenakannya di jari manis Salma, keduanya tersenyum bahagia, kemudian segera turun dari dalam mobil dan keduanya berjalan beriringan menuju pantai yang membentang indah, dan sepertinya pantai adalah tempat terfavorit Reynand.
"Sal... kamu pasti berpikir aku ini jadi cowok nggak romantis banget ya masak iya melamar cuma di dalam mobil "
"emang..kelihatan banget nggak modalnya, kalau orang melamar tuh di hotel mewah berbintang atau makan malam romantis di resto berbintang gitu,..Tapi....biarpun seperti ini aku suka"
"maaf ya aku tidak punya cukup mental untuk seperti itu, karena berani menyatakan ini butuh keberanian yang besar bagiku, entah kenapa pesonamu begitu menghipnotisku hingga aku yang pernah play boy pada masanya tiba tiba menjadi mati kutu dan menjadi lelaki cupu yang tak memiliki keberanian "
"uluhh uluhh udah mulai pandai ngegombal sekarang ya"
Salma pun mencubit lengan Rey
__ADS_1
"aww sakit Sal.."