Seluit Cinta Salma

Seluit Cinta Salma
episode 5. Kuserahkan hati dan diriku untukmu


__ADS_3

Senja telah menepi menjemput malam, Salma masih duduk terdiam menunggu Rey di kamar 241 hotel A1, entah apa yang sedang Salma rencanakan hingga dia mengajak Rey bertemu di sebuah kamar Hotel, hal yang sama sekali tidak biasa bagi Salma. meskipun Salma bukan lagi gadis ABG namun selama berpacaran Salma sangat menghindari yang namanya kontak fisik dengan pasangan mungkin ini terkesan konyol dan ke kanak kanakan tapi Salma sangat memegang prinsip tidak akan melakukannya sebelum di SAH kan dengan ijab Qobul. beruntungnya Reynand meskipun dia bukan beragama muslim tapi dia bisa mengerti dan menghargai prinsip Salma. meski pada kenyataannya hal hal seperti itu sudah cukup Rey pahami mengingat usianya kini yang telah mencapai pada angka 26 Tahun. usia yang dewasa untuk lelaki sehingga tidak mungkin tabu terhadap masalah seperti itu, tidak dipungkiri dari zaman dia masih SMA dan mulai mengenal cinta dan berpacaran beberapa kali hal hal seperti itu sudah sering dia lakukan, bahkan dia sudah pernah melakukan hubungan yang tidak selayaknya dilakukan pada pasangan yang belum menikah dengan beberapa mantan pacarnya. namun itu semua berubah semenjak berpacaran dengan Salma. selama hampir 7 bulan Reynand menjalin cinta dengan Salma tak sekalipun melakukan kontak fisik pada Salma bahkan sekedar berciuman pun Rey tak berani melakukannya. meskipun setiap kali bersama dengan Salma keinginan keinginan seperti itu selalu timbul, namun demi rasa cinta dan penghargaan yang teramat besar pada Sosok Salma Reynand selalu bisa menahannya.


Bagi Rey sosok Salma adalah gadis yang sangat spesial fisiknya begitu cantik dan mempesona,namun ada yang lebih dari sekedar itu semua rasa nyaman yang tidak pernah Reynand dapat pada kekasih kekasih sebelumnya.


Salma tipe gadis yang tidak pernah banyak menuntut, dia juga mandiri dan berpikir dewasa. selalu bisa membuat hati dan pikiran Rey merasa tenang ketika ia harus mengahadapi beban study dan merangkap mengurusi beberapa bisnis orangtuanya, Salma selalu ada untuk menjadi penyemangat dan tak jarang saling bertukar pikiran.


TOKK TOKK


terdengar suara pintu diketok Salma pun menghampiri kemudian membukanya, dia sudah yakin kalau itu adalah Rey yang datang.


CEKREKK


pintu terbuka dan benar adanya sosok tampan berhidung mancung, dengan mata sedikit sipit tengah berdiri di balik pintu


"Rey...masuklah"


Salma mempersilahkan Rey untuk masuk kemudian menutup pintu kembali


"maaf ya Sal sudah membuat mu menunggu lama, soalnya mami hari ini keluar dari Rumah sakit dan aku harus mengurusi kepulangan mami"


Rey memberi penjelasan tak ingin Salma salah paham karena Rey sudah telat hampir 2 jam dari waktu yang mereka sepakati sebelumnya melaui chat whatshap


"Iya nggak apa apa kok Rey ,aku percaya kok kamu pasti datang"


"oh iya,..Maaf sebelumya kenapa kamu meminta kita bertemu di tempat ini bukankah kamu tidak pernah sebelumnya mau ketempat seperti ini?"


Salma masih terdiam tanpa menjawab kemudian Salma menghamburkan tubuhnya dengan memeluk Rey yang tengah duduk di sofa, meski menyadari itu bukanlah Salma yang selama ini dia kenal namun Rey tak memungkiri bahwa sesungguhnya dia Juga sangat merindukan Salma, gayung pun bersambut Rey menerima pelukan itu dengan penuh cinta seakan berharap segala beban dan kerinduan itu sirna, tak sampai disitu saja Salma kemudian me****m bibir Rey, lagi lagi Rey pun mengimbangi. dalam hati Rey dia yakin kalau ini adalah ciuman pertama Salma hal itu terlihat dari gayanya yang masih terlihat natural dan polos. apapun itu Rey sangat menikmati itu semua. sadar ini adalah hal tak biasa dan sangat mustahil untuk Salma Rey pun menarik diri dan melepaskan diri dari itu semua.


Salma semakin tertunduk malu, tak lama terdengar suara isikan tangis dari bibirnya yang masih basah.


" kamu pasti sekarang berpikir kalau aku ini gadis munafik kan, aku tak ada bedanya dengan gadis gadis lain di luar sana "


Salma semakin terisak dan membenamkan dirinya pada pelukan Rey kembali


"Salma..ini memang bukan salma yang aku kenal tapi aku hanya ingin kamu tahu aku tidak pernah berpikir buruk sedikitpun padamu, termasuk saat hari itu aku harus terjebak di rumahmu menyaksikan kamu di lamar orang lain."


Rey berusaha menenangkan Salma


"terimakasih sayang untuk semua ini dan aku sangat menghargai itu semua, tapi satu hal yang kamu harus tahu. bahwa aku mencintai kamu bukan semata mata inginkan itu semua"


Entah apa yang merasuki pikiran Salma sampai dia berbuat sedemikian liarnya, setelah melepaskan diri dari dekapann Rey, Salma pun melangkah mendekati meja rias yang berada tepat di sebelah ranjang hotel

__ADS_1


tak lama kemudian melepaskan jilbab yang selama ini selalu dia kenakan dan tak sekalipun dia buka dihadapan Reynand


kali ini Salma semakin tak terkontrol dan seperti di luar kendali Reynand pun segera berdiri menghampiri Salma


"cukup salma !!, apalagi yang akan kamu lakukan!"


kali ini Rey meninggikan suaranya, berharap Salma secepatnya menyadari kesalahannya


" aku mencintai kamu Rey, tapi kita tidak mungkin bersama dan lusa aku akan menikah dengan Raziq, aku selalu berprinsip kalau aku akan menyerahkan kesucian ku pada orang yang aku cintai yaitu suamiku, tapi kenyataanya aku akan menikah dengan orang yang sama sekali tidak aku cintai, karena itu aku mohon terimalah ini sebagai bukti dan maafku "


Salma mendudukkan tubuhnya di lantai dan bersimpuh pada kedua kaki Rey, kedua tangan Salma membuka kancing baju atasan


hingga terbuka dan menyisakan satu kancing paling bawah. sehingga tersajilah pemandangan yang begitu indah, leher jenjang putih bersih dengan bulu bulu tipis, gunung kembar masih berbalut B*A berenda warna kulit. pangeran manapun sudah pasti akan tergoda dengan pemandangan yang indah itu.


Dengan cekatan tangan Rey meraih baju Salma kemudian mengembalikan ke tempat semula


"Salma kamu jangan bodoh, kamu jangan seperti ini Salma"


lagi lagi Rey meninggikan suaranya. Rey pun meraih kerudung salma yang dicampakkan di lantai


"dengarkan aku Sayang..aku..mencintai kamu tanpa syarat aku sungguh mencintaimu, dengan atau tanpa bisa memiliki tubuhmu, cinta itu tidak akan hilang"


"aku memang mencintaimu dan sangat berharap bisa memilikinya seutuhnya sebab itu aku tidak mau menyakitimu dengan merusak apa yang kamu jaga selama ini. karena aku tahu disinilah letak keistimewaan mu dimata suamimu nanti"


"Maaf kan aku Rey...aku hanya tak ingin kehilangan mu, dan aku hanya ingin menjadi milikmu, aku tidak mencintai mas Raziq aku tidak bisa membayangkan jika nanti akan hidup dengan dirinya, aku merasa menjadi manusia paling kejam meninggalkan dirimu dan hidup dengan orang lain."


Hening hanya sesekali terdengar suara hembusan nafas keputus asaan keduanya.


"Salma.. sudah malam rapikan pakaian mu ayo aku antar pulang, aku tak ingin orang tuamu salah paham nanti. aku memang mencintaimu tapi aku akan mengiklaskan dirimu karna aku sadar aku tidak akan bisa membawa dirimu ke surgaku dan begitu juga sebaliknya kamu tidak akan bisa membawaku ke surgamu, jalan keyakinan kita berbeda Salma. aku bukan tak ingin memperjuangkan dirimu tapi untuk saat ini cinta kita belum bisa merubah keyakinanku, itulah yang membuatku mengiklaskanmu."


Salma lebih banyak terdiam dan membenarkan dalam hati alasan Rey memilih melepaskan dirinya.


Setelah cukup tenang dan stabil kembali suasana hati Salma Rey pun mengajaknya pulang dan mengantarkan Salma pulang.


selama di perjalan Salma dan Rey lebih banyak diam hanya sesekali saling curi pandang dan tak jarang saling beradu pandang dan akhirnya keduanya saling tersenyum malu.


Reynand menghentikan mobilnya tepat di depan pagar rumah Salma, tak lama keduanya turun dari mobil tersebut.


"aku antar kamu sampai ke dalam ya"


Rey meminta izin pada Salma, dan Salma hanya mengangguk

__ADS_1


"Assalamualaikum..bu, pak "


Salma mengucap salam karena kebetulan bapak dan ibunya sedang duduk santai di teras depan.


"waalaikumsalam nduk..aduh kamu dari mana saja dan kenapa kamu pulang dengan nak Rey"


Bu Marwa tampak cemas


"Tadi..."


"Maaf bu tadi Rey yang mengajak Salma ketemu"


Rey beralasan agar Salma tidak sampai kena marah oleh orang tuanya


"bapak dan ibu, saya minta maaf kalau boleh saya ingin berbicara sebentar dengan bapak dan ibu"


bapak dan ibu Salma saling berpandangan meminta persetujuan dan pak Cahyo mengangguk menyetujui


"kalau begitu mari kita bicara di dalam saja nak"


bu Marwa mempersilahkan Rey masuk ke dalam rumah. mengikuti pak Cahyo dan disusul Salma.


"duduklah"


suara pak Cahyo sambil menunjukkan kursi yang kosong


"terimakasih pak, "


Salma pun ikut duduk bersampingan dengan ibunya


"sebelumnya saya minta maaf pak bu kalau selama ini kehadiran saya sudah banyak membuat keluarga ini salah paham. sejujurnya saya akui bahwa antara Salma dan saya memang ada hubungan dan itu sudah terjalin dari tujuh bulan lalu, tapi seperti yang bapak ibu tahu kita memiliki perbedaan keyakinan dan saya juga tahu kalau Salma sudah dijodohkan dengan Raziq."


bapak dan ibu Salma mendengarkan dengan seksama apa yang di utarakan Reynand


"tetapi bapak dan ibu tidak perlu khawatir dan cemas, mulai hari ini saya dan Salma tidak ada hubungan apa apa lagi selain teman biasa. saya dan Salma sepakat untuk mengakhiri hubungan kami, "


"Bapak juga minta maaf nak jika selama ini kami sudah salah menilai nak Rey, terimakasih kalau nak Rey bisa memahami dan bisa merelakan Salma berjodoh dengan Raziq. satu hal yang kamu harus tahu nak, perjodohan ini adalah amanat almarhum kakek nya Salma bahwasanya mereka telah sepakat menjodohkan cucunya yaitu Salma dan Raziq"


Rey hanya mengangguk mengiyakan, meski dalam hatinya terasa perih.


Reynand pun berpamitan pulang dari rumah keluarga Salma, setelah terlebih dulu bapak salma menyatakan mengundang Rey untuk datang di acara pernikahan Salma lusa. Rey pun hanya mengiyakan meski tak berjanji untuk bisa datang karena lusa Rey pun harus kembali ke Singapura untuk menyelesaikan study nya disana.

__ADS_1


__ADS_2