Seluit Cinta Salma

Seluit Cinta Salma
episode 8. Perpindahan Salma


__ADS_3

Setelah menyelesaikan kuliahnya dan berhasil di WISUDA salma memang mengambil semester pendek karena dia ingin lulus dengan cepat mengingat ia harus segera menyusul Raziq suaminya untuk ke Kairo, yang sementara waktu harus menetap disana. tibalah hari ini saat ia terbang menyusul suaminya karena sesuai kesepakatan Setelah urusan kuliahnya selesai Salma baru akan menyusul.


Setelah menempuh perjalanan beberapa jam lamanya pesawat pun mendarat dengan sempurna. Raziq pun telah siapa menjemputnya di tempat kedatangan luar negeri


"Assalamualaikum "


"Waalaikumsalam Salma"


setelah saling bertemu dan Salma bersalaman mencium punggung tangan Raziq


"bagaimana perjalanannya? kamu pasti sangat lelah "


ucap Raziq menebak kondisi Salma saat ini


"iya..cukup melelahkan tapi seru sih ini kan pengalaman pertama ku terbang keluar negeri mas"


jawab Salma jujur


"baiklah...let's go kita langsung pulang ke Apartemen"


Raziq kemudian menarik koper milik Salma kemudian berjalan keluar Airport diikuti oleh Salma di belakangnya


Selama di perjalanan pulang menuju Apartemen Salma lebih banyak diam matanya tampak sibuk memperhatikan jalan jalan yang mereka lewati, kota ini memang sangat indah dan damai meski bisa dibilang Gersang karena akan jarang bahkan mungkin tidak bisa kita jumpai taman taman labirin yang menghijau seperti di Indonesia.


"nanti kalau kamu sudah hilang capek nya akan mas ajak kamu keliling semua tempat yang bagus di sini "


Raziq memperhatikan Salma uang tampak begitu penasaran


"hemm.. iya mas terimakasih "


Sesungguhnya jauh di dalam hati Salma sedang ada pergulatan hati sejujurnya dia sangat nyaman terpisah dengan Raziq karena dia tidak perlu susah payah menempatkan dirinya sebagai seorang istri yang nota bene harus melayani dan mengikuti semua perintah suami, karena sampai saat ini Salma masih belum siap untuk menjalankan perannya sebagai istri Raziq.


mobil berhenti tepat di sebuah gedung apartemen Raziq memarkirkan mobilnya kemudian turun membuka pintu untuk Salma dan kemudian membuka bagasi untuk mengeluarkan koper Salma. meskipun Salma hanya membawa satu koper namun lumayan besar untungnya Salma termasuk orang yang simple tidak seperti kaum hawa pada umumnya ketika akan bepergian membawa semua pakaiannya dan barang barang kesayangannya.


"apartemen kita di lantai 165 kamarnya 2021"


Raziq menyebutkan letak apartemen yang mereka tuju kemudian berjalan menuju lift


Salma masih mengekor di belakangnya.


"ja...jadi kita akan tinggal dalam satu apartemen mas "


tanya Salma sedikit berhati hati takut jika pertanyaanya akan membuat Raziq tersinggung


"Ya iya, tentu kita akan tinggal satu apartemen, kan kita ini suami istri ?apa kamu lupa itu ?"

__ADS_1


" maaf mas..iya aku tahu itu, "


tampak jelas ada kecemasan di hati Salma pikirannya campur aduk antara ketakutan dan kekhawatiran bercampur.


"nah ini kita sudah sampai "


Setelah membuka Sandi pintu masuk apartemen mereka pintu pun terbuka


"silahkan masuk Salma , selamat datang ini akan menjadi rumah kita selama kamu tinggal disini bersamaku"


DEGGGGG


Hati salma seperti tertimpa benda yang cukup besar sehingga sulit untuknya bernafas


bayangan bayangan bahwa hari harinya akan dia habiskan bersama Raziq dan menjadi seorang istri seutuhnya kini menghampiriku


"Salma ..aku tahu kamu masih belum terbiasa dengan semua ini dan hatimu masih belum iklas menjalani pernikahan kita, kamu tidak perlu khawatir aku tidak akan memaksakan itu sekarang aku akan memberimu kebebasan privasi mu sendiri sampai kamu siap. "


Salma tertunduk menahan tangisnya dia merasa tidak enak hati dengan Raziq yang telah begitu baik kepadanya.


" di apartemen ini ada 3 kamar tidur kamu bisa memilih dua diantaranya mana paling nyaman menurutmu "


Raziq menunjukkan kamar yang dimaksud diikuti oleh Salma dan Salma memilih menempati kamar ketiga dengan anggapan itu kamar paling jauh letaknya dari kamar yang Raziq tempati


" Salma pilih yang ini saja ya mas ?"


tiba ada bunyi aneh yang berasal dari perut Salma


KRUKKK KRUCUKKK


Raziq tersenyum, Salma pun tertunduk malu,


"oh iya.. maaf maaf mas lupa tidak menawarinya makan, sebentar mas pesankan lewat delivery order ya ?"


Setelah mengeluarkan hand phone dari dalam saku celananya Raziq pun memerankan makanan untuk Salma. selang 15 menit bell pintu apartemen berbunyi Raziq pun membuka pintu dan tak lama kemudian Raziq masuk membawa bungkusan makanan kemudian berjalan ke dapur mengambil piring dan meletakkannya di atas meja setelah itu Raziq memanggil Salma


"Salma makan dulu mas tahu kamu sudah sangat lapar "


"maaf ya mas sudah merepotkan mu terus, dan sepertinya akan sering merepotkanmu "


melihat ekspresi Salma memelas, Raziq pun berniat mengerjainya,


"tidak masalah tapi kamu jangan salah ada kompensasinya"


"maksud mas Raziq ??"

__ADS_1


Salma memelotot kan matanya


"sudah makan saja dulu, keburu nasi padang nya dingin tuh"


"nasi padang ??? aku nggak salah dengar ini mas ? disini ada nasi padang?? "


Salma terheran dan meyakinkan apa yang dia dengar tidak salah


"kamu jangan salah kuliner dari negara kita itu cukup termahsyur di seantero dunia, makanya nanti kalau kamu rindu masakan khas negara kita nggak usah kuatir di negara ini tersedia"


" wah keren nih.." Salma tak sabar dan segera mengambil nasi dengan sendok kemudian menyuapkan ke mulutnya


"hemmm enak ,.mantab"


salma mengomentari nasi padang yang dia santan sambil mengangkat jempol tangannya sebagai isyarat bahwa masakan itu sama enaknya dengan nasi padang yang dijual di Indonesia


"Mas Raziq nggak makan nih,?"


tanyanya sambil terus melahab nasi diatas piring nya


"aku udah makan tadi sambil nunggu kedatangan mu di bandara tadi"


sesaat makanan Salma pun sudah habis tak tersisa


"kalau sudah selesai makannya, buruan istirahat kamu pasti capek, aku mau ke ruang kerjaku, kalau butuh apa apa panggil saja aku "


"siap..bos "


Salma berdiri dari duduknya kemudian membawa piring dan gelasnya untuk di cuci kemudian diletakkan kan di rak piring


Di dalam Kamar


Salma menjatuhkan tubuhnya di atas kasur kemudian terlentang dan mengguling dia merasakan badanya sangat lelah dan pegal menjalar diseluruh tubuhnya, matanya pun terpejam namun tidak dengan pikirannya. matanya kembali menerawang jauh pada sesosok pria yang selalu dia rindukan, Bahkan tanpa terasa bulir bulir air matanya berjatuhan


"Rey...apa kabarnya kamu disana? "


desisnya sembari menyeka air matanya


"sekarang pasti study nya telah selesai,..kemudian kamu akan menikah "


entah kenapa memikirkan itu semakin membuat hatinya hancur


"maafkan aku Rey ,..aku yang sudah menghancurkan semua itu"


dipandangi nya photo Rey yang terpampang di layar hand phone hingga Salma pun benar benar terlelap

__ADS_1


sementara Raziq mengetok pintu kamar Salma tapi tidak ada respon dari dalam sehingga Raziq pun membukanya kebetulan pintu tidak terkunci, Raziq mendekati Salma yang tampak tertidur pulas diraihnya selimut dan menyelimuti nya kemudian memindahkan hand phone dari tanganya Raziq pun tanpa sengaja melihat photo Reynand memandangnya sesaat kemudian meletakkannya di atas malas. Raziq pun berlalu dan keluar dari kamar dengan perlahan takut jika Salma kan terganggu


__ADS_2