
Suara Adzan subuh riuh berkumandang Salma telah selesai membersihkan diri dan mandi junub, sementara Rey masih terlelap dengan nyenyak ya. Salma sengaja bangun terlebih dulu karena ia akan sangat malu ketika terlihat oleh suaminya. Setelah dirinya telah selesai dari mandi dan telah berpakaian rapi barulah ia membangunkan suaminya
"mas...bangun ..sudah subuh lo" Rey menggeliat kembali
"apa sudah pagi sayang" ucapnya dengan mata masih terpejam
"bukan pagi lagi tapi udah menjelang siang, ayo buruan bangun mas"
Tapi Rey malah berguling-guling diatas tempat tidur
"rasanya lelah sekali jadi nggak pingin bangun nih "
gumamnya sambil menarik selimut yang sudah meliliti tubuhnya, Salma semakin gemes melihat ulah Rey sehingga iya pun mengeluarkan jurus pamungkas untuk membangunkannya.
CUPPP
sebuah kecupan singkat mendarat di kening dan bibirnya barulah Rey benar benar membuka matanya
"terimakasih sayang "
ucapnya sambil memonyongkan bibir hendak mencium Salma namun dengan refleks di tangkis dengan sodoran handuk
"udah buruan mandi dulu"
"sebentar lagi sayang kita masih punya waktu
apa kamu tidak menginginkannya lagi sayang ? "
"hemm bener -bener ya kamu ini mas, sekarang mendingan mandi terus sholat subuh. setelah itu baru aku pikirkan jatah tambahan setelah sholat subuh"
jawab Salma seraya memberi penawaran
"kamu serius sayang akan memberi jatah tambahan setelah kita sholat subuh??"
mendengar itu Rey tampak bersemangat
"ya...bisa dipertimbangkan" jawab Salma sekenanya
"yah.. PHP" ucapnya melemah semangatnya
"udah buruan mas mandi dulu terus kita sholat berjamaah, kan aku pingin jadi makmummu"
pintanya penuh harap dengan setengah memohon
"ok..siap nyonya boss tunggu sebentar suami gantengmu ini segera bersiap"
kemudian Rey berlari ke kamar mandi. sementara menunggu Rey siap membersihkan diri Salma membersihkan seprey dengan bercak merah kecoklatan
pasti itu bercak darah perawanku semalam
gumamnya lirih sambil tersenyum tipis.Tampak Rey keluar dari kamar mandi menuju Lemari pakaian kemudian mengambil baju koko dan sarung
"loh kenapa kamu udah ganti sepreynya sayang?"
"gimana nggak di ganti udah kotor gini banyak bercak sisa kita tadi malam"
jawab Salma sambil terus merapikan tempat tidurnya
__ADS_1
"iya tapi kan kita masih ada jatah tambahan lagi Yang..."
Salma hanya membalas dengan nyengir, kemudian menuju kamar mandi untuk mengambil wudhlu dan bersiap untuk sholat berjamaah dengan suaminya.
"kamu udah siap untuk jadi makmum ku sayang ?"
tanya Rey sambil melihat Salma yang telah selesai memakai mukenanya
"iya mas.. aku udah siap kok, yuk keburu habis subuh ya ntar"
Setelah sholat subuh selesai mereka lakukan dan di tutup dengan bacaan doa yang di amini oleh Salma, kemudian Salma mencium punggung tangan suaminya bergantian Rey mencium kening Salma sungguh sangat damai di jiwa rasanya. setelah itu Salma melipat mukena dan peralatan sholatnya dengan rapi dan mengembalikan ke tempat semula, mereka pun berbincang di sofa kamar.
"Sayang..."panggil Rey sambil mengedipkan matanya
"apa sih mas.. ganjen banget !"
"emhh..penawaran yang tadi itu bagaimana?"
Salma mengernyitkan dahi seolah tak mengingat ucapannya untuk membangunkan Rey tadi.
"jangan bilang kamu tadi cuma memberi iming-iming supaya aku mau cepet bangun?"
Salma tampak tersenyum melihat wajah Rey yang sedikit cemberut
"ooo jadi ini tadi kamu lagi ngerjain aku ya sayang ?, hemmss lihat saja aku pasti bakal menagihnya "
Rey tersenyum menyeringai, kemudian menarik tengkuk Salma sehingga wajah keduanya saling berdekatan.
Rey pun segera melancarkan misinya semakin mendekatkan bibirnya pada bibir merah carry Salma dan tanpa persetujuan ia langsung menyergap dengan rakusnya. Salma yang mendapat serangan tanpa aba-aba terlebih dulu langsung terkaget. meski pada awalnya iya tak membalas ciuman itu namun kemudian ia pun mengikuti alur permainan Rey tak lama keduanya saling menikmatinya dan semakin menuntut lebih. dan keduanya telah bersiap melanjutkan kembali aktivitas semalam. dan saat Rey memulai mengarahkan J******* Salma pun mengaduh
"awww.. sakit mas "
"kenapa sayang ?"
siara Rey tampak berat menahan hasrat namun Rey merada khawatir setelah melihat istrinya nyengir menahan sakit
"nggak apa apa mas..cuma..sedikit sakit dan nyeri disini"
"kamu tenang sayang nanti kalau sudah terbiasa nggak akan sakit lagi, itu karena masih sempit jadi akan terasa sedikit sakit "
Salma pun mengangguk karena sesungguhnya ia pun juga sudah begitu menginginkanya, Rey pun melanjutkan usahanya demi melancarkan aksinya. dan benar saja sesaat kemudian Salma menikmatinya dan tak lagi merasakan sakit di pusatnya. hingga keduanya kembali menikmati penyatuan yang sempurna. seketika Rey menjatuhkan tubuhnya disebelah Salma dengan nafas terengah-engah. dan tak berapa Lama keduanya mengulangnya hingga tak kurang dari 3x penyatuan.
🤔aw aw ... mumpung masih pagi stamina power full gas poll ya Rey🙄🙄
setelah menyelesaikan misi merekapun terlelap kembali dan baru terbangun saat hari hampir siang. Salma menggeliat setelah bunyi perutnya kemruyuk pertanda lapar. sehingga Salma pun segera berniat bangun dan menyingkap selimut untuk menuju kamar mandi membersihkan diri dan segera mencari makan karena perutnya yang sudah sangat lapar mengingat dari tadi malam mereka sudah berkali-kali berolah raga berat.
"aww.. kenapa masih sakit gini ya"
Salma mengaduh karena merasa sesuatu dibawah saya terasa ngilu dan sulit untuk berjalan. Rey pun mengerjap kan matanya berkali-kali sebelum akhirnya benar-benar membuka matanya, dan mendapat Salma tampak meringis menahan sakit tengah duduk di tepi ranjang
"kamu kenapa sayang ?"
"emhh.. ini mas ini ku sakit ngilu buat jalan susah"
Salma menjawab dengan malu malu sambil mengisyaratkan ke satu titik yang sudah dipahami Oleh Rey
"apa masih sakit ?"
__ADS_1
Rey tampak begitu khawatir dan merasa bersalah, mengingat tadi malam dia sudah melancarkan aksinya hingga beberapa kali dan ditambah pagi ini 3x
"iya mas,.. habisnya mas nggak puas dengan berkali -kali pelepasan gini deh jadinya"
"emmhh.. maafkan suamimu yang terlalu perkasa ini ya sayangku"
jawabnya lagi dengan penuh percaya diri
"iya,.. mas enak sementara aku harus sampai begini"
jawab Salma dengan wajah memelas penuh derita
"maaf ya sayang habisnya kamu tuh udah seperti candu buatku semakin lama semakin buatku bersemangat untuk lagi dan lagi "
"dasar otak mesum maunya lakuin itu terus nggak mau udahan"
seraya mencubit perut Rey, Salma pun berusaha bangkit dari duduknya namun ketika baru beranjak berdiri Salma menjerit merasakan ngilu dan perih yang luar biasa di areanya..
Rey pun berdiri dan mendekati istrinya. sementara Salma semakin tertunduk malu dan meringis menahan sakit
"kalau begitu untuk sementara waktu kamu tidak boleh kemana mana, kamu harus stay di atas ranjang, dan biarkan aku mempertanggung jawabkan semua perbuatanku"
Rey segera menggendong dan menurunkan Salma di atas ranjang kemudian turun meninggalkannya ke luar kamar, sesaat menuju kamar mandi dan kembali membawa sebuah mangok stanlis berisi air hangat dengan handuk kecil tipis. melihat apa yang di bawa suaminya Salma merasa penasaran untuk apa barang barang itu,
"itu.. buat apa mas..siapa yang demam kok seperti mau mengompres?" selidik Salma namun Rey hanya diam dan tampak senyum
"sekarang bukalah kakimu tenang dan tahan ya sayang"
perintah Rey tanpa banyak kata Salma pun mengikuti instruksi suaminya
"mas...kamu yakin ini bisa mengatasinya ?"
tanya Salma dengan sedikit ragu
"kamu percayakan semua pada suamimu ini, pasti sebentar lagi sakitnya akan hilang, aku yang sudah berbuat maka aku harus bertanggung jawab "
namun setidaknya ia telah menjadi istri yang paling bahagia karena memiliki suami bertanggung jawab seperti Reynand.
"sayang..setidaknya bengkaknya akan segera berkurang, maaf ya karena aku terlalu berhasrat begini deh jadinya, aku janji aku nggak akan seliar itu lagi, karena aku nggak mau melihat istriku jadi menderita seperti ini"
wajah Rey tampak begitu merasa bersalah
"aku nggak yakin mas bisa di pegang janjimu"
"tentu sayang karena kamu benar benar sangat menggoda, apa lagi kita sudah sangat lama menantikan semua ini"
Rey terus saja menggoda Salma sampai sampai pipi Salma semerah buah tomat
"love yo sayang" bisiknya lirih di telinga Salma.
" aku nggak mau love mu bikin aku menderita hingga seperti ini"
jawab Salma sambil mengulurkan lidahnya pertanda mengejek Rey
" oke...oke kita lihat saja siapa yang nanti akan kecanduan dan meminta duluan "
celoteh Rey lagi seolah tak ingin kalah dari istrinya, namun Salma hanya membalas dengan senyuman mengkal tertahan.
__ADS_1
*******
TERIMAKASIH PEMBACA SETIA UDAH YA AUTHOR TAKUT DOSA NIH... TERIMAKASIH UNTUK DUKUNGANNYA LIKE, DAN COMENTNYA🙏🏻🙏🏻🙏🏻 SEMOGA PEMBACA SEHAT SELALU