Seluit Cinta Salma

Seluit Cinta Salma
episode 18. Runtuhnya benteng pertahanan


__ADS_3

Setelah selesai membersihkan dirinya di kamar mandi Rey pun keluar dari kamar mandi dengan telanjang dada dengan memakaikan handuk di tubuh bagian tengahnya. Salma yang masih duduk di sofa tengah asyik memainkan handphone nya tidak begitu menyadari keberadaan Rey yang sudah berdiri di depan nya


"hemm hemm"


Rey mendehem Salma pun mengalihkan pandangannya dari layar smartphone nya dan melihat kearah suara yang mendehem


"astagfirullah halladzhim, kamu kenapa mas?"


pekik Salma seraya menutup matanya dengan kedua telapak tanganya


"ada apa, apa sedemikian mengerikannya tubuh suamimu ini sampai sampai kamu ketakutan seperti itu?"


Lagi lagi Rey menggoda Salma


"mas..kamu kan bisa ganti pakaianmu diruang ganti kenapa malah seperti itu "


ucap Salma sambil memalingkan wajahnya dari sesosok pria tampan, dan gagah dengan badan yang cukup atletis, tubuhnya yang kini telanjang dada menyajikan dada bidangnya yang mirip roti sobek


"loh..sayang kamu lupa ya, kita kan sudah menikah kenapa kamu harus malu begitu,, ingat nasehat bapak penghulu tadi.."


belum lagi Rey melanjutkan ucapannya sudah di hentikan oleh Salma


"iya..aku ingat! tunggu dulu "


Salma pun berlari kearah lemari pakaian dan mengambil atasan kaos oblong dan juga celana pendek kemudian membawanya kearah Rey


"pakai dulu ini,.."


disodorkanya kedua helai pakaian tadi kepada Rey ,namun Rey justru bertambah nakal dengan mencampakkan baju ke sofa


"aku tak butuh pakaian sayang karena malam ini aku butuh kamu"


bisik Rey di telinga Salma dengan lembut hingga menghadirkan sensasi berbeda dalam diri Salma, kemudian Rey semakin mendekatkan wajahnya pada wajah sang istri dan sudah bisa dipastikan akan terjadi adegan c**** tersebut.


Salma semakin ketakutan wajahnya seketika berubah memerah jantungnya berdetak 3x lebih cepat, tubuhnya pun gemetaran.


"heyyy... ada apa denganmu sayang kenapa kamu seperti ini?"


tanya Rey yang masih dengan maksud mengerjai dan menggoda Salma


"aa..aku..aku "


CUPPP bibir Rey mendarat di bibir ranum Salma seketika wajah merah itu berubah semakin merah , biru nyaris hitam


"sayang..dengarkan aku, kamu tarik nafas rileks hembuskan perlahan,.."

__ADS_1


Rey meraih tangan Salma dan mengengghamnya kemudian mengarahkan wajahnya lurus tepat di hadapan nya, Salma pun mengikuti instruksi suaminya


"sayang kita ini sudah menikah bukan lagi orang asing, kita ini saling mencintai dan butuh waktu bertahun tahun lamanya untuk bisa bersama seperti ini... tenangkan dirimu, maafkan aku kalau dari tadi aku selalu menjahilimu, aku tahu sayang kamu adalah wanita spesial dan lain daripada yang lain karena itu semenjak pertama kali kita bertemu aku sudah yakin kalau kamu lah wanita terbaik dalam hidupku "


Rey pun memeluk Salma dan menenggelamkan wajah cantiknya pada dada bidangnya dan Salma pun kini berangsur tenang dalam pelukan hangatnya, dari situlah Mereka dapat merasakan degupan jantung masing masing yang berirama tak normal karena terlalu kencang.


"maafkan aku mas... aku belum terbiasa dengan semua ini"


ucap Salma lirih


"aku mengerti, kita butuh waktu dan aku tidak akan memaksamu sekarang jika memang kamu belum siap "


Dielusnya ujung kepala Salma kemudian di kecupnya dengan lembut dan penuh kasih


"sayang... kok tiba tiba aku ingat,..bukankah dulu waktu kamu akan dinikahkan dengan Raziq kamu pernah menggodaku, bahkan kamu nekad membuka pakaianmu, dan kamu bilang kalau kamu tak ingin menyerahkan milik berhargamu pada orang yang tidak kamu cintai, apa kamu bisa menjelaskan kenapa waktu itu kamu bisa senekat itu?"


tiba tiba Rey mengingatkan kejadian beberapa tahun yang lalu, dan itu membuat Salma tertunduk malu


"jadi...maksudmu kamu ingin aku berbuat yang sama seperti waktu itu?, itu kan namanya orang terdesak dan sedang frustasi, gimana coba kalau kita terpaksa harus berpisah dan menikah dengan orang yang sama sekali tidak kita cintai , ya anggap saja waktu itu aku lagi kelebihan dosis obat bucinnya kamu"


"cieeyyy...jadi ceritanya dulu pernah merasakan BUCIN sama seorang Rey juga nih"


dengan tersipu Salma tampak kesal dan memukul dada suaminya


"awww sakit,..ohhh... aku tahu sayang dibalik kelembutanmu tersimpan keganasan "


"mas...apa kamu akan seperti itu terus ? "


ucap Salma sambil melirik pada handuk yang masih dililitkan di pinggang suaminya


"hemmm apakah kamu sudah ingin memulainya sayang..?"


Rey kembali menggoda Istrinya


"heyyy...ngomong apa kamu mas"


Salma semakin gerah dengan tingkah suaminya


"baiklah kalau itu mau mu mari kita selesaikan misi ini sayangku "


kemudian Rey melepaskan pelukannya pada Salma dan melepas handuk yang melilit di pinggangnya, seketika Salma menutup matanya dengan kedua telapak tanganya Rey pun beranjak meraih celana boxernya kemudian memakainya sementara Salma masih diam mematung sambil menutup mata


"udah..buka matanya, kelamaan merem ntar nggak bisa ngelihat ketampanan suamimu loh"


"habisnya kamu iseng banget sih mas jadi orang"

__ADS_1


"tapi kamu cinta kan..?"


"ya iyalah kalau nggak cinta mana mungkin rela nungguin sampai bertahun tahun"


ucap Salma dalam hati


malam semakin merayap menuju larut sementara sepasang pengantin baru itu masih tampak riweh menghadapi kejahilan salah satu pasangannya. Mereka memang butuh waktu untuk beradaptasi memang akan sangat canggung bagaimanapun juga mereka adalah orang asing meskipun kini telah menjadi suami Sahnya.


Saat ini keduanya telah berada pada ranjang yang sama namun mereka masih menjaga jarak, Rey bukanlah lelaki egois yang akan memaksakan kehendaknya untuk mendapatkan haknya, melainkan ia lelaki sabar yang akan melakukannya ketika Salma sudah siap lahir batin.


Meski tak dipungkiri dia harus menahan segala hasratnya karena dia lelaki normal berada dalam satu ruang dan satu ranjang dengan perempuan yang sangat dia cintai telah membuat ketegangan di bagian tertentu.


Sementara Salma masih terdiam menunduk malu dia masih berusaha berdamai dengan rasa canggungnya, melihat lelakinya tampak gelisah dan gusar Salma pun melirik dan mencuri curi pandang.


Ketika hasrat itu sulit di kendalikan lagi Rey pun beranjak dan turun dari tempat tidur kemudian berjalan mengambil sebotol soft drink yang tersimpan di kulkas yang berada di ujung kamar kemudian keluar menuju balkon kamar.


Salma sesungguhnya sangat merasa bersalah melihat keadaan demikian bagaimanapun dia juga perempuan dewasa yang tahu dan sadar akan kewajibannya sadar itu adalah kesalahan Salma pun berusaha mengatasinya dengan membuang jauh rasa malu dan kegugupannya.


Ia pun berinisiatif menyusul Suaminya ke luar kamar, sebelumnya ia beranjak menuju lemari pakaian dan mengambil baju tidur tanpa lengan dan panjangnya sebatas paha. baju itu ada beberapa motif namun dengan model yang berbeda adalah pemberian Fanny adik iparnya beberapa hari lalu sebelum pernikahan Salma.


"apa kamu lebih memilih menikmati minuman itu daripada menemani istrimu ini ?"


ucap Salma sambil melepas rambut hitam sebahu yang terkuncir ekor kuda


"sa...sayang.."


Rey melongo melihat istrinya yang telah berpose dengan sexynya di depan pintu, tak mau buang waktu Rey pun segera menghampiri istrinya, Rey menatap intens inci demi inci dari ujung kepala hingga ujung kaki istrinya


"apa kamu sedang menggodaku sayang ?"


Rey mendekatkan wajahnya dengan wajah istrinya tanpa menunggu aba aba Rey langsung ****** bibir merah istrinya dan Salma pun membalasnya dengan lembut Rey terus menikmati sensasi tanpa batas itu, hanya dengan bahasa isyarat yang dimengerti oleh mereka, akhirnya Rey pun menggendong tubuh ramping istrinya menuju ranjang kemudian meletakkannya perlahan, Rey terus melancarkan aksinya hingga tangannya terus bergerilya ke segala arah, menjejaki tiap inci tubuh indah itu hingga pakaian mereka tercampak kesembarang arah dan kini tubuh keduanya hanya berbalut selimut.


Sepertinya kedua insan yang tengah terperdaya oleh hasrat yang sulit untuk ditahan perlahan Rey pun mengarahkan miliknya pada titik lokasi yang seharusnya hingga Salma menggeliat matanya terpejam menahan sakit yang terhujam oleh benda tumpul itu, sesekali ****** dan merintih membuat Rey bertambah semangat untuk segera menuntaskan hasratnya.


"kamu menangis sayang.. apa ini terlalu sakit?"


Ucap Rey pelan saat melihat butiran butiran bening mengaliri pipi merah istrinya, meski tanpa jawaban Rey sangat paham dengan keadaan ini.


Ini memang bukan pengalaman pertama untuk Reynand karena jauh di masa lalu Reynand yang tercatat sebagai play boy ternama telah beberapa kali melakukan nya dengan beberapa mantan kekasihnya.


Meski dengan sangat hati - hati dan penuh kelembutan Rey menjebol benteng pertahanan Salma namun tetap terasa juga sakitnya hingga pada saat telah benar- benar terhujam Salma menjerit, meski iya berusaha menahannya dengan mengigit bibir bawahnya.


Malam hampir berganti pagi sepasang anak manusia yang memadu hasrat itu kini telah menuntaskan misinya hingga beberapa kali penyatuan yang nyaris sempurna bahkan Rey tak rela setetespun benihnya tercecer sia -sia karena dia begitu menginginkan benih - benih itu segera tumbuh dalam rahim Salma.


Setelah lelah menuntaskan aktivitas malamnya keduanya beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan kemudian tidur dengan pulasnya dengan saling berpelukan.

__ADS_1


Para READERS bab ini udah author revisi ya semoga bisa meloloskan kontrak , karena Bab ini dibilang terlalu vulgar padahal biasa saja loh ya πŸ€”


terimakasih mohon DUKUNGANYA pada novel ini dengan memberikan like❀, komentar, dan juga vote serta hadiahnya πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»


__ADS_2