
Hari masih sore langit masih sangat cerah, Salma berjalan menuruni anak tangga villa tempat mereka menginap selama bulan madu satukan selama sepekan. Rey segera menyambut tangan sang istri dan mengandengnya sore ini mereka mengagendakan untuk mencari udara liar sambil berjalan jalan sekitaran sini sambil menikmati keindahan pemandangan yang menakjubkan, Rey menggunakan motor sebagai fasilitas villa untuk berjalan jalan melihat pemandangan sekitar villa.
"sayang kamu udah siap ?"
tanya Rey setelah Salma berhasil mendudukkan badannya di jok belakang
"tapi aku takut mas"
"takut??"
Salma menjawab dengan mengangguk cemas
"kalau takut, peluklah"
"bilang saja mau curi kesempatan jawab salma dengan muka sebal
" kok mencuri sih sayang ?, kan kamu istriku tertulis jelas dan paten disitu kalau aku ini pemilik tunggal atas dirimu"
"hemmss..iya lah iya kalah lagi nih"
"bercanda kok sayang...ayok buruan kita berangkat ntar keburu sore"
anaknya setelah meng starter motor yang sedari tadi mereka naiki, tak lama merekapun berlalu sambil bersenda gurau tak jarang Reynand menggoda dan bermanja dengan Salma. sampai akhirnya keduanya merasakan ada serangan dari dalam perutnya hingga mengeluarkan bunyi bunyi kemrucuk mereka lupa bahwa mereka belum sempat makan siang tadi karena terlalu asyik menangani proyek memproduksi baby.
"Mas...itu perutnya bunyi bunyi, mas lapar ya ?"
"heehee..iya sayang,..kamu juga lapar kan ?"
"iya mas, aku lapar "
"ya udah kita cari makan yuk, itu sepertinya disana ada cafe sayang "
ucapnya seraya menunjuk ke sebuah cafe yang berada tak jauh dari tempat mereka berdiri saat ini. tak lama keduanya sampai di cafe tersebut setelah memarkir motornya merekapun berjalan memasuki cafe dengan saling berpegangan tangan
"mau pesen apa sayang..?" setelah membuka list menu yang disodorkan oleh pelayan cafe
"terserah mas saja aku ngikut, aku kan apa saja bisa makan mas "
"serius nih terserah mas "
"iya apapun pilihan mas aku pasti suka kok"
jawab Salma dengan senyum ceritanya, hingga menampilkan deretan gigi putih dan gigi gingsul yang menambah kecantikannya
"ohhh kamu so sweet banget sih sayang...jadi makin lophe lophe deh sama kamu "
__ADS_1
serunya memonyongkan bibirnya seolah hendak memberi kecupan sayang
"apaan sih mas , malu tahu"
" hemmss... beruntungnya aku sayang bisa mendapatkan istri seperti kamu sayang,selain kamu sholehah, kamu selalu bisa menjaga dan menundukkan pandanganmu, dan yang pasti kamu selalu memelihara rasa malumu "
Rey menatap Salma dengan pandangan penuh cinta, kemudian meraih tangan Salma dan menciumnya dengan lembut
"Mas.. jangan ngegombal terus kenapa sih " Salma tampak tersipu malu pipinya pun memerah
"kan nggak apa apa ngegombali istri sendiri itu sah sah saja kan"
"terserah mas sajalah yang penting mas puas"
"Mas nggak akan pernah puas kalau sama sayang pinginnya terus terus dan terus "
Rey kembali menggoda Salma
" hemmss dasar gesrek " mbuh Salma kemudian mencubit lengan suaminya
"awww sakit lo sayang"
"biarin itu balasannya kalau terus menggodaku"
sesaat tampak pelayan cafe membawa makanan dan minuman yang mereka pesan setelah itu mereka langsung menyantabnya, sambil sesekali diselingi dengan hal hal kecil yang terlihat sangat romantis, seperti mereka saling menyuapi makanan dari piring masing masing.
flash back on
"Rey... dia Reynand Dhanlee kan? mataku nggak salah lagi ternyata dia masih tetap tergantung dulu, tapi kenapa dia bisa ada di disini ? kenapa dia tampak mesra dengan perempuan berhijab itu?, apa mungkin itu istrinya? tapi nggak mungkin Rey menikah dengan perempuan muslimah seperti itu, tapi kalau itu bukan istrinya kenapa mereka begitu mesra setahu ku perempuan muslimah seperti itu pasti tidak akan mau bersentuhan dan mesra seperti itu kalau bukan muhrimnya "
perempuan yang sedari tadi memperhatikan Salma dan Rey itu adalah Sofy mantan kekasih Rey sewaktu kuliah dan dulu sempat akan menjalani hubungan yang lumayan serius bahkan sempat hampir bertunangan. namun karena satu dan lain hal mereka akhirnya putus dan Sekitar 2 tahun ini Sofy menetap di sini dan membuka usaha Cafe nya.
setelah selesai makan dan berbincang sesaat Salma pun mengajak Rey untuk beranjak dari cafe tersebut karena masih ingin melanjutkan jalan jalannya
Rey pun beranjak dari duduknya diikuti dengan Salma kemudian Rey membayar bill ke kasir.
tak ingin mati dengan rasa penasaranya Sofy pun berdiri dan menghampiri Rey. ya Sofy perempuan yang sangat mempesona kulitnya putih, tinggi dan langsing hidupnya mancung dengan bibir sexy merona ditambah lagi dengan Dress sebatas lutut yang tampak pas dengan tubuhnya membuat keindahan lekuk tubuhnya terlihat begitu sangat mempesona.
"hay.... Reynand ?"
wanita itu memanggil dengan lembut, mendengar ada yang menyebut namanya Rey pun menoleh mencari suara itu berasal. Rey pun tercengang dan terdiam sesaat melihat siapa yang memanggilnya tadi tidak mungkin iya tak mengenalinya bagaimanapun juga Sofy pernah menjadi orang special di hatinya meskipun itu jauh di masa yang lalu sebelum mengenal Salma.
"ss so..Sofy!"
ucapnya dengan terbata bata karena merasa tak menyangka bisa bertemu dengan Sofy di tempat ini
__ADS_1
"hey...kirain udah lupa denganku"
Sofy tampak antusias begitu melihat Rey masih mengenalinya dengan spontan iya mendekatkan wajahnya dan
CUPP
kecupan dari bibir merahnya mendarat di pipi kanan Rey, Salma sontak tercengah tak percaya di depan matanya wanita sexy itu mencium pipi suaminya. baginya ini hal yang sungguh sangat memalukan mengingat dia bukan siapa siapa bahkan dia yang jelas jelas sah sebagai Istrinya saja akan malu melakukan itu di tempat umum dan didepan Banyak orang seperti ini. hati Salma seketika memanas mukanya menyajikan raut yang berbeda , tak berhenti disitu Sofy kemudian memeluk Rey dan menggelayuti tangan kanannya. rupanya Rey belum menyadari bahwa apa yang dilakukan Sofy itu akan menjadi masalah besar pada rumah tangganya. Sadar perempuan itu semakin menjadi Salma pun tak ingin kalah dan menyerah begitu saja dia pun bermaksud membalas dengan cara yang elegant karena dia tahu dia satu satunya orang yang punya hak penuh atas diri suaminya.seolah tanpa memikirkan rasa panas hatinya dia berpikir itu urusan nanti, ketika mereka sudah di kamar maka akan membuat perhitungan dengan suaminya. yang terpenting saat ini dia akan segera memusnahkan jentik pelakor itu agar segera enyah dari hadapannya.
"sayang.. siapa ini" Salma berjalan maju kemudian merebut tangan Rey yang masih di kuasai Sofy, seketika Sofy pun melepaskan tangan ya dan sedikit menggeser jaraknya, sementara Rey masih di harapkan pada kebingungan di satu sisi iya takut jika istrinya akan salah paham disisi lain dia merasa masih tak percaya bisa berjumpa dengan Sofy disini setelah kurang lebih hampir 4 tahun tak pernah saling tahu keberadaan masing masing.
"oh.. iya sayang maaf ini Sofy teman mas waktu kuliah dulu, Sofy ini Salma istriku "
Rep berusaha mengatasi ketegangan dengan memperkenalkan mereka satu sama lain.
"hay.. Sofy perkenalkan saya Salma istri mas Reynand "
dengan penuh percaya diri dan penuh penekanan Salma berucap dan memperkenalkan dirinya pada Sofy
"hay juga aku Sofy"
jadi ini istrinya, kenapa sekarang Rey berganti selera 180 derajat Rey yang dulu sangat menyukai perempuan yang sexy sepertiku kenapa sekarang berganti pada wanita berhijab
batin Sofy berbicara
"Sofy aku minta maaf tadi aku masih nggak nyangka bisa jumpa kamu disini, karenanya tadi aku tidak menyadari tindakanmu yang seperti tadi, tentu aku tak ingin istriku yang cantik ini jadi salah paham, aku harap kamu bisa meminta maaf pada istriku"
Rey seperti sudah menangkap signal kemarahan yang bakal terjadi meski Salma tak mungkin menampakkannya disini
"okey...baiklah saya minta maaf karena tadi sudah lancang berlaku seperti itu pada suami anda, itu hanya kebiasaan kamu dulu karena saya pikir Rey masih seperti yang dulu"
dengan berbesar hati Sofy mengakui kesalahannya dan meminta maaf pada Salma sesuai dengan permintaan Rey tadi
"iya.. saya bisa memahami itu nona"
jawab Salma dengan senyum Ramahnya
"terimakasih ya Sofy untuk pengertian kamu"
"its ok never mind Rey..aku mengerti kok "
jawab Sofy dengan ciri khas chentilnya.
"oh iya.. kebetulan kita jumpa disini sebenarnya dalam rangka apa nih ?"
"semenjak peristiwa empat tahun lalu aku sempat berpindah dan menetap di Pulau Bali dan kurang lebih dua tahun ini aku pindah kemari dan membuka usaha Cafe ini, kamu sendiri kesini ada acara apa?, atau..kalian sedang honeymoon ?"
__ADS_1
perbincangan keduanya terlihat sangat hangat dan mengasyikkan wajar saja mereka sudah lama tak pernah bertemu,hal itu sepertinya membuat mereka lupa akan keberadaan Salma karena tak ingin merasa menjadi penganggu untuk dua orang yang sedang bernostalgia itu Salma pun memilih meninggalkan mereka dan berjalan keluar cafe tanpa memberitahu mereka.