
Pernikahan Salma dan Rey berlangsung sangat sederhana hanya kerabat dekat dan keluarga saja, bukan mereka tidak sanggup membuat pernikahan yang mewah, namun ini sudah menjadi keinginan Salma dan telah menjadi kesepakatan. Dari keluarga Rey hanya di hadiri oleh Fanyy suami dan anaknya orangtua Rey bahkan tidak bisa menghadiri karena sedang melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri. meskipun begitu prosesi ijab Qobul berjalan dengan lancar.
selesai ijab Qobul dilanjutkan memberi ucapan selamat kepada kedua mempelai kemudian makan bersama. karena memang hanya syukuran kecil kecilan tak ada resepsi.
Raziq beserta Zahra yang kebetulan masih di Indonesia juga turut hadir
"Rey...Salma selamat ya untuk kalian berdua semoga menjadi keluarga yang syakinah, mawadah, warahmah dan satu hal "
Raziq tampak berbisik ke telinga Rey
"aku tepat i janjiku untuk menjaga dia untukmu, walaupun yang kamu nikahi J**** Tapi masih bersegel"
keduanya kemudian tersenyum lirih, dan Salma sedikit penasaran apa yang sebenarnya dibisikkan oleh Raziq.
semua tamu undangan sudah pamit pulang dan hanya tinggal keluarga inti malam ini juga Salma akan di boyong oleh Rey ke rumahnya setelah semua tamu pulang Rey dan Salma pun bersiap pamit pulang kerumah Rey.
" bu, pak Salma pamit ya, terimakasih untuk semuanya"
"iya nduk, ingat pesan ibu dan juga bapak jadilah istri yang senantiasa mengharap keridhoan Allah, menurut dengan suami dan jadilah istri sholehah "
"iya bu,.. Salma akan mengingat semua nasehat dan pesan bapak dan ibu"
" baiklah hati hati di jalan ya nak"
Salma menyalami bapak dan ibunya bergantian dengan Rey. setelah berpamitan kepada bapak ibunya Salma dan Rey memasuki mobilnya dan melaju menuju Rumah Rey.
setelah menempuh perjalanan sekitar 60 menit merekapun sampai disebuah Rumah yang sangat besar 3 lantai dengan halaman yang cukup luas, di parkiran terpampang 1 buah mobil mewah keluaran terbaru 1 unit sepeda motor modifikasi dan 1 unit motor matic.
"kita sudah sampai sayang...ayok kita turun"
Salma masih tercengang menyaksikan semua ini, dia sungguh tidak menyangka jika Reynand suaminya kini telah menyiapkan segala kemewahan ini.
"ayok turun ..kok masih bengong"
__ADS_1
suara Rey membuyarkan lamunan Salma
"iii..ya..Rey "
Salma pun keluar dari mobil dan berjalan mengikuti Rey menuju teras depan dan sesaat pintu pun terbuka
"selamat datang non,den "
sapa bpk Minah sambil membungkukkan badannya sebagai isyarat memberi penghormatan pada majikan barunya
"sayang..ini bik Minah asisten rumah tangga kita dan itu suami bik Minah pak Karyo "
Rey memperkenalkan kedua asisten di rumahnya. Salma pun menyambut dengan senyuman dan mengulurkan tangan ya menyalami keduanya
"saya Salma bik, mang"
setelah itu keduanya menuju mobil untuk mengambil barang2 bawaan Salma yang di dominasi barang barang pribadi seperti pakaian, tas dan sepatu itupun hanya beberapa dan dimasukkan dalam 2 koper sedang
"Selamat datang di kamar pribadi kita nyonya Reynand Dhanlee "
"apa tadi kamu panggil aku apa?"
karena semenjak mereka saling mengenal Salma tidak pernah memanggilnya dengan sebutan lain selain nama saja, karena umur mereka yang sepantaran hanya berbeda 1 bulan saja
"emmm... mas Rey , apa terdengar lucu ?" tanya Salma seperti tak yakin
"enggak kok sayang aku suka dengan panggilan itu "
Salma pun kembali melangkahkan kakinya mengelilingi kamar utama yang menjadikan mereka yakni di lantai 2, kamar yang sangat besar bahkan 2 x lipat kamarnya dirumah soal fasilitas jangan ditanya lagi sepertinya Rey benar benar telah mempersiapkan semuanya dengan baik.
"kamu suka dengan kamarnya sayang?" tanya Rey
"iya mas aku suka kok "
__ADS_1
Rey pun mulai mendekati Salma yang tengah berdiri tak jauh dari Ranjang dan menghadap ke meja rias. Rey melonggarkan kedua tangannya ke pinggang Salma lebih tepatnya memeluk dari belakang. Salma yang mendadak mendapat perlakuan itu terkaget dan merasa agak risih, namun Rey justru mempererat pelukannya sehingga Salma sulit menghindar di letakkanya dagunya di pundak istrinya sambil sesekali hendak mencium pipi istrinya
"maaf mas..aku..."
"kamu kenapa nggak nyaman ya dengan semua ini ?"
sadar dengan tingkah aneh istrinya Rey pun memahaminya
"baiklah, aku tahu kita belum terbiasa dengan hal seperti ini, tapi nanti kita pasti akan terbiasa "
"iya mas, sekarang aku mau mandi mas rasanya gerah banget "
" hemmssmas akupun juga berencana untuk mandi, bagaiman kalau kita mandi berdua"
celetuk Rey karena ingin mengerjai Salma yang terlihat begitu malu dan kaku dengan situasi ini
"apa ?!! mandi bareng ?, aku...aku nggak bisa mas "
"kenapa memangnya bukankah itu termasuk Sunah nabi juga ?"
Rey terus menggoda Istrinya hingga pipinya nyaris seperti kepiting Rebus tampak memerah
"iya aku tahu tapi untuk saat ini jangan dulu mas aku belum terbiasa masak iya aku mandi berdua dengan orang asing"
"hey.... nona ingat aku ini bukan orang asing tapi suamimu" Rey memberikan penekanan
" meskipun kita suami istri rapi tetap saja kita ini masih orang asing"
Rey tersenyum geli melihat kepolosan Salma puas mengerjai istrinya Rey pun mempersilahkan Salma untuk mandi terlebih dulu. 20 menit cukup waktu yang Salma gunakan untuk membersihkan dirinya di kamar mandi Salma pun keluar dengan memakai baju tidur setelan lengan panjang
Rey yang memperhatikan istrinya tertawa geli dan membuat Salma bertanya tanya apa yang sedang di tertawakan
"kok mas tertawa gitu ada yang lucu ya ?" wajah Salma berubah sedikit cemberut
__ADS_1
"nggak kok, sekarang suamimu ini mau mandi dulu biar fress dan nanti lebih bersemangatnya kerjanya "
ucap Rey sambil berjalan menuju kamar mandi sementara Salma masih bingung dengan tingkah suaminya. Salma pun menyisir rambutnya kemudian duduk di sofa sambil memainkan Hand phone nya. sejujurnya dia sangat deg degan berada dalam satu kamar dengan lelaki dewasa meskipun ini kali keduanya, tapi ini berbeda dengan Malam yang dulu saat dengan Raziq. Pernikahan mereka bukan atas dasar cinta melainkan dengan perjodohan, lagi pula Salma dan Raziq sudah saling mengenal sejak masih kecil.